Kanal

BP3MI Riau Fasilitasi Pemulangan 45 PMI Bermasalah dari Malaysia Lewat Pelabuhan Dumai

RIAUIN.COM - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau bersama sejumlah instansi terkait kembali membantu pemulangan 45 Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah melalui Pelabuhan Internasional Dumai, Senin (28/4/2025).

Dari jumlah tersebut, lima orang di antaranya merupakan anak-anak.

"Pemulangan ini menindaklanjuti surat dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur terkait pemulangan mandiri WNI dari Depot Tahanan Imigrasi KLIA, Selangor," ujar Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu Kurniawan.

Rombongan tiba menggunakan Kapal Majestic Kawanua sekitar pukul 12.55 WIB dan langsung disambut oleh tim gabungan dari BP3MI Riau dan Pusat Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Kota Dumai. Proses penyambutan meliputi pemeriksaan dokumen keimigrasian serta pemeriksaan kesehatan oleh petugas dari Balai Kekarantinaan Kesehatan Pelabuhan.

Fanny menyampaikan bahwa secara umum kondisi para pekerja migran dalam keadaan baik, hanya beberapa yang mengalami keluhan ringan seperti gatal-gatal.

"Di antara deportan, ada satu kasus khusus yaitu seorang pria bernama Abdurrahman, yang baru selesai menjalani hukuman 6,5 tahun di Malaysia akibat kasus narkoba lintas negara," terang Fanny.

Selanjutnya, para PMI diarahkan untuk mendaftarkan IMEI barang elektronik mereka di Bea Cukai Pelabuhan Dumai sebelum melanjutkan proses pendataan di Rumah Ramah PMI, tempat mereka juga mendapatkan layanan fasilitasi perjalanan ke kampung halaman masing-masing.

Menurut Fanny, para PMI yang dipulangkan berasal dari berbagai daerah, yakni Aceh (21 orang), Sumatera Utara (12 orang), Jambi (4 orang), Bengkulu (3 orang), Sulawesi Selatan (2 orang), Riau (2 orang), dan Jawa Timur (1 orang).

Sebagai bagian dari upaya pencegahan migrasi ilegal, BP3MI Riau memberikan edukasi kepada para PMI tentang pentingnya prosedur legal saat bekerja di luar negeri.

"Negara hadir untuk melindungi dan memastikan hak-hak pekerja migran tetap terjaga," ujar Fanny. Ia juga mengajak masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya keberangkatan resmi ke luar negeri.

Fanny menegaskan bahwa seluruh PMI akan mendapat pendampingan penuh hingga mereka kembali bertemu dengan keluarga di kampung halaman.

"Pemulangan ini menjadi bukti nyata komitmen negara dalam melindungi warganya, serta menjadi awal baru bagi para pekerja migran untuk membangun masa depan yang lebih baik di tanah air," tutupnya. (Nab)

 

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler