PILIHAN
Bawaslu Riau Gelar Rakor Pengawasan Jelang Pemilu
PEKANBARU, Riauin.com - Jelang pelaksanaan Pemilu, Bawaslu Riau menggelar rapat kordinasi (Rakor) persiapan pengawasan di Hotel Grand Central.
Rakor yang diselenggarakan sejak 1 sampai dengan 3 April ini diikuti oleh 200 pengawas Pemilu sebagai kabupaten dan kota di se Riau.
Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan mengatakan, Rakor tersebut dihadiri oleh Kordinator Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu RI, Mohammad Afifuddin.
Rusidi Rusdan menjelaskan, Rakor tersebut digelar untuk membekali para pengawas jelang dilakukannya pemungutan suara.
Dalam Pemilu nanti, pengawas diminta bekerja progresif dan inovatif termasuk dalam hasil pengawasan, maupun pelanggaran pemilu, tidak mengandalkan kerja konvensional.
"Setiap Pengawas harus dapat mengejar hasil penghitungan secara valid, maka dari itu Bawaslu mengeluarkan aplikasi Siwaslu. Pengawas harus menjaga kualitas pemilu, jangan mengeluh dengan banyaknya beban," ujar Rusidi, Selasa (2/4/2019).
Ia juga mewanti-wanti pengawas yang berada di daerah rawan agar melakukan jemput bola dan menjalin koordinasi yang baik dengan Forkopimda setempat.
Hal itu agar pengawas Pemilu di daerah rawan bisa segera menekan potensi pelangaran yang terjadi pada saat pemungutan suara.
Dari hasil pemetaan, Bawaslu Riau menyatakan ada 5 daerah rawan di Riau. Rusidi mengatakan, pemetaan tersebut dilakukan sejak Pileg 2014, Pilbup hingga Pilgub. "Kelima daerah tersebut yaitu, Kampar, Rohul, Bengkalis, Rohil dan Inhil," ujarnya.(int/nol)
Rakor yang diselenggarakan sejak 1 sampai dengan 3 April ini diikuti oleh 200 pengawas Pemilu sebagai kabupaten dan kota di se Riau.
Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan mengatakan, Rakor tersebut dihadiri oleh Kordinator Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu RI, Mohammad Afifuddin.
Rusidi Rusdan menjelaskan, Rakor tersebut digelar untuk membekali para pengawas jelang dilakukannya pemungutan suara.
Dalam Pemilu nanti, pengawas diminta bekerja progresif dan inovatif termasuk dalam hasil pengawasan, maupun pelanggaran pemilu, tidak mengandalkan kerja konvensional.
"Setiap Pengawas harus dapat mengejar hasil penghitungan secara valid, maka dari itu Bawaslu mengeluarkan aplikasi Siwaslu. Pengawas harus menjaga kualitas pemilu, jangan mengeluh dengan banyaknya beban," ujar Rusidi, Selasa (2/4/2019).
Ia juga mewanti-wanti pengawas yang berada di daerah rawan agar melakukan jemput bola dan menjalin koordinasi yang baik dengan Forkopimda setempat.
Hal itu agar pengawas Pemilu di daerah rawan bisa segera menekan potensi pelangaran yang terjadi pada saat pemungutan suara.
Dari hasil pemetaan, Bawaslu Riau menyatakan ada 5 daerah rawan di Riau. Rusidi mengatakan, pemetaan tersebut dilakukan sejak Pileg 2014, Pilbup hingga Pilgub. "Kelima daerah tersebut yaitu, Kampar, Rohul, Bengkalis, Rohil dan Inhil," ujarnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Level Merah, DLHK Tutup Taman Kota dan RTH
Antisipasi Titik Api Baru, BPBD Pekanbaru Gencarkan Patroli Lahan
Lampu Jalan Mati di 5 Kecamatan, PJU Pekanbaru Lumpuh Disatroni Maling
Konsentrasi PM2.5 Capai 149 µg/m³, BMKG Imbau Warga Pekanbaru Gunakan Masker
Diselimuti Kabut Asap, Bandara SSK II Pekanbaru Tetap Layani 57 Penerbangan
ISPU Tembus 220, Pemko Pekanbaru Liburkan Tatap Muka TK-SMP hingga Jumat
Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Level Merah, DLHK Tutup Taman Kota dan RTH
Antisipasi Titik Api Baru, BPBD Pekanbaru Gencarkan Patroli Lahan
Lampu Jalan Mati di 5 Kecamatan, PJU Pekanbaru Lumpuh Disatroni Maling
Konsentrasi PM2.5 Capai 149 µg/m³, BMKG Imbau Warga Pekanbaru Gunakan Masker
Diselimuti Kabut Asap, Bandara SSK II Pekanbaru Tetap Layani 57 Penerbangan
ISPU Tembus 220, Pemko Pekanbaru Liburkan Tatap Muka TK-SMP hingga Jumat