RIAUIN.COM – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi berencana mengubah Tepian Narosa menjadi kawasan Waterfront City yang modern dan terintegrasi.
Proyek ambisius ini diharapkan bisa menjadikan ikon Teluk Kuantan sebagai pusat rekreasi dan pariwisata baru.
Desain 3D proyek ini memperlihatkan konsep modern dengan berbagai fasilitas, menjadikannya lokasi ideal untuk berbagai kegiatan.
Proyek ini menempatkan Tugu Jalur sebagai pusat perhatian. Bukan sekadar monumen biasa, tugu Jalur akan didesain ulang dengan panjang 25 meter dan dihiasi 40 patung pendayung yang siap menjadi daya tarik utama.
Ornamen kerawang bermotif pepohonan akan menyelimuti tugu, mengingatkan pada asal-muasal jalur yang terbuat dari kayu hutan.
Tak hanya itu, kolam air mancur yang mengelilingi tugu bukan sekadar hiasan. Kolam ini dirancang untuk melambangkan Sungai Kuantan, saksi bisu lahirnya tradisi Pacu Jalur.
Selain Tugu Jalur, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan plaza atau ruang terbuka yang luas, taman hijau, serta akses jalan yang terintegrasi.
Selain bisa menjadi tempat olahraga air seperti jet ski dan permainan air lainnya, Tepian Narosa akan dilengkapi dengan tribun berundak.
Tribun ini tidak hanya menjadi tempat duduk, tetapi juga menawarkan pemandangan langsung ke Sungai Kuantan, sangat cocok untuk menyaksikan acara Pacu Jalur.
"Konsepnya dirancang agar Tepian Narosa bisa dinikmati setiap hari, tidak hanya saat ada acara besar," ujar Sekretaris PUPR Kuantan Singingi, Deswan Antoni..
Rencananya, akan ada area bermain anak, taman air mancur, serta pencahayaan artistik yang akan membuat kawasan ini tetap hidup dan aman pada malam hari.
Proyek Waterfront City ini diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp130 miliar.
Bupati Kuansing H. Suhardiman Amby telah mengajukan proposal pembangunan kepada Wapres Gibran Rakabuming Raka agar proyek ini dapat didanai oleh APBN. (hen)