Kanal

Lebih Dekat dengan Masyarakat Adat Rantau Baru, LAMR Gelar Anjangsana Media

GUNA memperkenalkan lebih dalam adat istiadat di belahan Bumi Lancang Kuning, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau bersama insan pers gelar anjangsana ke Desa Rantau Baru, Kabupaten Pelalawan, Senin dan Rabu (19-21/6/2023).

Keberangkatan wartawan peliputan di LAMR ke Rantau Baru itu dilepas langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH), H Taufik Ikram Jamil, Senin sore (19/6/2023).

Muhibah insan pers ke Desa Rantau Baru tak lebih untuk mengetahui lebih mendetail kehidupan sosial, budaya, adat istiadat di daerah pinggiran Sungai Kampar tersebut.

"Ini kita lakukan agar informasi terkait adat istiadat di Desa Rantau Baru tersampaikan lewat media ke masyarakat Riau secara menyeluruh," ujar Datuk Seri H Taufik Ikram.

Usai foto bersama, sekira pukul 16.00 WIB, para awak media yang berjumlah 12 orang bertolak ke Pelalawan menuju Desa Rantau Baru dengan menggunakan bus Pariwisata 3/4. 

Setibanya dan beristirahat sejenak di salah satu hotel di Kota Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan, sekitar pukul 19.15 wib rombongan bertolak menuju Desa Rantau Baru untuk mengikuti acara pengajian dan doa bersama. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari acara Penangkatan atau Penabalan Batin Sibokol-bokol Datuk Sati Diraja Rantaubaru.

Pengajian dan doa bersama tersebut dimaksud agar acara besar tradisi adat istiadat warga desa yang masih kenal tersebut dapat berlangsung dan berjalan lancar tanpa kendala apapun. Direncanakan acara tersebut akan dihadiri Gubernur Riau, H Syamsuar.

Setelah menempuk perjalanan sekitar 17 kilomoter dari jalan koridor RAPP, bus pariwisata yang membawa rombongan wartawan dan LAM Riau tiba di Desa Rantaubaru sekitar pukul 17.55 wib. Semua rombongan akhirnya dibawa menuju rumah singgah miliki warga setempat sekitar 2 kilometer dari tempat bus terparkir.

Keramah tamahan warga membuat suasana kami semakin akrab. Jumlah kami yang cukup ramai membuat kepala Dusun Erwan Budiana membagi kami dalam dua kelompok. Satu Kelompok diarahkan menaiki rumah panggung bercat hijau dan satu kelompok lagi naik ke rumah panggung berada di sisi bagian kiri yang tak lain adalah rumah ketua Dusun.

Tak berselang lama rombongan yang sudah terbagi 2 kelompok dan mengisi kedua rumah yang terletak ditepi Sungai Kampar  tersbeut sudah disuguhi dengan makanan ala kampung. Nasi dan lauk pauk berada di dalam piring besar yang disebut makan Bejambat merupakan adat budaya asli warga Rantaubaru.

Usai makan dan perkenalan antara rombongan dan pemiliki rumah, kami dibawa menuju alun-alun. Sudah ramai orang tampak sibuk lalu lalang untuk mempersiapkan panggung dan tenda acara besok. 

Sekitar 1 jam mendapat penjelasan singkat sejarah dan perbadan Desa Rantaubaru yang duluhnya berada di Dusun Melako Kecil.  (bersambung)

 

 

 

 

-rls, vie

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler