PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Disperindag Pekanbaru Bakal Kurangi Pasokan Gas Pangkalan Nakal
PEKANBARU, Riauin.com - Pasokan gas ke pangkalan nakal terancam dikurangi. Kebijakan ini diambil Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Pekanbaru untuk membasmi pangkalan gas elpiji yang memainkan harga gas subsidi itu.
"Pangkalan yang berani jual gas subsidi melebihi harga eceran tertinggi (HET) Rp18 ribu per tabung saat ini menjadi target sanksi tegas tersebut," kata Kepala Disperindag Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, Senin (6/8/2018).
Kata dia, sanksi pengurangan pasokan gas terhadap pangkalan nakal sudah pernah diberlakukan. Pengurangan pasokan ini merupakan tindakan tegas yang dilakukan sebelum izin pangkalan ditutup.
Ia menuturkan, pihaknya telah memberi peringatan beberapa kali. "Tidak mengindahkan ya kita rekomendasikan kepada agen agar tidak mendapatkan pasokan sama sekali,†kata dia.
Pangkalan yang mendapatkan sanksi pengurangan pasokan biasanya setelah mendapat teguran satu kali oleh Disperindag. Kata dia, petugas Disperindag bakal memantau setiap pangkalan yang mendapat sanksi tersebut.
“Kita juga minta masyarakat ikut bersinergi dengan pemerintah mengawasi pangkalan. Pangkalan berani jual lebihi HET laporkan ke DPP akan kami tindak tegas,†kata dia.
Lanjutnya, pengawasan pangkalan dilakukan secara rutin berkoordinasi dengan pihak agen. Meski sekarang perizinan usaha pangkalan tidak berada di Disperindag, namun pengawasan masih jadi tupoksi instalasi tersebut.
“Pengawasan tetap di kita. Kita juga bisa merekomendasikan untuk sanksi pengurangan pasokan bahkan sampai penghentian pasokan. Kita rekomnya ke tingkat agen,†katanya.
Penegasan sanksi pangkalan nakal itu dilakukan lantaran banyak keluhan warga Pekanbaru terkait mahalnya harga gas 3 kilogram ketika membeli di pangkalan.
"Kita juga imbau agar membeli gas di pangkalan tidak dikedai atau warung yang harganya dipastikan melebihi HET," kata dia. (int/nol)
"Pangkalan yang berani jual gas subsidi melebihi harga eceran tertinggi (HET) Rp18 ribu per tabung saat ini menjadi target sanksi tegas tersebut," kata Kepala Disperindag Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, Senin (6/8/2018).
Kata dia, sanksi pengurangan pasokan gas terhadap pangkalan nakal sudah pernah diberlakukan. Pengurangan pasokan ini merupakan tindakan tegas yang dilakukan sebelum izin pangkalan ditutup.
Ia menuturkan, pihaknya telah memberi peringatan beberapa kali. "Tidak mengindahkan ya kita rekomendasikan kepada agen agar tidak mendapatkan pasokan sama sekali,†kata dia.
Pangkalan yang mendapatkan sanksi pengurangan pasokan biasanya setelah mendapat teguran satu kali oleh Disperindag. Kata dia, petugas Disperindag bakal memantau setiap pangkalan yang mendapat sanksi tersebut.
“Kita juga minta masyarakat ikut bersinergi dengan pemerintah mengawasi pangkalan. Pangkalan berani jual lebihi HET laporkan ke DPP akan kami tindak tegas,†kata dia.
Lanjutnya, pengawasan pangkalan dilakukan secara rutin berkoordinasi dengan pihak agen. Meski sekarang perizinan usaha pangkalan tidak berada di Disperindag, namun pengawasan masih jadi tupoksi instalasi tersebut.
“Pengawasan tetap di kita. Kita juga bisa merekomendasikan untuk sanksi pengurangan pasokan bahkan sampai penghentian pasokan. Kita rekomnya ke tingkat agen,†katanya.
Penegasan sanksi pangkalan nakal itu dilakukan lantaran banyak keluhan warga Pekanbaru terkait mahalnya harga gas 3 kilogram ketika membeli di pangkalan.
"Kita juga imbau agar membeli gas di pangkalan tidak dikedai atau warung yang harganya dipastikan melebihi HET," kata dia. (int/nol)
Berita Lainnya
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga
Bukan Lagi Kota Transit, Pekanbaru Jaring 836.000 Wisatawan di Awal 2026
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga
Bukan Lagi Kota Transit, Pekanbaru Jaring 836.000 Wisatawan di Awal 2026