Pj Sekda Riau Minta Penegakan Hukum Agraria Harus Tegas Tanpa Pengecualian
RIAUIN.COM – Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) dibentuk sebagai forum koordinasi lintas sektor guna menata ulang struktur penguasaan, kepemilikan, serta pemanfaatan lahan agar lebih adil dan merata. Tujuannya adalah mencegah potensi konflik yang bisa merugikan berbagai pihak.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Riau, M Job Kurniawan menegaskan bahwa keberhasilan program GTRA bukan sekadar dilihat dari jumlah sertifikat tanah yang diterbitkan, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat atas kepastian hukum atas aset mereka.
“Yang menjadi ukuran utama adalah perubahan positif dalam kehidupan masyarakat akibat kepastian terhadap aset tanah yang dimiliki,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi GTRA yang digelar di Ruang Kenanga, Kantor Gubernur Riau, Selasa (12/8/2025).
Menurutnya, Riau menghadapi berbagai persoalan agraria yang kompleks. Di antaranya adalah tumpang tindih izin, klaim atas tanah adat setelah investasi berjalan, perebutan lahan perkebunan sawit, hingga konflik antara masyarakat, swasta, dan pemerintah.
Situasi ini menciptakan ketegangan yang berpotensi merusak iklim investasi di wilayah tersebut. Oleh karena itu, penyelesaiannya memerlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga penegak hukum.
Pj Sekda menekankan bahwa konsistensi dalam penegakan aturan adalah kunci. Tidak boleh ada toleransi terhadap pihak manapun yang terbukti melanggar.
“Perusahaan yang tidak menjalankan kewajibannya harus diberi sanksi tegas. Kami bersama BPN dan perangkat daerah lainnya akan memastikan aturan ditegakkan dengan adil,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa evaluasi rutin akan dilakukan terhadap semua pelaku agar kebijakan berjalan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Menutup pernyataannya, M Job mengajak seluruh stakeholder terkait untuk bersinergi dan merumuskan langkah nyata demi penyelesaian konflik agraria di Riau. (Nab)
Berita Lainnya
Gandeng Budayawan Riau, Flyover Simpang Panam Dirancang Jadi Ikon Baru Pekanbaru
Kepercayaan Publik Naik, Indeks Anti-Korupsi Layanan Pajak di Riau Tembus 96,91
Lahan Target Tuntas Akhir 2026, Pembangunan Fisik Flyover Simpang Panam Dimulai 2027
Penataan Kawasan Olahraga, Satpol PP Pekanbaru Tertibkan Bangunan Liar Pedagang di Stadion Utama
Pemerintah Provinsi Riau Hapus Denda Pajak Kendaraan Selama Agustus 2026
Harga TBS Swadaya di Riau Naik Lagi, Dipicu Penguatan Pasar CPO
Gandeng Budayawan Riau, Flyover Simpang Panam Dirancang Jadi Ikon Baru Pekanbaru
Kepercayaan Publik Naik, Indeks Anti-Korupsi Layanan Pajak di Riau Tembus 96,91
Lahan Target Tuntas Akhir 2026, Pembangunan Fisik Flyover Simpang Panam Dimulai 2027
Penataan Kawasan Olahraga, Satpol PP Pekanbaru Tertibkan Bangunan Liar Pedagang di Stadion Utama
Pemerintah Provinsi Riau Hapus Denda Pajak Kendaraan Selama Agustus 2026
Harga TBS Swadaya di Riau Naik Lagi, Dipicu Penguatan Pasar CPO