RIAUIN. COM— Festival budaya tahunan Pacu Jalur yang akan diselenggarakan di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, pada 20–24 Agustus 2025 dipastikan akan diliput oleh media asing asal Belanda, Nederlandse Omroep Stichting (NOS).
Kehadiran media internasional ini mengungkap kembali kisah historis unik yang menghubungkan tradisi lokal dengan masa kolonial Belanda.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfoss) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Hendra Roza, mengonfirmasi partisipasi NOS.
Selain itu, sejumlah media nasional seperti RRI dan TVRI, serta beberapa televisi swasta, juga akan hadir untuk meliput acara ini.
Menurut Hendra, keterlibatan media asing membuktikan bahwa Pacu Jalur memiliki daya tarik budaya yang kuat hingga ke kancah internasional.
"Kita sudah berkoordinasi dengan beberapa media nasional yang akan hadir dan meliput langsung pembukaan serta seluruh rangkaian kegiatan Pacu Jalur tahun ini," ujar Hendra pada Selasa (5/8/2025).
Lebih lanjut, Hendra menambahkan bahwa Diskominfoss Kuansing sangat terbuka dan siap memfasilitasi semua media, baik lokal, nasional, maupun internasional, yang ingin meliput acara ini.
"Kita akan bantu semaksimal mungkin untuk pemberian informasi dan kelancaran peliputan," tambahnya.
Kehadiran media Belanda ini menjadi sorotan karena adanya kaitan sejarah yang menarik antara Pacu Jalur dan masa lalu.
Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, perayaan Pacu Jalur konon pernah diadakan untuk memperingati hari ulang tahun Ratu Wilhelmina dari Belanda.
Kisah tersebut masih dikenang hingga kini. Bahkan, salah satu perahu yang menjadi peserta Pacu Jalur diberi nama unik, Sang Ratu Helmina, yang merujuk langsung pada nama Ratu Wilhelmina.
Nama ini menjadi simbol abadi yang mengabadikan jejak sejarah antara tradisi lokal dan warisan masa lalu kolonial.
Dengan diliputnya acara ini oleh media Belanda, diharapkan kisah historis yang unik ini dapat dikenal lebih luas. (hen)