Kanal

Waw, Penerimaan DAK Pemerintahan Suhardiman Amby Turun Drastis

RIAUIN.COM- Kerja keras Pemerintahan Suhardiman Amby dalam memperebutkan Dana Alokasi Khusus (DAK) sejak tiga tahun terakhir tidak menggembirakan. Angka yang diterima tahun pertahun jauh bebanding terbalik jika dibandingkan pada masa Pemerintahan Mursini- Halim lalu.

Pembangunan insprastruktur zaman pemerintahan Mursini - Halim dulu terbilang masif. Terutama pembangunan menggunakan DAK. Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun anggaran 2018 lalu, Pemerintahan Mursini-Halim memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp122 miliar lebih.

Dana ini akan dipergunakan untuk peningkatan jalan sepanjang lebih kurang 28 Kilometer. Hal ini diungkapkan oleh Kabid Dinas PUPR, Mukhris saat menjawab pertanyaan wartawan pada masa itu 

"DAK dari Pemerintah Pusat yang diterima Pemkab Kuansing, sebesar Rp22 miliar. Nantinya akan dipergunakan untuk pengaspalan jalan sepanjang 21,3 Kilometer lebih," kata Mukhris.

Dia merincikan untuk peningkatan jalan dari Desa Seberang Teluk Kuantan menuju Desa Siberobah sepanjang 2,3 Kilometer dengan dana sebesar Rp6,9 miliar.

Kemudian, peningkatan jalan dari Lubuk Jambi menuju Desa Saik, Kecamatan Kuantan Mudik sepanjang 2 Kilometer dengan dana sebesar Rp6 miliar. Peningkatan jalan dari Desa Jake ke Desa Geringging Baru sepanjang 2,8 Kilometer, dengan dana sebesar Rp8,4 miliar.

Sedangkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Provinsi Riau diperoleh untuk lima paket peningkatan jalan, lebih kurang sepanjang 20 Kilometer lebih.

Adapun rinciannya, pembangunan jalan dari Jake menuju Lubuk Ambacang , Kecamatan Hulu Kuantan sepanjang 4,5 Kilometer dengan dana sebesar Rp18 miliar.

Selanjutnya peningkatan jalan Lubuk Jambi menuju Simpang PT IPA Kabupaten Inhu sepanjang 5 Kilometer dengan dana sebesar Rp20 miliar. Dan pembangunan jalan rigid beton Sungai Rumbio Kenegerian Kari sepanjang 4,8 Kilometer dengan alokasi dana sebesar Rp31 miliar.

Serta pemeliharaan jalan Teluk Kuantan menuju Cerenti batas Inhu, sepanjang 3 Kilometer dilakukan pengaspalan jalan dan rawat rutin sepanjang 20 Kilometer dengan dana sebesar Rp11 miliar

Lantas, pada akhir masa pemerintahan Mursini-Halim tahun 2020 lalu, penerimaan DAK cukup menggembirakan. Kendati mengalami sedikit penurunan dibandingkan 2017 lalu, namun penerimaan jauh diatas angka yang diterima oleh pemerintahan Kuansing saat ini.

Pada tahun 2020 lalu, Pemerintah Mursini- Halim memperoleh kucuran anggaran yang cukup besar untuk DAK Bidang Jalan dan Irigasi.

Dari rincian alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun Aggaran 2020, Kuansing berada di peringkat empat paling besar menerima alokasi DAK bidang jalan dengan total Rp 45,623 miliar. Untuk peringkat pertama paling besar menerima DAK bidang jalan adalah Provinsi Riau.

Sedangkan di masa pemerintahan Suhardiman Amby, usulan dana DAK bidang jalan tahun 2022  hampir Rp 100 Milyar. Namun hanya disetujui sekitar Rp 10.4 Milyar. Atau hanya sekitar 10 persen dari total yang diusulkan.

Kerja keras yang dilakukan Pemkab Kuansing untuk merebut dana-dana pusat, termasuk dana alokasi khusus (DAK) tidak terlalu membuahkan hasil.

Estimasi penerimaan DAK 2025 untuk Kabupaten Kuansing sebesar hanya sebesar Rp32.951 miliar lebih. Dana itu bakal diperuntukkan bagi pembangunan jalan pelayanan dasar.

"Jadi untuk DAK 2025, Kuansing menerima Rp32,9 miliar lebih untuk pembangunan jalan pelayanan dasar," kata Kepala Dinas PUPR Kuansing Zulkarnain melalui Kabid Bina Marga Faisal, Sabtu (21/9/2024) kepada media bebrspa waktu lalu.

Kendati PUPR mengklaim terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya, namun tidak sebanding dengan pencapaian yang diterima Kuansing semasa pemerintahan Mursini-Halim. (hen).

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler