Kanal

Sudah Banyak Jatuh Miskin, Warga Pertanyakan Bantuan 40 Ribu Jiwa di Pekanbaru

PEKANBARU, Riauin.com - Rencana Walikota Pekanbaru Firdaus memberikan bantuan untuk 40 ribu warga selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dipertanyakan banyak pihak.  

Informasi yang dirangkum Riauin.com dilapangan, jumlah warga yang akan mendapatkan bantuan itu sangat kecil dibanding kondisi ekonomi masyarakat Pekanbaru hari ini.

"Saya baca di media hanya 40 ribu warga miskin yang akan mendapatkan bantuan dari Pemko, sesuai pernyataan Walikota Firdaus. Apa data itu tak salah? Sejak virus corona, si miskin bertambah banyak Pak Wali," kata Erwin, warga Jalan Purwodadi Panam, yang berprofesi sebagai karyawan swasta kepada Riauin.com, Senin (13/4).

Hal yang sama juga dikatakan Rahman, pedagang buah keliling di Kota Pekanbaru. Dia mempertanyakan dari mana bisa mengetahui bahwa namanya akan mendapatkan bantuan Pemko tersebut.

"Anak saya empat orang, yang besar baru kelas 6 SD. Sudah sebulan ini dagangan sepi. Saya senang mendengar kabar ada bantuan dari pemerintah, tapi apakah saya dapat. Kepada siapa kita tanyakan bahwa nama saya akan menerima bantuan itu," ujarnya.

Rudi, salah seorang mahasiswa Universitas Riau juga mempertanyakan kebijakan Walikota Pekanbaru itu. Dia khawatir, saat pembagian bantuan sembako itu akan terjadi gejolak di masyarakat.

"Ya, kalau hanya 40 ribu jiwa saja yang dapat bantuan, tentu resiko konflik bisa saja terjadi. Masalahnya, warga miskin sekarang sangat banyak di Pekanbaru. Apalagi sejak virus corona, warga tak bisa mencari nafkah. Tentu, jumlah si miskin bertambah banyak juga. Saya sarankan Pak Walikota data ulang warga miskin yang akan menerima bantuan ini agar tak menimbulkan gejolak saat membagikannya," jelas Rudi.

Dia meminta anggota Dewan yang duduk di DPRD Kota Pekanbaru jangan diam saja. Sebagai wakil rakyat, sudah seharusnya memperjuangkan nasib warganya.

"Tolong dong, wakil rakyat yang terhormat mempertanyakan hal ini ke Pak Walikota," tambahnya.

Seperti diberitakan, sekitar 40 ribu warga Kota Pekanbaru akan mendapatkan bantuan dari pemerintah selama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Walikota Pekanbaru Firdaus dalam keterangan pers, Minggu (12/4), menjelaskan, bantuan akan diberikan kepada warga miskin dan warga yang rentan menjadi miskin akibat wabah selama tiga bulan setelah Menteri Kesehatan menyetujui permohonan Pemko Pekanbaru untuk menerapkan PSBB.

"Masyarakat miskin, rawan miskin, dan rawan terdampak PSBB. Jumlah yang didata sekitar 39 ribu sampai 40 ribu di Kota Pekanbaru saat ini," kata Firdaus.

Adapun bantuan yang diberikan berupa  bahan pangan pokok yang akan disalurkan kepada warga terdampak menjelang bulan Ramadhan. Selain itu, pemerintah kota menyiapkan bantuan yang akan disalurkan setiap bulan.

Kata Firdaus, Pemerintah Provinsi Riau menyiapkan pemberian bantuan senilai Rp300 ribu per kepala keluarga (KK) untuk warga yang terdampak wabah.

"Tentu kita ngikut provinsi Rp300 ribu per KK per bulan. Penerimanya nanti mesti diatur agar jangan tumpang tindih," ujarnya.

Pemerintah Kota Pekanbaru mengusulkan penerapan PSBB selama tiga bulan ke Menteri Kesehatan karena melihat tren peningkatan kasus infeksi virus corona (COVID-19).

"Karena eskalasi penyebaran COVID-19 semakin tinggi tapi tidak diikuti pemahaman, kesadaran masyarakat kita tentang bahaya COVID-19 ini," kata Firdaus.(nal)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler