Musda Beringin dan Bayang-Bayang 2031
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
Wamendag Optimis Perdagangan Indonesia Tetap Kompetitif di Era Trump
Wakil Menteri Perdagangan Indonesia Dyah Roro Esti Widya Putri BA MSc. | Foto : hms UPER
RIAUIN.COM- Kemenangan Trump membawa implikasi signifikan bagi perdagangan global, terutama melalui kebijakannya yang berpotensi mengubah lanskap hubungan dagang internasional. Di tengah dinamika ini, Indonesia tidak hanya berupaya beradaptasi, tetapi juga mengambil langkah proaktif dengan memaksimalkan perjanjian dagang strategis.
Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Perdagangan Indonesia Dyah Roro Esti Widya Putri BA MSc dalam kuliah umum Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pertamina (UPER), Kamis (14/11/2024).
Menurut Data Kementerian Perdagangan (2023), Indonesia telah membukukan 17 kerja sama perdagangan baik secara bilateral maupun di lingkup ASEAN. Serta pada tahun 2025, direncanakan Indonesia akan memiliki 11 prioritas perundingan dagang, yang mana Indonesia berperan aktif dalam perdagangan internasional dengan multi-track strategy untuk meningkatkan nilai ekspor dan memberikan insentif bagi pelaku ekonomi nasional.
Dalam kuliah umum bertajuk “Memahami Visi Pemerintahan Baru dalam Isu Perdagangan Global” Roro menegaskan bahwa terdapat tiga langkah strategis yang perlu dilakukan untuk menghadapi dinamika perdagangan internasional. Langkah tersebut meliputi perluasan diversifikasi ekspor ke pasar non-tradisional, pengembangan potensi UMKM sebagai motor penggerak utama ekonomi nasional, serta mengamankan pasar dalam negeri untuk melindungi produk lokal dari tekanan impor. Strategi ini, menurutnya, akan menjadi fondasi penting bagi penguatan daya saing Indonesia di kancah global.
“Dengan mengimplementasikan langkah-langkah ini secara konsisten, kami berharap target pertumbuhan ekonomi hingga 8% dapat tercapai, dengan kontribusi signifikan yang berasal dari sektor perdagangan. Kami yakin bahwa strategi ini tidak hanya akan menjaga stabilitas ekonomi nasional, tetapi juga memperkuat daya saing Indonesia di pasar global,” ujar Roro.
Saat ini, berdasarkan data BPS, Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan sebesar 21,98 miliar USD pada periode Januari hingga September 2024. Surplus ini didorong oleh peningkatan ekspor, yang tercatat tumbuh 0,32% dibandingkan periode yang sama tahun 2023, dengan pertumbuhan yang stabil sebesar 0,39% sejak awal tahun.

Kinerja ekspor terutama ditopang oleh sektor komoditas lemak dan minyak hewani/nabati, yang mencatat lonjakan signifikan sebesar 52,67%. Capaian ini jauh melampaui pertumbuhan ekspor migas, yang hanya meningkat sebesar 10,35% dalam periode yang sama.
Sementara itu, Dr Ian Montratama, pakar geopolitik sekaligus dosen Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pertamina (UPER), menggarisbawahi potensi risiko dari kebijakan Presiden Trump terhadap Indonesia.
“Dalam percakapan telepon dengan Pak Prabowo, Trump berjanji akan mengunjungi Indonesia. Ini menunjukkan bahwa dia kemungkinan besar sudah memahami posisi perdagangan Indonesia yang mencatat surplus. Sebagai seorang kapitalis yang berfokus pada kepentingan ekonomi negaranya, Trump kemungkinan besar akan menyoroti situasi di mana negara lain memperoleh keuntungan signifikan, terutama jika dianggap berpotensi merugikan Amerika Serikat. Hal ini menjadi pengingat bagi Indonesia untuk terus memperkuat strategi perdagangan agar tetap kompetitif di kancah internasional," ungkap Dr Ian.
Menurut Dr Ian, dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, seperti cadangan mineral strategis dan keanekaragaman hayati, serta populasi muda yang produktif, Indonesia tidak hanya dapat meningkatkan posisi tawarnya di kancah internasional tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Hal ini juga akan memperkuat peran Indonesia dalam organisasi internasional seperti ASEAN, G20, dan forum multilateral lainnya. Sehingga mampu menjadi katalisator perubahan positif di antara negara-negara berkembang.
Sebagai universitas yang mempersiapkan pemimpin global, kegiatan kuliah umum menjadi salah satu cara untuk memperluas pembelajaran di kelas. Selain itu, UPER melibatkan dosen ahli dan praktisi dalam kegiatan belajar, sehingga mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang penerapan ilmu secara nyata.
Sebagai informasi, saat ini kampus besutan PT Pertamina (Persero) tengah membuka peluang untuk berkuliah di UPER. Bagi calon mahasiswa yang tertarik, dapat mengakses informasi selengkapnya melalui https://pmb.universitaspertamina.ac.id. -inf, vie
Berita Lainnya
Ramai Isu Megathrust, Pakar UPER Ajak Masyarakat Kritis Menyikapi Informasi
Aktivitas Erupsi Anak Krakatau Mulai Menurun, Pakar UPER Imbau Masyarakat Tetap Waspada
Fikom UMRI dan UMK Perkuat Kolaborasi Akademik Lewat International Colloquium 2026
Perkuat Kapasitas Nasional, PHR Resmi Luncurkan Program Magang Batch 9
Pakar UPER Soroti Komunikasi di Tengah Gempa NTT, Apa yang Perlu Diperkuat
Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil, Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control
Ramai Isu Megathrust, Pakar UPER Ajak Masyarakat Kritis Menyikapi Informasi
Aktivitas Erupsi Anak Krakatau Mulai Menurun, Pakar UPER Imbau Masyarakat Tetap Waspada
Fikom UMRI dan UMK Perkuat Kolaborasi Akademik Lewat International Colloquium 2026
Perkuat Kapasitas Nasional, PHR Resmi Luncurkan Program Magang Batch 9
Pakar UPER Soroti Komunikasi di Tengah Gempa NTT, Apa yang Perlu Diperkuat
Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil, Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control