RIAUIN.COM – Pemerintah Provinsi Riau menetapkan status tanggap darurat terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul peningkatan signifikan titik api selama beberapa hari terakhir. Penetapan ini diumumkan langsung oleh Gubernur Riau, Abdul Wahid, dalam rapat bersama sejumlah pejabat tinggi di Gedung Daerah Balai Serindit, Pekanbaru, Selasa (22/7/2025).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau.
Abdul Wahid menyebutkan bahwa wilayah Rokan Hilir dan Rokan Hulu menjadi daerah dengan titik api terbanyak saat ini. Menurutnya, kedua kabupaten tersebut menjadi langganan karhutla dan perlu perhatian ekstra.
“Rokan Hilir dan Rokan Hulu mencatatkan jumlah titik api paling tinggi. Maka kami mendorong semua pihak bergerak lebih intensif mulai hari ini,” ucapnya.
Sebelumnya, sejak 27 Maret lalu, Riau telah berada dalam status siaga darurat karhutla yang dijadwalkan berlangsung hingga akhir November. Namun karena situasi yang semakin memburuk, pemerintah provinsi memutuskan untuk menaikkan status menjadi tanggap darurat.
“Melihat kondisi terakhir, hari ini saya resmi menetapkan status tanggap darurat untuk mempercepat penanganan,” ujar Wahid.
Dengan penetapan ini, pemerintah daerah dapat mengakses sumber daya tambahan, termasuk logistik, peralatan, dan dukungan dari pemerintah pusat. Upaya pemadaman dan pengawasan juga akan ditingkatkan.
Gubernur juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi dan dukungan dari pemerintah kabupaten/kota dalam menanggulangi karhutla.
“Saya minta kepala daerah di tingkat kabupaten/kota lebih gencar memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kebakaran seringkali bermula dari aktivitas kecil yang tidak diawasi, namun cepat menyebar dan sulit dikendalikan.
“Pengawasan di lapangan sangat penting. Jangan sampai pembersihan lahan dengan api menjadi pemicu karhutla besar,” tutupnya. (Nab)