Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
Pemuka Agama dan Tokoh Masyarakat Riau Ajak Jaga Ketentraman Saat Unjuk Rasa
RIAUIN.COM - Menyusul berlangsungnya aksi demonstrasi di Pekanbaru, para pemimpin agama, tokoh masyarakat, dan pejabat pemerintah di Provinsi Riau bersama-sama mengimbau agar para peserta aksi menjaga ketenangan dan menghindari tindakan kekerasan.
KH Abdurrahman Qoharuddin, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Riau, mengingatkan pentingnya mengendalikan tutur kata dan perilaku di lokasi aksi. Menurutnya, kata-kata yang kasar bisa memperburuk suasana.
“Emosi yang tak terkendali seringkali dipicu oleh ucapan yang kurang pantas. Oleh sebab itu, kita harus bisa menjaga diri agar tidak terpancing, dan petugas di lapangan pun diharapkan mampu meredam suasana,” ujarnya saat ditemui di Gedung Balai Daerah Serindit, Pekanbaru, Senin (1/9/2025).
KH Abdurrahman juga menyampaikan bahwa para tokoh lintas agama terus mengajak umatnya untuk bersikap damai. Pesan tersebut dinilai cukup efektif karena diikuti oleh jamaah masing-masing.
“Kami selalu menyerukan agar masyarakat tetap tenang, karena biasanya apa yang disampaikan oleh tokoh agama sangat diperhatikan oleh umatnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa komunikasi yang baik menjadi kunci untuk meredakan berbagai persoalan. Budaya Melayu yang mengedepankan kesopanan menjadi modal utama dalam menjaga suasana kondusif di Riau.
“Komunikasi yang terbuka adalah kunci penyelesaian masalah. Semoga budaya Melayu yang menjunjung tinggi sopan santun dapat terus kita pelihara bersama,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Riau, Abdul Wahid, menegaskan bahwa unjuk rasa adalah hak yang dilindungi hukum, namun harus tetap dijaga agar tidak berujung pada kekerasan.
“Unjuk rasa itu sah dan diatur dalam undang-undang. Pemerintah sangat menghargai ruang aspirasi, tapi yang menjadi perhatian adalah bila aksi tersebut berubah menjadi anarkis dan tidak terkendali,” katanya.
Menurut Abdul Wahid, keamanan dan ketenangan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan. Jika kondisi tersebut terganggu, berbagai aktivitas vital seperti ekonomi, sosial, dan pendidikan juga akan terdampak.
“Kami ingin Indonesia dan Riau tetap aman dan damai. Karena keamanan adalah fondasi utama pembangunan. Ketika ketentraman terganggu, berbagai kegiatan masyarakat akan terhambat,” pungkasnya. (Nab)
Berita Lainnya
Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 112,8 µg/m³
DPRD Riau Buat Opsi Sanksi Tutup Paksa Tambang Galian C Ilegal di Kampar
Diskes Riau Minta Tambahan 850 Ribu Masker ke Pusat Akibat Karhutla
Ancam 1.248 Hektare Kebun Kelapa, Pemprov Riau dan Pemkab Inhil Fokus Tangani Abrasi Kuala Selat
Pemprov Riau Usul Bantuan Pusat untuk Penataan Pesisir Inhil
Beda Data PPh Migas WK Rokan, Pemprov Riau Minta Penjelasan DJP dan SKK Migas
Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 112,8 µg/m³
DPRD Riau Buat Opsi Sanksi Tutup Paksa Tambang Galian C Ilegal di Kampar
Diskes Riau Minta Tambahan 850 Ribu Masker ke Pusat Akibat Karhutla
Ancam 1.248 Hektare Kebun Kelapa, Pemprov Riau dan Pemkab Inhil Fokus Tangani Abrasi Kuala Selat
Pemprov Riau Usul Bantuan Pusat untuk Penataan Pesisir Inhil
Beda Data PPh Migas WK Rokan, Pemprov Riau Minta Penjelasan DJP dan SKK Migas