PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Ricuh Demonstran di Depan Istana, ini Kronologinya!
Aksi damai 4 November menjadi ricuh di malam hari (dtc)
Riauin.com - Aksi unjuk rasa 4 November seharusnya sudah harus bubar pada pukul 18.00 WIB. Akan tetapi sejumlah massa ternyata tetap bertahan dan terlibat kericuhan usai demo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (4/11/2016).
Kericuhan ini pun berangsung antara dua kelompok massa besar, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Front Pembela Islam (FPI). Dimana massa HMI memaksa ingin merangsek ke Istana dan massa FPI yang melindungi polisi.
Adapun kronologisnya, sekitar pukul 18.30 WIB sejumlah perwakilan massa yang ditemui Wapres JK menyampaikan hasil pertemuan kepada para demonstran.
"Presiden Jokowi tetap belum mau menerima kita. Yang kedua bapak wapres menawarkan dan menjamin agar kita semua memberikan waktu kepada Kapolri selama dua minggu," kata perwakilan massa melalui pengeras suara.
Rupanya sebagian massa tidak puas. Massa kemudian meneriakkan perang, jihad, revolusi sembari mengarah ke Jalan Medan Merdeka Barat.
Massa FPI langsung membentengi antara massa HMI dengan aparat. Terjadilah pelemparan botol air mineral dan batu bata dari massa berbendera HMI ke arah FPI. Massa FPI meminta tenang, tapi masih ada pelemparan botol air mineral.
"Hoi tenang kita bersaudara," pekik sejumlah anggota FPI.
Mereka sangat meyesalkan adanya aksi kisruh dan tetap berbaris di depan pagar Brimob sampai pukul 19.10.
Selanjutnya, arus kepulangan para pendemo di depan Istana Merdeka terus berangsur. Pantauan detikcom pukul 19.00 WIB, belasan bus bergerak meninggalkan kawasan Medan Merdeka Timur. Bus-bus tersebut terisi penuh oleh demonstran yang mayoritas mengenakan pakaian serba putih.
Bus-bus tersebut bergerak mengarah ke Masjid Istiqlal. Arus lalu lintas searah itu terpantau padat. Begitu juga dengan arah seballiknya yang menuju Tugu Tani terlihat penuh oleh kendaraan. (red/dtc)
Berita Lainnya
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing