PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Bawaslu Harus Copot Baliho
PEKANBARU, Riauin.com - Munculnya sejumlah baliho ukuran besar bertuliskan "Salam 4 Jari" dengan latar belakang warna kuning menuai protes. Baliho tersebut dinilai sudah tergolong kampanye nomor urut yang dilakukan oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar.
Ketua Harian Koalisi Riau Bersatu (KARIB) Tengku Zulmizan F Assegaf) mengatakan pihaknya keberatan, dan sudah melaporkannya kepada Bawaslu Riau.
"Kami keberatan dan minta Bawaslu mencopot baliho non APK resmi. Baliho tersebut dipasang secara masif di beberapa titik di Pekanbaru dan juga kemungkinan di Riau. Ini bukan lagi kampanye terselubung tapi kampanye terang-terangan," kata Zulmizan dalam pers rilisnya.
Adapun alasan kenapa baliho tersebut harus dicopot, kata Zulmizan, pertama, saat ini sedang berlangsung kampanye pilkada Gubernur, dimana ada pasangan calon bernomor urut 4 yang selalu punya identitas mengacungkan 4 Jari sebagai simbol nomor urut 4.
Kedua, figur yang mengacungkan simbol 4 Jari pada baliho tersebut yang bernama Airlangga Hartarto adalah ketua umum partai Golkar yang bukan kebetulan partai pengusung Paslon nomor urut 4.
Ketiga, nama Airlangga Hartarto termasuk dalam daftar juru kampanye Paslon nomor urut 4.
"Jadi jelas sekali bahwa di baliho tersebut dia sedang berkampanye dengan sangat terang-terangan. Kami minta Bawaslu segera menindak pihak yang memasang baliho ini dan juga orang di dalam baliho yang nyata-nyata berkampanye secara melanggar aturan, sudah tergolong TSM (Terstruktur, Sistemik, Masif, red)," tutup Zulmizan.(rls)
Ketua Harian Koalisi Riau Bersatu (KARIB) Tengku Zulmizan F Assegaf) mengatakan pihaknya keberatan, dan sudah melaporkannya kepada Bawaslu Riau.
"Kami keberatan dan minta Bawaslu mencopot baliho non APK resmi. Baliho tersebut dipasang secara masif di beberapa titik di Pekanbaru dan juga kemungkinan di Riau. Ini bukan lagi kampanye terselubung tapi kampanye terang-terangan," kata Zulmizan dalam pers rilisnya.
Adapun alasan kenapa baliho tersebut harus dicopot, kata Zulmizan, pertama, saat ini sedang berlangsung kampanye pilkada Gubernur, dimana ada pasangan calon bernomor urut 4 yang selalu punya identitas mengacungkan 4 Jari sebagai simbol nomor urut 4.
Kedua, figur yang mengacungkan simbol 4 Jari pada baliho tersebut yang bernama Airlangga Hartarto adalah ketua umum partai Golkar yang bukan kebetulan partai pengusung Paslon nomor urut 4.
Ketiga, nama Airlangga Hartarto termasuk dalam daftar juru kampanye Paslon nomor urut 4.
"Jadi jelas sekali bahwa di baliho tersebut dia sedang berkampanye dengan sangat terang-terangan. Kami minta Bawaslu segera menindak pihak yang memasang baliho ini dan juga orang di dalam baliho yang nyata-nyata berkampanye secara melanggar aturan, sudah tergolong TSM (Terstruktur, Sistemik, Masif, red)," tutup Zulmizan.(rls)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK