PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Mobil Mahasiswa Riau yang Jadi Sopir GoCar Ditemukan di Jurang Sumatara Utara
PEKANBARU, Riauin.com - Mobil Suzuki Ertiga warna putih dengan nomor polisi BM 1654 NV milik Ardhie Nur Aswan (23) dilaporkan menghilang sejak Ahad (22/10/2017), akhirnya ditemukan.
Mobil sopir taksi online Go-Car itu ditemukan ringsek di sebuah jurang di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Diduga mobil tersebut sengaja dibuang pelaku ke dalam jurang untuk menghilangkan jejaknya usai menghabisi korban.
Saat ini, mobil milik korban Ardhie Nur Aswan telah diangkat dan dalam perjalanan menuju ke Pekanbaru menggunakan truk derek.
Polisi juga masih menunggu hasil tes deoxyribonucleic acid (DNA) untuk mengungkap kerangka yang diduga merupakan Ardhie Nur Aswan.
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto SIK SH MH, saat dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, Kompol Bimo Arianto SIK, membenarkan telah penemuan barang bukti mobil milik Ardhie Nur Aswan tersebut.
"Mobil ditemukan di sebuah jurang di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara," cakap Bimo, Senin (27/11/2017).
Menurut Bimo, pihaknya juga masih memburu pelaku sambil menunggu hasil pemeriksaan DNA sebagai petunjuk.
Sebelum ada hasil tes DNA, polisi belum berani menyebut kalau kerangka yang ditemukan di areal kebun sawit milik masyarakat di jalan Lintas Pekanbaru - Duri KM 57 Kelurahan Telaga Sam- am, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak merupakan korban Ardhie Nur Aswan.
"Secara kedokteran kita belum tahu dia siapa, semua ada prosesnya. Dari temuan barang bukti baju dan celana yang ditemukan di TKP, boleh saja keluarga mengaku itu merupakan korban, harus dipastikan dulu dengan tes DNA," jelasnya, seperti dilansir dari cakaplah.
Ia menjelaskan, hasil pemeriksan DNA berguna untuk mengungkap identitas korban dan kasus tersebut.
Sampel darah kedua orangtua Ardhie Nur Aswan ini akan dicocokkan dengan kerangka yang diduga merupakan korban.
Ardhie Nur Aswan, mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Riau yang nyambi menjadi sopir taksi online Go-Car. Ia dilaporkan menghilang sejak Ahad (22/10/2017) sekitar pukul 20.00 WIB.
Warga jalan Delima Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau itu dilaporkan saat mengantar orderan menggunakan mobil Suzuki Ertiga BM 1654 NV menuju jalan Riau di Pekanbaru.
Keluarga sudah membuat laporan hilangnya korban ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Pekanbaru.(nol)
Mobil sopir taksi online Go-Car itu ditemukan ringsek di sebuah jurang di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Diduga mobil tersebut sengaja dibuang pelaku ke dalam jurang untuk menghilangkan jejaknya usai menghabisi korban.
Saat ini, mobil milik korban Ardhie Nur Aswan telah diangkat dan dalam perjalanan menuju ke Pekanbaru menggunakan truk derek.
Polisi juga masih menunggu hasil tes deoxyribonucleic acid (DNA) untuk mengungkap kerangka yang diduga merupakan Ardhie Nur Aswan.
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto SIK SH MH, saat dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, Kompol Bimo Arianto SIK, membenarkan telah penemuan barang bukti mobil milik Ardhie Nur Aswan tersebut.
"Mobil ditemukan di sebuah jurang di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara," cakap Bimo, Senin (27/11/2017).
Menurut Bimo, pihaknya juga masih memburu pelaku sambil menunggu hasil pemeriksaan DNA sebagai petunjuk.
Sebelum ada hasil tes DNA, polisi belum berani menyebut kalau kerangka yang ditemukan di areal kebun sawit milik masyarakat di jalan Lintas Pekanbaru - Duri KM 57 Kelurahan Telaga Sam- am, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak merupakan korban Ardhie Nur Aswan.
"Secara kedokteran kita belum tahu dia siapa, semua ada prosesnya. Dari temuan barang bukti baju dan celana yang ditemukan di TKP, boleh saja keluarga mengaku itu merupakan korban, harus dipastikan dulu dengan tes DNA," jelasnya, seperti dilansir dari cakaplah.
Ia menjelaskan, hasil pemeriksan DNA berguna untuk mengungkap identitas korban dan kasus tersebut.
Sampel darah kedua orangtua Ardhie Nur Aswan ini akan dicocokkan dengan kerangka yang diduga merupakan korban.
Ardhie Nur Aswan, mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Riau yang nyambi menjadi sopir taksi online Go-Car. Ia dilaporkan menghilang sejak Ahad (22/10/2017) sekitar pukul 20.00 WIB.
Warga jalan Delima Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau itu dilaporkan saat mengantar orderan menggunakan mobil Suzuki Ertiga BM 1654 NV menuju jalan Riau di Pekanbaru.
Keluarga sudah membuat laporan hilangnya korban ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Pekanbaru.(nol)
Berita Lainnya
Mesin PETI Depan Rumah Warga Dibakar Polisi Kuansing, Operator Lolos Lewat Sungai
Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU
Polres Rohil Cokok Otak Pembakaran Perahu dan Jaring Ikan di Tanjung Balai
Polisi Tangkap Empat Pembakar Lahan dan Kawasan Hutan di Siak
Usut Izin Hutan Kuansing, KPK Dalami Aliran Uang Koperasi ke Kemenhut
Polres Rohul Tangkap Penggarap Kawasan Hutan Terkait Karhutla Empat Hektar
Mesin PETI Depan Rumah Warga Dibakar Polisi Kuansing, Operator Lolos Lewat Sungai
Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU
Polres Rohil Cokok Otak Pembakaran Perahu dan Jaring Ikan di Tanjung Balai
Polisi Tangkap Empat Pembakar Lahan dan Kawasan Hutan di Siak
Usut Izin Hutan Kuansing, KPK Dalami Aliran Uang Koperasi ke Kemenhut
Polres Rohul Tangkap Penggarap Kawasan Hutan Terkait Karhutla Empat Hektar