Kanal

Kuota Haji Riau 5.047 Terpenuhi, 80 Persen Jamaah Masuk Risiko Tinggi

RIAUIN.COM– Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau, H Defizon S Kom M Si  menyebutkan 80 persen Calon Jamaah haji Provinsi Riau yang akan diberangkatkan tahun 2025 ini merupakan jamaah dengan resiko tinggi. Namun demikian dari total kuota sebanyak 5.047 Calon Jamaah Haji sudah terpenuhi dan telah melunasi pembayaran biaya hajinya.

Dari 80 persen CJH Riau dengan resiko tinggi tersebut, 40 persen merupakan jamaah lanjut usia (lansia). Sehingga, dapat dikatakan kondisi JCH tahun ini cukup mengkhawatirkan.

“Kondisi jamaah tahun ini cukup mengkhawatirkan karena sekitar 80 persen di antaranya masuk kategori risiko tinggi, 40 persen diantaranya merupakan jamaah lanjut usia (lansia),” ujarnya.

Berdasarkan ketentuan pemerintah pusat, selain kuota haji yang sudah ditetapkan Kemenag pusat, setiap provinsi juga diberikan jatah kuota cadangan sebanyak 30 persen. Untuk Provinsi Riau mendapat sekitar 1.514 orang atau 30 persen dari jumlah kuota awal.

"Hingga tanggal 18 April kemarin, tercatat sudah 5.367 jamaah telah melakukan pelunasan biaya haji. Artinya jumlah yang melunasi sudah melebihi kuota. Ini termasuk jamaah cadangan yang jumlahnya sekitar 30 persen, atau sebanyak 1.514 orang,” jelasnya.

Jika ada jamaah yang batal berangkat karena meninggal dunia atau sakit, maka jamaah cadangan dapat menggantikan. Namun jika tidak terpanggil, mereka akan diprioritaskan berangkat pada tahun 2025.

Kuota haji Provinsi Riau tahun 2024 telah terpenuhi bahkan melebihi target. Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau menyebutkan bahwa dari total kuota sebanyak 5.047 jemaah, hingga 17 April tercatat sebanyak 5.367 jemaah telah melakukan pelunasan biaya haji.

“Artinya, jumlah yang melunasi sudah melebihi kuota. Ini termasuk jemaah cadangan yang jumlahnya sekitar 30 persen, atau sebanyak 1.514 orang,” jelasnya.

Sedangkan untuk pelunasan biaya haji, lanjut Defi Pemerintah sudah menetapkan sebesar Rp54.331.751. Angka ini sesuai dengan Peraturan Presiden yang telah disampaikan sebelumnya.

Sementara itu, terkait tahapan penyelenggaraan haji saat ini telah memasuki fase manasik di tingkat kabupaten/kota. Selain itu, proses pra manifest juga telah di-entry untuk pengajuan visa.

“Data ini menjadi dasar pengajuan visa oleh Kemenag pusat ke Kedutaan Besar Arab Saudi. Hingga kini, 4.010 visa haji sudah selesai dan dapat dicetak secara daring," sebutnya.

Untuk keberangkatan, kloter pertama jamaah haji asal Provinsi Riau dijadwalkan memasuki asrama pada tanggal 3 Mei 2025. Sedangkan terkait kebijakan dan tanggung jawab keberangkatan ke embarkasi diserahkan kepada masing-masing kabupaten/kota.

"Mengenai keberangkatan jamaah ke Embarkasi Batam diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah setempat. Ada jamaah yang mendapat bantuan penuh dari Pemdanya, ada juga yang hanya dibantu sebagian pembiayaan keberangkatan dan selama di Embarkasi, dan ada juga yang seluruhnya ditanggung sendiri oleh jamaah Pemda tidak membantu biaya jamaah baik saat pemberangkatan maupun pemulangan nanti," tutur Defi. -ovi

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler