Mereka menduga adanya kong kali kong antara mahasiswa dengan pengurus sehingga sampai saat ini belum terlaksananya Rapat Akhir Tahun (RAT)yang sebelumnya ditunda karena situasi tidak kondusif.
Perwakilan pemuda Desa Tingkok, Porkot lubis didampingi Pemuda desa Lubuk Soting, Jasrin Siregar dan pemuda Desa Tambusai Timur, Rafiandi Rabu sore (27/9/2017) mengatakan bahwa GPMTT telah mengecewakan 1.500 anggota koperasi sawit perkasa timur, pasalnya apa yang menjadi tuntutan anggota tidak terpenuhi hingga saat ini, bahkan RAT yang sebelumnya ditunda karena tidak kondusif juga tidak terlaksana.
Adapun kekecewan anggota koperasi yang disampaikan kepada kami pemuda dari tiga desa diantaranya
Menduga adanya penyalah gunaan dana koperasi terhadap pihak tertu, Tidak adanya transparan pengurusan koperasi kepada anggota, yang mengakibatkan gaji anggota hanya Rp 25 ribu perdua bulan pada juni dan juli lalu.
Selanjutnya adanya ketidaksamaan penerimaan hak kami sesama anggota yang dilakukan pengurus, Tidak adanya perhatian pengurus terhadap lahan kebun kelapa sawit seluas 800 haktar yang sudah diserahkan oleh perusahaan melalui pola KKPA hingga menyebabkan lahan yang baru bisa dipanen hanya 300 haktar dan termasuk dugaan ada keuntungan yang diperoleh oleh pengurus GPMTT dari pengurus koperasi.
" Awalnya masalah ini kita percayakan kepada GPMTT, Tapi nyatanya ya seperti ini kami malah diabaikan " Ujar Porkot.
Kami yakin masalah koperasi sawit makmur perkasa dengan anggota
Dan pengurus tidak akan selesai apa lagi ketua GPMTT Paisal Siregar dan Sekjen Roganda tengah tersandung hukum dugaan pemerasan terhadap salah seorang Anggota DPRD rohul.
Makanya kami pemuda dari tiga desa berupaya untuk mencari jalan keluar, sesuai dengan kesepakatan anggota koperasi dari tiga desa.
Upaya yang sudah kita lakukan pertama meminta dinas koperasi rohul segera memfasilitasi agar RAT tetap dilaksanakan tahun ini, dan termasuk mendesak pengurus koperasi. " Jelas Porkot.(yus)