Kanal

Dua Helikopter dari Palembang Dikerahkan Bantu Padamkan Karhutla di Riau

RIAUIN.COM – Provinsi Riau tengah menghadapi situasi darurat akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), dengan 392 titik panas terpantau oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Kabupaten Rokan Hilir mencatat jumlah hotspot tertinggi, yakni 216 titik, disusul oleh Kabupaten Rokan Hulu dengan 104 titik.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, M Edy Afrizal, mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi bersama Kapolda Riau serta tim Satgas Karhutla telah turun langsung ke wilayah terdampak, khususnya di Kecamatan Bangko Pusako, Rokan Hilir. Salah satu perusahaan pemegang konsesi, PT Adika, juga ikut serta dalam upaya pemadaman.

“Kami langsung ke lokasi bersama Kapolda, memantau kondisi di Kecamatan Bangko Pusako, Rohil. Di daerah itu, titik api cukup banyak, dan kebakaran juga menjalar ke area konsesi PT Adika yang kini turut memadamkan api di lahannya,” jelas Edy Afrizal pada Minggu (20/7/2025).

Menurutnya, penyebab utama Karhutla diduga berasal dari aktivitas manusia, baik yang disengaja maupun karena kelalaian. Kondisi cuaca panas ekstrem selama sebulan terakhir turut memperburuk keadaan.

“Hampir seluruh kasus kebakaran di Riau, sekitar 99 persen, merupakan dampak dari tindakan manusia. Ini bisa akibat pembukaan lahan dengan cara dibakar, atau hal sederhana seperti membuang puntung rokok sembarangan,” ungkapnya.

Saat ini, pemadaman dari udara terkendala karena kerusakan pada helikopter water bombing (WB) yang sebelumnya digunakan di Rokan Hulu. Sebagai tindak lanjut, dua helikopter bantuan dari Palembang dijadwalkan tiba di Riau untuk mempercepat proses pemadaman.

Selain itu, upaya teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau hujan buatan juga telah dilaksanakan. Diharapkan pesawat TMC kembali aktif menaburkan garam dalam waktu dekat guna memicu turunnya hujan.

“Helikopter yang biasanya digunakan sudah tidak bisa terbang karena rusak. Jadi kita fokuskan pemadaman dari darat dulu. Tapi hari ini, dua helikopter dari Palembang dijadwalkan tiba. Untuk TMC, sudah beberapa kali kita lakukan. Mudah-mudahan bisa menghasilkan hujan,” tutup Edy. (Nab)

 

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler