Klaim Kemenangannya Dicuri, Donald Trump Gugat Hasil Pilpres AS, Ini Kata Pengamat
Saat ini, kemenangan Joe Biden baru berdasarkan perhitungan versi media, belum pengumuman resmi. Pakar hukum dari Ohio State University menyebut suara masih dihitung. Bisa saja selisih suara semakin melebar dan tak perlu mengulang sengketa pemilu antara George W. Bush dan Al Gore.
"Ini masih mungkin margin suara kemenangan di negara-negara bagian yang sengit akan cukup tegas sehingga tidak akan menjadi litigasi seperti Bush vs Gore," ungkap Spencer.
Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan menilai secara keseluruhan proses Pemilu Presiden AS 2020 telah berlangsung sukses.
"Tidak ada insiden yang terlalu merisaukan. Bahkan ini adalah pemilu tersukses di Amerika Serikat, katakanlah lebih dari 50 tahun terakhir, jika kita lihat dari partisipasi pemilihnya," kata Djayadi.
Terkait pernyataan Donald Trump yang akan menggugat hasil Pemilu AS 2020, Djayadi Hanan menyatakan upaya itu hanya akan sia-sia.
"Gugatan itu bisa berhasil kalau kandidat itu punya bukti-bukti yang memadai. Misalnya, ada tuduhan banyak pemilih (di Nevada) yang sudah meninggal namun suaranya masih ada, itu tuduhannya. Lalu ada juga para saksi dari partai Republik yang tidak diperbolehkan melakukan pemeriksaan di Pennsylvania dan sebagainya," kata dia kepada Liputan6.com.
"Tapi tuduhan dari kubu Trump itu harus dibuktikan oleh kubu mereka. Sampai kita ikuti pemberitaannya hari ini, kita melihat tidak ada bukti-bukti memadai soal itu. Sementara waktu mereka terbatas," imbuh Djayadi.
Menurutnya, gugatan yang dilayangkan Trump harus dilakukan dan selesai pada 8 Desember 2020. Setelah itu Electoral College akan bertemu menentukan siapa yang jadi presiden secara resmi. "Jadi menurut saya peluang Trump itu sangat sedikit," ucapnya.
Trump memang berupaya untuk menggugat, namun Djayadi mempertanyakan, apa yang menjadi dasar gugatan kubu Republik itu. "Misalnya kecurangan. Kecurangan yang secara struktur dan masif itu tidak ditemukan."
"Lagipula di negara bagian seperti Georgia yang sekarang Biden unggul dan mungkin menang, itukan yang menyelenggarakan orang dari Republik. Gubernurnya orang Republik, Secretary of States yang menjadi penanggung jawab pemilu juga orang Republik. Bagaimana ia menuduh orang Republik memenangkan Bidan, itu kan susah," sambungnya.
Berita Lainnya
KPU Riau Kembalikan SILPA Rp53,7 Miliar ke Kas Daerah, Gubernur Apresiasi Transparansi
Tingkat Partisipasi Pemilih Tinggi, PSU di Siak Berlangsung Damai
KPU Riau Larangan Paslon Kampanye di Lokasi PSU Pilkada Siak
Raih 11 Penghargaan, KPU Pekanbaru Terbaik dalam Penyelenggaraan Pemilu se-Riau
KPU Siak Tunggu Instruksi KPU Pusat Terkait Pilkada Ulang di 3 TPS
MK Perintahkan Pemungutan Suara Ulang Pilkada Siak di Desa Jayapura, Buantan Besar dan RSUD
KPU Riau Kembalikan SILPA Rp53,7 Miliar ke Kas Daerah, Gubernur Apresiasi Transparansi
Tingkat Partisipasi Pemilih Tinggi, PSU di Siak Berlangsung Damai
KPU Riau Larangan Paslon Kampanye di Lokasi PSU Pilkada Siak
Raih 11 Penghargaan, KPU Pekanbaru Terbaik dalam Penyelenggaraan Pemilu se-Riau
KPU Siak Tunggu Instruksi KPU Pusat Terkait Pilkada Ulang di 3 TPS
MK Perintahkan Pemungutan Suara Ulang Pilkada Siak di Desa Jayapura, Buantan Besar dan RSUD