PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Meski Sudah Memaafkan, PA 212 Tetap Demo Sukmawati Hari Ini
Jakarta, Riauin.com - Persaudaraan Alumni (PA) 212 sudah memaafkan Sukmawati Soekarnoputri terkait puisinya yang berjudul 'Ibu Indonesia'. Meski demikian, PA 212 tetap menggelar demo kepada Sukmawati siang ini.
"Kalau memaafkan, kita sebagai umat Islam, sebagai orang Muslim, ya kita wal 'afina 'anin nas. Selalu memaafkan siapa pun yang meminta maaf, juga dalam hal lain ini tidak begitu saja selesai. Kalau begitu saja, dikhawatirkan minta maaf nanti akan bergulir, terjadi lagi kasus-kasus yang serupa," ujar Sekretaris Persaudaraan Alumni 212, Bernard Abdul Jabbar, kepada wartawan, Kamis (5/4/2018) malam.
Bernard membandingkan kasus Sukmawati dengan kasus lain seperti yang dialami ustaz Alfian Tanjung, Jonru Ginting hingga Asma Dewi yang tetap diproses oleh polisi. Dia ingin proses hukum terus berjalan agar ada efek jera pada pelaku.
"Mereka juga disidang, bahkan sudah ada yang diputus si Buni Yani dan lain sebagainya. Maka tugas kita harus berharap ada keadilan hukum yang ditegakkan di Indonesia ini sebagai negara hukum yang tidak boleh semaunya orang untuk dimaafkan saja begitu saja, tetapi harus ada efek jera sehingga dia tidak melakukan perbuatan yang kedua kalinya," jelas Bernard.
Bernard membantah aksi yang akan dilakukan usai salat Jumat itu menimbulkan kegaduhan. Dia berjanji aksi yang dilakukan berlangsung damai.
"Kegaduhan apa yang dibuat, selama ini kan aksi-aksi kita nggak pernah gaduh. Yang lain saja yang membuat gaduh, yang bilang seperti ada kegaduhan. Kegaduhan nggak ada itu," sebutnya.
Sebelumnya, Ketum MUI KH Ma'ruf Amin mengimbau agar masyarakat tidak menggelar aksi terkait puisi 'Ibu Indonesia'. Alasannya, Sukmawati sudah menyampaikan permohonan maaf atas kontroversi puisinya.
"(Sukmawati) memang tidak ada niatan menghina dan menodai agama Islam karena itu kami bisa memaklumi dan menyampaikan permohonan maaf beliau. Kami mengajak seluruh umat Islam untuk bisa menerima permohonan maaf beliau, tidak lagi melakukan kegiatan-kegiatan," ujar Ma'ruf di kantor MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (5/4).(int/nol)
sumber: detik
"Kalau memaafkan, kita sebagai umat Islam, sebagai orang Muslim, ya kita wal 'afina 'anin nas. Selalu memaafkan siapa pun yang meminta maaf, juga dalam hal lain ini tidak begitu saja selesai. Kalau begitu saja, dikhawatirkan minta maaf nanti akan bergulir, terjadi lagi kasus-kasus yang serupa," ujar Sekretaris Persaudaraan Alumni 212, Bernard Abdul Jabbar, kepada wartawan, Kamis (5/4/2018) malam.
Bernard membandingkan kasus Sukmawati dengan kasus lain seperti yang dialami ustaz Alfian Tanjung, Jonru Ginting hingga Asma Dewi yang tetap diproses oleh polisi. Dia ingin proses hukum terus berjalan agar ada efek jera pada pelaku.
"Mereka juga disidang, bahkan sudah ada yang diputus si Buni Yani dan lain sebagainya. Maka tugas kita harus berharap ada keadilan hukum yang ditegakkan di Indonesia ini sebagai negara hukum yang tidak boleh semaunya orang untuk dimaafkan saja begitu saja, tetapi harus ada efek jera sehingga dia tidak melakukan perbuatan yang kedua kalinya," jelas Bernard.
Bernard membantah aksi yang akan dilakukan usai salat Jumat itu menimbulkan kegaduhan. Dia berjanji aksi yang dilakukan berlangsung damai.
"Kegaduhan apa yang dibuat, selama ini kan aksi-aksi kita nggak pernah gaduh. Yang lain saja yang membuat gaduh, yang bilang seperti ada kegaduhan. Kegaduhan nggak ada itu," sebutnya.
Sebelumnya, Ketum MUI KH Ma'ruf Amin mengimbau agar masyarakat tidak menggelar aksi terkait puisi 'Ibu Indonesia'. Alasannya, Sukmawati sudah menyampaikan permohonan maaf atas kontroversi puisinya.
"(Sukmawati) memang tidak ada niatan menghina dan menodai agama Islam karena itu kami bisa memaklumi dan menyampaikan permohonan maaf beliau. Kami mengajak seluruh umat Islam untuk bisa menerima permohonan maaf beliau, tidak lagi melakukan kegiatan-kegiatan," ujar Ma'ruf di kantor MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (5/4).(int/nol)
sumber: detik
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK