PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
LPA Temukan Prostitusi Online Melibatkan Anak Usia Sekolah di Pekanbaru
ilustrasi
PEKANBARU, Riauin.com - Prostitusi berbasis online bukan merupakan hal baru di tanah air. Termasuk juga di Pekanbaru, di mana tidak jarang pelakunya justru masih usia sekolah. Hal ini menjadi pemandangan miris bagi banyak pihak.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Riau, Esther Yuliani, mengakui bahwa di Pekanbaru praktik prostitusi online tersebut masih terjadi. Bahkan dari temuannya beberapa waktu lalu, ada anak usia 12 tahun yang terlibat prostitusi tanpa diketahui oleh orang tuanya.
Untuk mencegah terjerumusnya anak-anak dalam prostitusi online, Esther menegaskan bahwa peran orang tua sangat penting. Orang tua harus memahami anak dan menjadi sahabat yang mendengarkan keluh-kesahnya.
"Saat ini banyak anak yang tidak dekat dengan orang tua, sehingga mereka mencari pelarian di luar keluarga," kata Esther, Rabu (9/1/2019).
Esther menyebutkan bahwa orang tua dewasa ini lebih banyak memberikan fasilitas kepada anak. Baik itu kendaraan, alat komunikasi, dan lainnya. Namun yang juga diperlukan anak, seperti perhatian mulai terabaikan.
"Meskipun orang tua sibuk, minimal tiap hari ada beberapa jam waktu khusus untuk orang tua dan anak," sebutnya.
"Orang tua juga perlu tahu seperti apa anak di Medsos, seperti apa lingkungannya, dengan siapa bergaul," kata Esther.
Di samping itu, untuk menekan prostitusi online yang menyasar anak, peran pemerintah dan penegak hukum juga penting. Aparat harus bisa bertindak tegas kepada penyalur prostitusi tersebut dan tidak tebang pilih.
Termasuk juga melibatkan pelaku usaha seperti wisma dan hotel. Pasalnya, tempat tersebut menjadi salah satu penunjang bisnis prostitusi online.
"Seperti kasus yang pernah kita temui, saat orang tua mendatangi sebuah hotel di Pekanbaru terlihat anaknya dengan penampilan berbeda," ungkap Esther.
"Penanganan terhadap prostitusi online ini harus bersama kita tekan. Masyarakat juga harus tingkatkan kepedulian di sekitar supaya anak-anak kita tidak terjerumus," cakap Esther.(int/nol)
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Riau, Esther Yuliani, mengakui bahwa di Pekanbaru praktik prostitusi online tersebut masih terjadi. Bahkan dari temuannya beberapa waktu lalu, ada anak usia 12 tahun yang terlibat prostitusi tanpa diketahui oleh orang tuanya.
Untuk mencegah terjerumusnya anak-anak dalam prostitusi online, Esther menegaskan bahwa peran orang tua sangat penting. Orang tua harus memahami anak dan menjadi sahabat yang mendengarkan keluh-kesahnya.
"Saat ini banyak anak yang tidak dekat dengan orang tua, sehingga mereka mencari pelarian di luar keluarga," kata Esther, Rabu (9/1/2019).
Esther menyebutkan bahwa orang tua dewasa ini lebih banyak memberikan fasilitas kepada anak. Baik itu kendaraan, alat komunikasi, dan lainnya. Namun yang juga diperlukan anak, seperti perhatian mulai terabaikan.
"Meskipun orang tua sibuk, minimal tiap hari ada beberapa jam waktu khusus untuk orang tua dan anak," sebutnya.
"Orang tua juga perlu tahu seperti apa anak di Medsos, seperti apa lingkungannya, dengan siapa bergaul," kata Esther.
Di samping itu, untuk menekan prostitusi online yang menyasar anak, peran pemerintah dan penegak hukum juga penting. Aparat harus bisa bertindak tegas kepada penyalur prostitusi tersebut dan tidak tebang pilih.
Termasuk juga melibatkan pelaku usaha seperti wisma dan hotel. Pasalnya, tempat tersebut menjadi salah satu penunjang bisnis prostitusi online.
"Seperti kasus yang pernah kita temui, saat orang tua mendatangi sebuah hotel di Pekanbaru terlihat anaknya dengan penampilan berbeda," ungkap Esther.
"Penanganan terhadap prostitusi online ini harus bersama kita tekan. Masyarakat juga harus tingkatkan kepedulian di sekitar supaya anak-anak kita tidak terjerumus," cakap Esther.(int/nol)
Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga