PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Demokrat Tak Ingin Muncul Calon Tunggal di Pilpres 2019
Yogyakarta - Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menyebut keberadaan calon tunggal di negara demokrasi seperti Indonesia adalah sebuah kemunduran. Partai Demokrat pun mengantisipasi munculnya calon tunggal di Pilpres 2019.
"Calon tunggal adalah kemunduran dalam demokrasi. Calon tunggal itu kita mundur jauh sekali ke belakang," kata Hinca kepada wartawan di kawasan Alun-alun Utara Kota Yogyakarta, Minggu (8/4/2018) malam.
Menurutnya, di negara demokrasi seperti Indonesia justru yang dibutuhkan adalah banyaknya pilihan calon di pilpres. Harapannya, rakyat bebas memilih dan menentukan calon sesuai kehendaknya.
"Pilihan-pilihan yang banyak tentang pemimpin itu akan jauh lebih baik, sehingga masyarakat punya pilihan lebih banyak," sebutnya.
Selanjutnya, dalam kesempatan ini Hinca juga mengomentari #2019GantiPresiden. Baginya, tagar seperti itu adalah hal yang biasa terutama menjelang pilpres seperti sekarang ini.
"Demokrat itu membaca gerakan atau kampanye tagar #2019GantiPresiden itu biasa saja. Bagi yang mau mengganti presiden 2019 tentu itu tagarnya. Tapi bagi yang ingin meneruskan dia akan bilang 2 periode, itu sah-sah saja," ungkapnya.
Saat ditanya posisi Demokrat apakah akan mengusung Jokowi atau mengusung calon lain di pilpres 2019 Hinca tidak tegas menjawab. Dia hanya mengatakan partainya sedang bekerja, dan sedang menyiapkan kadernya, AHY, menjajaki kemungkinan maju baik sebagai capres maupun cawapres.
"Demokrat mempersiapkan Mas AHY, besok pagi akan masuk ke Yogya. Beliau salah satu putra terbaik yang ada di Demokrat. Sekarang (AHY) terus bekerja keras keliling Nusantara, tour ke Jawa Timur sebelumnya tour Jawa Barat, sekarang tour ke Yogyakarta," tutupnya. (int/nol)
sumber: detik
"Calon tunggal adalah kemunduran dalam demokrasi. Calon tunggal itu kita mundur jauh sekali ke belakang," kata Hinca kepada wartawan di kawasan Alun-alun Utara Kota Yogyakarta, Minggu (8/4/2018) malam.
Menurutnya, di negara demokrasi seperti Indonesia justru yang dibutuhkan adalah banyaknya pilihan calon di pilpres. Harapannya, rakyat bebas memilih dan menentukan calon sesuai kehendaknya.
"Pilihan-pilihan yang banyak tentang pemimpin itu akan jauh lebih baik, sehingga masyarakat punya pilihan lebih banyak," sebutnya.
Selanjutnya, dalam kesempatan ini Hinca juga mengomentari #2019GantiPresiden. Baginya, tagar seperti itu adalah hal yang biasa terutama menjelang pilpres seperti sekarang ini.
"Demokrat itu membaca gerakan atau kampanye tagar #2019GantiPresiden itu biasa saja. Bagi yang mau mengganti presiden 2019 tentu itu tagarnya. Tapi bagi yang ingin meneruskan dia akan bilang 2 periode, itu sah-sah saja," ungkapnya.
Saat ditanya posisi Demokrat apakah akan mengusung Jokowi atau mengusung calon lain di pilpres 2019 Hinca tidak tegas menjawab. Dia hanya mengatakan partainya sedang bekerja, dan sedang menyiapkan kadernya, AHY, menjajaki kemungkinan maju baik sebagai capres maupun cawapres.
"Demokrat mempersiapkan Mas AHY, besok pagi akan masuk ke Yogya. Beliau salah satu putra terbaik yang ada di Demokrat. Sekarang (AHY) terus bekerja keras keliling Nusantara, tour ke Jawa Timur sebelumnya tour Jawa Barat, sekarang tour ke Yogyakarta," tutupnya. (int/nol)
sumber: detik
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK