PILIHAN
Pengamat: Lambannya Ungkap Kasus Novel Bisa Terkesan Hambat Kasus KTP-El
JAKARTA, Riauin.com -- Pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar berpendapat, kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan bisa jadi bukan kasus sederhana. Maka, jika Polri lambat, apalagi terkesan mengulur waktu pengungkapan, akan muncul kesan kasus tersebut sebagai penghambat penyelesaian kasus korupsi KTP-el.
"Jika Polri lambat apalagi terkesan mengulur-ulur waktu pengungkapan agar masyarakat lupa, maka akan muncul kesan kasus tersebut sebagai penghambat untuk pengungkapan kasus besar korupsi KTP-el secara tuntas," kata Bambang dalam pesan singkat yang diterima wartawan, Selasa (16/5).
Menurut Bambang, presiden dan Kapolri harus menjawab harapan masyarakat dalam menyelesaikan kasus tersebut. Keduanya juga diminta mempertimbangkan saran pembentuka tim independen dalam mengungkap kasus tersebut.
"Presiden dan Kapolri harus menjawab harapan masyarakat dan saran yang dismpkan oleh kelompok masyarakat sipil, pimpinan Busyro Maqoddas dan Bambang Widjojanto agar Presiden membentuk tim independen dalam rangka mengungkap kasus Novel Baswedan secara tuntas," terang Bambang.
Seperti diketahui, pada Selasa (11/4) penyidik senior KPK Novel Baswedan disiram air keras pada bagian wajah oleh dua orang tak dikenal. Namun, setelah dua bulan berlalu, polisi belum juga mampu mengungkap pelaku penyiraman tersebut.(rol)
"Jika Polri lambat apalagi terkesan mengulur-ulur waktu pengungkapan agar masyarakat lupa, maka akan muncul kesan kasus tersebut sebagai penghambat untuk pengungkapan kasus besar korupsi KTP-el secara tuntas," kata Bambang dalam pesan singkat yang diterima wartawan, Selasa (16/5).
Menurut Bambang, presiden dan Kapolri harus menjawab harapan masyarakat dalam menyelesaikan kasus tersebut. Keduanya juga diminta mempertimbangkan saran pembentuka tim independen dalam mengungkap kasus tersebut.
"Presiden dan Kapolri harus menjawab harapan masyarakat dan saran yang dismpkan oleh kelompok masyarakat sipil, pimpinan Busyro Maqoddas dan Bambang Widjojanto agar Presiden membentuk tim independen dalam rangka mengungkap kasus Novel Baswedan secara tuntas," terang Bambang.
Seperti diketahui, pada Selasa (11/4) penyidik senior KPK Novel Baswedan disiram air keras pada bagian wajah oleh dua orang tak dikenal. Namun, setelah dua bulan berlalu, polisi belum juga mampu mengungkap pelaku penyiraman tersebut.(rol)
Berita Lainnya
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing