• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Teluk Kuantan Geger, Spanduk Kejari Kuansing Mandul, Rakyat Butuh Keadilan Bertebaran
23 Juni 2026
Diduga Picu Pembengkakan Anggaran, Rencana Pemekaran 7 Dinas Baru di Kuansing Menuai Polemik
20 Juni 2026
Gaya Elit, Ekonomi Sulit
18 Juni 2026
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Kuansing Gelar Donor Darah dan Bagi Sembako Gratis
16 Juni 2026
Pejabat Kuansing Kompak Ganti Nomor HP, Ahli Hukum UNRI: Itu Tidak Gentleman dan Problem Integritas
16 Juni 2026

  • Home

Mengenal Tokoh Penting Sumpah Pemuda

Redaksi
Sabtu, 28 Oktober 2017 08:51:58 WIB
Cetak

BOGOR, Riauin.com -- Soegondo Djojopuspito salah satu tokoh penting lahirnya Sumpah Pemuda yang menjadi Ketua Panitia Kongres Pemuda tahun 1928 merupakan murid dari Ki Hadjar Dewantoro. Menurut Sunaryo Jojopuspito, putra almarhum Soegondo Djojopuspito ayahnya pernah mondok dan berguru di rumah Ki Hadjar Dewantoro selama tiga tahun.

Ki Hadjar Dewantoro adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia pada masa penjajahan Belanda, dan pendiri Perguruan Taman Siswa, lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.

"Lulus dari MULO di Surabaya, Soegondo melanjutkan pendidikan AMS ke Yogyakarta. Oleh bapaknya Soegondo dititipkan ke rumah Ki Hadjar Dewantoro," kata Sunaryo, Sabtu (28/10). MULO adalah pendidikan umum pada masa penjajahan Belanda yang setingkat SMP, dan AMS adalah setingkat SMA.

Mengulik perjalanan Soegondo sebagai Ketua Kongres Pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda semua terekam dalam ingatan Sunaryo sebagai satu-satunya saksi sejarah dalam keluarga inti yang masih hidup. Sunaryo menceritakan sosok Soegondo sebagai anak dari seorang penghulu dan mantri juru tulis desa di Kota Tuban, Jawa Timur bernama Kromosardjono. Perjalanan hidup Soegondo terbilang susah, sejak kecil ibunya sakit-sakitan sampai akhirnya meninggal dunia. Lalu bapaknya, Kromosardjo menikah lagi, dan mendapatkan dua anak perempuan salah satunya Soenarjati.

Soegondo dan adiknya Soenarjati diangkat menjadi anak oleh pamannya Hadisewojo bersama dua orang sepupunya. Sebagai seorang kolektor pajak di wilayah Blora, Jawa Tengah. Bapak angkat Soegondo kenal baik dengan Hadji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto, pendiri sekaligus ketua pertama organisasi Sarekat Islam (SI), lalu menitipkan Soegondo untuk mondok di rumahnya di Surabaya tahun 1919-1922. HOS Tjokroaminoto dikenal sebagai guru tokoh pergerakan bangsa seperti Soekarno , Semaoen, Kartosuwiryo, Alimin, Musso, dan Tan Malaka.

"Di rumah HOS Tjokroaminoto lah, Soegondo muda bertemu dengan Soekarno yang juga sama-sama tinggal," kata Sunaryo.

Perjalanannya pendidikan Soegando berlanjut setelah lulus MULO tahun 1922, ia melanjutkan pendidikan ke sekolah ke AMS afdeling B (SMA bagian B Paspal 3 tahun) di Yogyakarta sampai tahun 1925. Istilah SMA bagian B Paspal pada masa lalu adalah untuk jurusan ilmu pasti dan alam (IPA). Selama sekolah di Yogyakarta, Soegondo tinggal di rumah Ki Hadjar Dewantoro yang menjadikannya murid.

Lulus dari AMS, Soegondo melanjutkan pendidikan ke "Rechtsbooge School te Batavia" (RHS) atau Sekolah Tinggi Hukum di Jakarta, cikal bakal Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Atas biaya bapaknya dan beasiswa pemerintah Belanda. Selama kuliah, semangat kebangsaan Soegondo muncul dari bacaan majalah "Indonesia Merdeka" yang ditulis oleh Pemuda Indonesia di bawah asuhan Mohammad Hatta di Belanda.

Majalah tersebut dilarang beredar di Indonesia. Tetapi oleh petugas kantor pos tempat Soegondo mondok selama kuliah di RHS diselundupkan dan dibagikan kepadanya untuk dibaca. Majalah tersebut lalu dibaca oleh sejumlah pemuda yang juga rekan-rekan seperjuangan Soegondo. Dari situlah muncul gerakan pemuda di sejumlah daerah, ada Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Minahasa, Jong Ambon, Jong Celebes, dan Jong Batak, dan lainnya.

