PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
LAM Riau Ancam Blokade Jika Riau tak Dilibatkan Pengolaan Blok Rokan
PEKANBARU, Riauin.com - Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Syahril Abubakar ancam akan memblokade jika tuntutan agar daerah tak dilibatkan.
Menurut Syahril, dirinya tak memprovokasi masyarakat. Tetapi tuntutan apa yang telah disampaikan melalui pertemuan membahas rencana pengelolaan Blok Rokan oleh daerah, di Gedung LAM Riau malam ini adalah tuntutan atas nama masyarakat Riau.
"Kalau aspirasi kita tak didengar, maka kita akan memblokade pada titik tertentu. Kita tidak memprovokasi, tapi ini juga bagian dari hak Riau," kata Syahril, Selasa (31/7/18).
Menurut Syahril, dia tak main-main soal ancaman jika tuntutan agar daerah tak dilibatkan tersebut diabaikan pusat. Karena sejatinya, hak masyarakat Riau agar bisa terlibat dalam pengelolaan minyak yang operasinya ada di Riau.
Pada kesempatan ini, Syahril juga sempat menantang para intelejen yang hadir pada pertemuan malam ini agar dengan lantang menyampaikan apa yang sudah menjadi kesepakatan, agar daerah dilibatkan dalam pengelolaan Blok Rokan.
"Saya yakin, disini pasti ada intelejen. Sampaikan ke pemerintah sana, bahwa Riau menuntut agar Riau dilibatkan dalam pengelolaan pertambangan minyak yang ada di Riau, termasuk Blok Rokan," ungkap Syahril.
Hadir juga pada kesempatan ini Ketua Majlis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau Al Azhar, mantan Wakil Gubernur Riau yang juga pengurus LAM Riau Wan Abubakar. Rektor Universitas RiauUIR Syafrinaldi, para mahasiwa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM dari berbagai universitas. Dua anggota DPRD Riau Bagus Santoso dan Asri Auzar.(int/nol)
Menurut Syahril, dirinya tak memprovokasi masyarakat. Tetapi tuntutan apa yang telah disampaikan melalui pertemuan membahas rencana pengelolaan Blok Rokan oleh daerah, di Gedung LAM Riau malam ini adalah tuntutan atas nama masyarakat Riau.
"Kalau aspirasi kita tak didengar, maka kita akan memblokade pada titik tertentu. Kita tidak memprovokasi, tapi ini juga bagian dari hak Riau," kata Syahril, Selasa (31/7/18).
Menurut Syahril, dia tak main-main soal ancaman jika tuntutan agar daerah tak dilibatkan tersebut diabaikan pusat. Karena sejatinya, hak masyarakat Riau agar bisa terlibat dalam pengelolaan minyak yang operasinya ada di Riau.
Pada kesempatan ini, Syahril juga sempat menantang para intelejen yang hadir pada pertemuan malam ini agar dengan lantang menyampaikan apa yang sudah menjadi kesepakatan, agar daerah dilibatkan dalam pengelolaan Blok Rokan.
"Saya yakin, disini pasti ada intelejen. Sampaikan ke pemerintah sana, bahwa Riau menuntut agar Riau dilibatkan dalam pengelolaan pertambangan minyak yang ada di Riau, termasuk Blok Rokan," ungkap Syahril.
Hadir juga pada kesempatan ini Ketua Majlis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau Al Azhar, mantan Wakil Gubernur Riau yang juga pengurus LAM Riau Wan Abubakar. Rektor Universitas RiauUIR Syafrinaldi, para mahasiwa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM dari berbagai universitas. Dua anggota DPRD Riau Bagus Santoso dan Asri Auzar.(int/nol)
Berita Lainnya
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga
Bukan Lagi Kota Transit, Pekanbaru Jaring 836.000 Wisatawan di Awal 2026
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga
Bukan Lagi Kota Transit, Pekanbaru Jaring 836.000 Wisatawan di Awal 2026