Musda Beringin dan Bayang-Bayang 2031
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
Dikebut Sehari, 400 Siswa SMA Negeri 5 Pekanbaru Disuntik Vaksin Sinovac
RIAUIN.COM - Sebanyak 400 dari 1.200 siswa SMA Negeri 5 Pekanbaru laksanakan vaksinasi tahap pertama yang digelar pada Selasa, (24/8/2021). Seluruh pelajar tersebut disuntik dengan vaksin Sinovac di ruang musala Al-Ishlah komplek SMA Negeri 5 Pekanbaru.
Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Pekanbaru, Elmi Gurita menyebutkan bahwa dari total 800 siswa yang mendaftar untuk di vaksin, pihak sekolah hanya bisa mengakomodir sebanyak 400 orang saja. Hal ini disebabkan karena jumlah vaksin yang tersedia hanya sebanyak 400 dosis. Untuk itu, pihak sekolah melakukan pemilihan secara acak dalam menentukan siapa saja siswa yang akan divaksin.
"Hari ini kita melaksanakan vaksinasi terhadap 400 siswa yang diperkirakan selesai sampai jam 14.00 WIB," ujarnya.
Elmi menyebutkan bahwa pelaksanaan vaksinasi ini dilakukan bekerja sama dengan 3 Rumah Sakit dan 1 Puskesmas.
"Kita ada 4 kelompok nakes yakni dari RS Petala Bumi, RS Santa Maria, RS Bina Kasih sama Puskesmas Garuda," tambah Elmi.
Lebih lanjut Elmi menyebutkan bahwa pihaknya telah menerima informasi dari Wali Kota Pekanbaru terkait kekurangan vaksin bagi sejumlah siswa yang belum di suntik. Sementara itu, dari total 1.200 siswa yang terdaftar di SMA Negeri 5 Pekanbaru, 400 diantaranya memilih tidak melakukan vaksinasi di sekolah.
"Tidak apa-apa, silahkan ikut vaksin di mana siswa mereka mau, karena ini bukan wajib. Kita hanya memfasilitasi anak-anak yang belum di vaksin,' tutupnya.
Arif, salah satu siswa kelas XI yang ikut divaksin mengucapkan bahwa ini baru pertama kali dirinya disuntik, dan hingga saat ini ia tidak merasakan efek samping dari vaksin buatan China tersebut.
"Saya senang divaksin, dan ini yang pertama. Saat disuntik hanya terasa sakit sedikit," tuturnya.
Diketahui, sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam video konferensi saat meninjau vaksinasi pelajar di Jawa Timur beberapa waktu lalu, Jokowi menyampaikan bahwa proses pembelajaran tatap muka baru bisa dilaksanakan apabila seluruh siswa di sekolah tersebut sudah di vaksinasi. -dn
Berita Lainnya
Ramai Isu Megathrust, Pakar UPER Ajak Masyarakat Kritis Menyikapi Informasi
Aktivitas Erupsi Anak Krakatau Mulai Menurun, Pakar UPER Imbau Masyarakat Tetap Waspada
Fikom UMRI dan UMK Perkuat Kolaborasi Akademik Lewat International Colloquium 2026
Perkuat Kapasitas Nasional, PHR Resmi Luncurkan Program Magang Batch 9
Pakar UPER Soroti Komunikasi di Tengah Gempa NTT, Apa yang Perlu Diperkuat
Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil, Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control
Ramai Isu Megathrust, Pakar UPER Ajak Masyarakat Kritis Menyikapi Informasi
Aktivitas Erupsi Anak Krakatau Mulai Menurun, Pakar UPER Imbau Masyarakat Tetap Waspada
Fikom UMRI dan UMK Perkuat Kolaborasi Akademik Lewat International Colloquium 2026
Perkuat Kapasitas Nasional, PHR Resmi Luncurkan Program Magang Batch 9
Pakar UPER Soroti Komunikasi di Tengah Gempa NTT, Apa yang Perlu Diperkuat
Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil, Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control