"Waktu itu Jong Betawi belum ada, karena kelompok pemuda ini dibentuk oleh pelajar yang sedang menempuh pendidikan setingkat mahasiswa. Kala itu Betawi masih tergabung dalam suku Sunda," katanya.

Selama tinggal di rumah Ki Hadjar Dewantoro dan bersekolah di AMS Yogyakarta, Soegondo dikenal sebagai murid pandai, senang membaca. Buku bacaannya terdiri atas buku bacaan berbahasa Inggris, Belanda, Prancis, dan Jerman yang merupakan karya tokoh internasional.

Selama di Yogyakarta, Soegondo telah memiliki perhatian ke bidang politik. Sebagai pelajar ia belum dapat menjadi anggota partai politik, tapi sering mengunjungi rapat-rapat umum. Setelah era Sumpah Pemuda, tahun 1932 Soegondo pindah ke Bandung untuk menjadi Kepala Sekolah Taman Siswa milik Ki Hadjar Dewantoro. Di sanalah Soegondo bertemu Suwarsih yang dinikahinya di Cibadak, Sukabumi, Jabar. Dari pernikahakanhannya Soegondo dikaruniai tiga orang anak, salah satunya Sunaryo.

Perjalananan hidup Soegondo pernah menghantarkannya ke Bogor, mendirikan sekolah bernama Loka Siswa, tetapi tidak banyak yang berminat sehingga sekolah ditutup.

"Bapak saya cuma jebolan RHS, karena beasiswanya dicabut jadi sekolahnya tidak selesai," kata Sunaryo, seperti dilansir dari republika.

Soegondo tidak bisa menuntaskan kuliahnya karena beasiswa dicabut oleh pemerintah Belanda dikarenakan ia aktif dalam organisasi pemuda yang merumuskan Sumpah Pemuda. Ia meninggal di Yogyakarta, 23 April 1978 pada umur 73 tahun, dan dalam perjalanan sejarahnya, ia pernah menjadi direktur di Kantor Berita Antara.


Sedangkan Adam Malik tetap menjadi redaktur/merangkap Wakil Direktur) yang beralamat pada waktu itu di Buiten Tijgerstraat 30 Noord Batavia (Jalan Pinangsia 70 Jakarta Utara) sebelum pindah ke Jalan Pos Utara No. 53 - Pasar Baru.(nol)




[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam

Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi

Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta

Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara

Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing

Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam

Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi

Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta

Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara

Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Diduga Picu Pembengkakan Anggaran, Rencana Pemekaran 7 Dinas Baru di Kuansing Menuai Polemik
  • 2 Bursa Kerja Pekanbaru Gunakan Sistem Daring untuk Jaring Pekerja Lokal
  • 3 Jadwal Piala Dunia 2026 Dini Hari Nanti, Pecinta Bola Siap Saksikan Laga Prancis dan Argentina
  • 4 Pejabat Kuansing Kompak Ganti Nomor HP, Ahli Hukum UNRI: Itu Tidak Gentleman dan Problem Integritas
  • 5 Balai Riau Matangkan Usulan Tepian Narosa Jadi Proyek Strategis Nasional
  • 6 Serentak di Empat Kota, Telkomsel Hadirkan Nonton Bareng Bola Gembira MAXStream TV
  • 7 Turap Koto Kombu Rampung, Rumah Guru yang Nyaris Longsor Kembali Dihuni
  • 8 Buaya Muara Sungai Metas Siak Mangsa Warga Kampung Penyengat
  • 9 Perempuan Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Dumai, Polres Selidiki Motif Pembunuhan
Terkini +INDEKS

Pemkab Bengkalis Andalkan 100 Persen Kafilah Lokal untuk MTQ Riau 2026

23 Juni 2026
Beban APBD Berkurang, Riau Alihkan Rp 45 Miliar untuk Program Prioritas
23 Juni 2026
Urai Kemacetan Kronis, Arus Lalu Lintas Simpang SKA Pekanbaru Dirombak Total
23 Juni 2026
Teluk Kuantan Geger, Spanduk Kejari Kuansing Mandul, Rakyat Butuh Keadilan Bertebaran
23 Juni 2026
Polres Bengkalis Tangkap Buronan Kasus Penyelundupan 15 Kilogram Sabu
23 Juni 2026
Cuaca Ekstrem Intai Sejumlah Wilayah Riau pada Malam hingga Dini Hari
23 Juni 2026
UR Siap Dukung Pembangunan Bengkalis, Kasmarni Dorong Kolaborasi Berbasis Riset dan Inovasi
22 Juni 2026
BRK Syariah Dukung Suksesnya Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat Fondasi Perekonomian Riau
22 Juni 2026
Kuota SMA/SMK Negeri di Riau Belum Merata, Pekanbaru dan Dumai Surplus Pendaftar
22 Juni 2026
Pemprov Riau Optimalkan Perlindungan Anak Lewat Regulasi Baru
22 Juni 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved