Pedagang kerap menspekulasikan harga karena proses pendistribusian yang panjang. Hampir seluruh bahan makanan didapatkan dari Sumatra Barat dan Sumatra Utara hingga luar negeri.
Selain itu, spekulasi juga kerap terjadi karena stok bahan pangan tidak mencukupi atau dibatasi. "Sejumlah daerah produsen kerap membatasi ekspor ke Riau untuk mencukupi stok bahan makanan di daerahnya," ujarnya.
Lebih lanjut Mawardi mengayakana, bahan makanan paling berpengaruh terhadap inflasi di Riau. Sebab banyak sektor usaha bidang kuliner yang berada di Bumi Melayu itu.
"Inflasi di Riau mencapai 0,33 persen pada Januari 2016. Sehingga inflasi awal tahun ini cukup rendah dibandingkan pada awal tahun lalu yang hampir menyentuh satu persen," paparnya.
Ditambahkannya, tahun ini daya beli masyarakat Riau sedikit melemah karena dampak melemahnya perekonomian pada akhir 2015.
Sementara sektor lain yang juga mengalami kenaikan harga, yaitu kelompok perumahan, listrik dan gas sebesar 0,59 pefsen. Termasuk juga kelompok sandang 0,35 persen dan hanya kelompok transportasi yang mengalami penurunan harga, 1,09 persen. TSR