Kanal

800 Warga Didiagnosa dalam Setahun, Bupati Ingin Inhil Bebas Katarak

TEMBILAHAN, Riauin.com - Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H Muhammad Wardan, mencanangkan Inhil menjadi kabupaten bebas katarak. Pasalnya, angka katarak di Negeri Seribu Parit itu cukup besar, yakni 800 orang dalam setahun.

Langkah menjadikan Inhil bebas katarak itu sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang mencanangkan Indonesia Bebas Katarak tahun 2020.
 
Hal itu disampaikan Wardan saat membuka Bhakti Sosial Operasi Katarak dalam rangka Milad ke-52 Kabupaten Inhil, Sabtu (5/8).  Kegiatan digelar di halaman Rumah Sakit Umum Daerah Puri Husada Tembilahan.

Hadir di acara itu, Ketua Komisi 1 DPRD Inhil HM Yusuf Said, unsur Forkopimda Inhil, Ketua Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami), dr Efhandi Nukman SpM, Ketua K3S Inhil, Hj Zulaikhah Wardan dan pejabat Pemkab Inhil.

Untuk mencapai Inhil bebas katarak,  Wardan mengimbau Dinas Sosial Kabupaten Inhil agar menyiapkan dana anggaran untuk penyelenggaraan rutin kegiatan operasi katarak disertai dengan pengalokasian dana transportasi yang diperuntukkan bagi para penderita katarak guna mengikuti operasi tersebut.
 
"Dengan adanya anggaran dana untuk biaya transportasi bagi para pasien yang akan mengikuti operasi katarak, maka kegembiraan mereka akan terasa lengkap. Jadi, Dinas Sosial jangan hanya mendata, sediakan, anggarkan juga dana ini," kata Wardan.
 
Wardan menuturkan, setidaknya  sekitar 800 orang warga Inhil terdiagnosa menderita katarak setiap tahunnya. Untuk mengatasi pertambahan ini, maka dibutuhkan perhatian dan penanganan khusus bagi para penderita katarak dalam wujud penyelenggaraan operasi katarak gratis secara rutin seperti yang dilakukan saat ini.
 
Ditegaskan Wardan, jumlah penderita katarak itu setara dengan 2,1 persen jumlah penduduk Inhil. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah menggelar operasi katarak gratis beberapa kali dalam setahun.

"Jadi, kita tingkatkan lagi frekuensi penyelenggaraan operasi katarak demi menuju Inhil bebas katarak. Inilah bentuk keprihatinan dan kepedulian kita terhadap para penderita katarak," kata Wardan.
 
Kepada masyarakat Inhil, Wardan juga mengimbau untuk lebih responsif atas indikasi katarak yang dirasakan. Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke dokter sebelum terlambat.
 
"Kalau sekiranya nanti ada operasi katarak gratis yang diadakan kembali oleh RSUD Puri Husada, masyarakat boleh langsung mendaftarkan diri. Jangan diabaikan indikasi katarak, cepat pergi berobat sebelum berujung pada kebutaan," ingat Wardan.

Wardan mengharapkan, pelaksanaan operasi ini dapat membantu kesembuhan bagi penderita katarak, sehingga mereka melihat dan beraktifitas kembali dengan baik.  "Maka, saya minta para penderita katarak didata, sehingga nanti Inhil bisa bebas katarak," harapnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Puri Husada, dr Iranto, menyebutkan, operasi katarak  sudah dilaksanakan selama empat  tahun berturut-turut. Tiap tahun pesertanya terus meningkat.

Tahun ini ditargetkan yang  mengikuti operasi katarak yang dilaksanakan dari tanggal 5 sampai 6 Agustus mendatang sebanyak 250 orang.  "Namun yang layak mengikuti operasi sebanyak 223 orang," kata Irianto. (hrc)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler