RIAUIN.COM- Lokasi pengepul barang rongsokan yang berada di Desa Sitorajo Kari dikhawatirkan akan mengancam kesehatan warga.
Karena, lokasi penampungan barang rongsokan itu berada didalam pemukiman warga, bahkan berdekatan dengan sekolah MDA.
Berdasarkan pantauan Riauin.com, Jumat (3/3/2023), timbunan barang rongsokan itu telah menyebar nyaris mengelilingi lingkungan sekolah.
Oleh karena itu, warga setempat merasa khawatir anak anak yang belajar di MDA tersebut terjangkit malaria.
"Kami khawatir anak anak kami yang bersekolah disitu terjangkit malaria, karena lingkungan sekitar kotor," ujar salahseorang warga.
Rio pemilik penampungan ketika dikonfirmasi mengaku telah menjalani usaha penampungan barang rongsokan sejak tahun 2009 lalu.
Ia mengakui, dulu memang ada warga yang komplain, karena terlalu mepet ke sekolahan. "Tapi sekarang sudah kami pagar, tapi masih ada lagi warga yang komplain," herannya.
Rio mengaku usahanya itu telah memiliki izin resmi dari pemerintahan. "izin lengkap," ujarnya.
Sementara itu, Kadis DLH Kabupaten Kuansing Deflides Gusni menyarankan agar kegiatan usaha tidak berada didalam lingkungan sekolah.
"Kepala desa sebagai perpanjangan tangan pemerintahan daerah di desa mestinya menegur hal hal yang seperti itu, agar kegiatan belajar tidak terganggu," ucapnya.
Kendati demikian, Deflides mengaku akan meninjau langsung lokasi pengepul barang rongsokan itu sesuai dengan pengaduan warga tersebut.
"Nanti akan kami cek ke lokasi, izin seperti apa-nanti kami lihat," tuturnya.-hen