PILIHAN
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
Hingga Agustus 2018, DBD di Pekanbaru Mencapai 201 Kasus
ilustrasi
PEKANBARU, Riauin.com - Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mencatat hingga Agustus 2018 tercatat ada 201 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di ibukota provinsi Riau. Dari jumlah tersebut, Kecamatan Tampan masih mendominasi dengan jumlah 38 kasus.
"Berdasarkan data kami, jumlah kasus tertinggi masih didominasi usia anak-anak. Sementara jumlah total kasus terbanyak berada di kecamatan Tampan," kata Plt Kadiskes, Zaini Rizaldy, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Kota Pekanbaru, Gustiyanti, di Pekanbaru, Jumat (17/8/2018).
Ia menyebutkan, jika dibandingkan dengan tahun lalu di pekan yang sama, jumlah kasus DBD sudah menurun. Tahun lalu, pada minggu ke-32 kasus DBD mencapai 447 kasus. "Itu angka perbandingan tahun lalu dengan tahun ini," imbuhnya.
Untuk itu, Diskes Pekanbaru mengimbau agar masyarakat lebih aktif berperilaku hidup sehat agar terhindar dari DBD. "Lakukan 3 M plus. Menguras, menutup dan mendaurulang barang bekas," cakapnya.
Menurutnya, jika masyarakat menggunakan bak penampungan air, harus dibersihkan sekali dalam seminggu. Program memutus mata rantai DBD juga terus berjalan dengan adanya kader jumantik.
"Program kita terus jalan. Saat ini kita targetkan satu rumah ada satu kader jumantik," pungkasnya.
Berikut Data Pekan ke-32 Tahun 2018
Kecamatan Sukajadi: 14 kasus
Kecamatan Senapelan: 12 kasus
Kecamatan Pekanbaru Kota: 8 kasus
Kecamatan Rumbai Pesisir: 10 kasus
Kecamatan Rumbai: 8 kasus
Kecamatan Limapuluh: 79 kasus
Kecamatan Sail: 2 kasus
Kecamatan Bukit Raya: 16 kasus
Kecamatan Marpoyan Damai: 18 kasus
Kecamatan Tenayan Raya: 33 kasus
Kecamatan Tampan: 38 kasus
Kecamatan Payung Sekaki: 33 kasus (int/nol)
"Berdasarkan data kami, jumlah kasus tertinggi masih didominasi usia anak-anak. Sementara jumlah total kasus terbanyak berada di kecamatan Tampan," kata Plt Kadiskes, Zaini Rizaldy, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Kota Pekanbaru, Gustiyanti, di Pekanbaru, Jumat (17/8/2018).
Ia menyebutkan, jika dibandingkan dengan tahun lalu di pekan yang sama, jumlah kasus DBD sudah menurun. Tahun lalu, pada minggu ke-32 kasus DBD mencapai 447 kasus. "Itu angka perbandingan tahun lalu dengan tahun ini," imbuhnya.
Untuk itu, Diskes Pekanbaru mengimbau agar masyarakat lebih aktif berperilaku hidup sehat agar terhindar dari DBD. "Lakukan 3 M plus. Menguras, menutup dan mendaurulang barang bekas," cakapnya.
Menurutnya, jika masyarakat menggunakan bak penampungan air, harus dibersihkan sekali dalam seminggu. Program memutus mata rantai DBD juga terus berjalan dengan adanya kader jumantik.
"Program kita terus jalan. Saat ini kita targetkan satu rumah ada satu kader jumantik," pungkasnya.
Berikut Data Pekan ke-32 Tahun 2018
Kecamatan Sukajadi: 14 kasus
Kecamatan Senapelan: 12 kasus
Kecamatan Pekanbaru Kota: 8 kasus
Kecamatan Rumbai Pesisir: 10 kasus
Kecamatan Rumbai: 8 kasus
Kecamatan Limapuluh: 79 kasus
Kecamatan Sail: 2 kasus
Kecamatan Bukit Raya: 16 kasus
Kecamatan Marpoyan Damai: 18 kasus
Kecamatan Tenayan Raya: 33 kasus
Kecamatan Tampan: 38 kasus
Kecamatan Payung Sekaki: 33 kasus (int/nol)
Berita Lainnya
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap
Ribuan Hotspot Sumatera Ancam Kualitas Udara Pekanbaru, BMKG Imbau Warga Waspada Asap
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap
Ribuan Hotspot Sumatera Ancam Kualitas Udara Pekanbaru, BMKG Imbau Warga Waspada Asap
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila