Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
Pemprov Riau Gencarkan Pasar Murah Tekan Harga Pangan
RIAUIN.COM – Pemerintah Provinsi Riau terus berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar tetap terjangkau di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar di berbagai kecamatan, termasuk di Kecamatan Rumbai Barat pada Senin (1/9/2025).
Gubernur Riau, Abdul Wahid, menegaskan pentingnya inisiatif ini untuk meredam laju inflasi, terutama dari sektor pangan yang menjadi kontributor terbesar. Ia menyebutkan bahwa kegiatan pasar murah ini telah berlangsung secara bergilir selama tiga bulan terakhir di berbagai wilayah.
“Hampir setiap hari kita adakan pasar murah di lokasi yang berbeda. Ini bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Riau bersama PT Riau Pangan Bertuah agar masyarakat bisa mendapatkan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya di halaman Kantor Camat Rumbai Barat.
Menurut Gubernur Wahid, upaya ini sangat penting agar daya beli masyarakat, khususnya kelompok ekonomi rentan, tetap bisa terjaga.
“Kita ingin masyarakat tetap bisa membeli kebutuhan pokok meski selisih harga hanya Rp500. Nilai itu sangat berarti bagi mereka,” jelasnya.
Ia mencontohkan, harga beras SPHP yang di pasaran mencapai Rp65.000, dijual di pasar murah seharga Rp60.000, bahkan turun lagi menjadi Rp58.000 atas permintaan warga. Begitu pula dengan minyak goreng yang diturunkan dari harga Rp15.500 menjadi Rp15.000.
Sementara itu, salah satu warga, Wisnarti, menyampaikan rasa syukurnya atas adanya Gerakan Pangan Murah. Sebagai pelaku usaha kecil, ia sangat merasakan manfaat dari selisih harga tersebut.
“Selisihnya lumayan buat kami yang ekonominya pas-pasan. Saya jualan kue, jadi butuh minyak dan gula yang harganya bisa dijangkau,” ungkapnya.
Ia pun berharap program seperti ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah.
“Kalau bisa rutin aja tiap bulan. Kami tunggu-tunggu kalau ada informasi pasar murah,” harap Wisnarti. (Nab)
Berita Lainnya
Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 112,8 µg/m³
DPRD Riau Buat Opsi Sanksi Tutup Paksa Tambang Galian C Ilegal di Kampar
Diskes Riau Minta Tambahan 850 Ribu Masker ke Pusat Akibat Karhutla
Ancam 1.248 Hektare Kebun Kelapa, Pemprov Riau dan Pemkab Inhil Fokus Tangani Abrasi Kuala Selat
Pemprov Riau Usul Bantuan Pusat untuk Penataan Pesisir Inhil
Beda Data PPh Migas WK Rokan, Pemprov Riau Minta Penjelasan DJP dan SKK Migas
Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 112,8 µg/m³
DPRD Riau Buat Opsi Sanksi Tutup Paksa Tambang Galian C Ilegal di Kampar
Diskes Riau Minta Tambahan 850 Ribu Masker ke Pusat Akibat Karhutla
Ancam 1.248 Hektare Kebun Kelapa, Pemprov Riau dan Pemkab Inhil Fokus Tangani Abrasi Kuala Selat
Pemprov Riau Usul Bantuan Pusat untuk Penataan Pesisir Inhil
Beda Data PPh Migas WK Rokan, Pemprov Riau Minta Penjelasan DJP dan SKK Migas