PILIHAN
Warga Muhammadiyah dari Berbagai Daerah Berdatangan Ikut Aksi 55
JAKARTA, Riauin.com -- Sekitar 250 warga Muhammadiyah dari berbagai daerah akan ikut turun aksi 55 usai shalat Jumat, (5/5). Mereka akan berkumpul dari kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta, jalan Kramat Raya bergabung dengan ribuan massa lainnya.
Wakil Ketua PWM DKI, Abdul Halim mengungkapkan sejak Kamis malam beberapa massa sudah berdatangan ke kantor PWM DKI Jakarta, sebagian mereka dari Surabaya dan Surakarta. PWM DKI Jakarta sebagaimana pada aksi-aksi sebelumnya, memberikan fasilitas bagi warga Muhammadiyah yang ingin ikut serta menyuarakan aspirasinya membela agama Islam.
"Mereka kan tamu, tentu sebagai tuan rumah kita siapkan fasilitas bagi mereka seadanya, tempat beristirahat, minuman makanan dan sarapan pagi," ujarnya kepada wartawan, Jumat (5/5).
Sampai Jumat pagi massa yang telah terdata di PWM DKI berjumlah sekitar 150 orang. Mereka berasal dari Surabaya, dan Surakarta sekitar 50 dan Tegal 22 orang. Ada juga dari Yogyakarta satu bus 60 orang. Laporan yang masuk ke PWM, kata Abdul Halim, masih ada karena ada beberapa orang warga Muhammadiyah dari daerah yang menggunakan kereta dan bus.
"Dari Jogja direncanakan dua bus, dan yang datang baru satu bus, masih ada yang akan datang pakai kereta hingga nanti jelang shalat Jumat," ujarnya.
Sementara laporan massa yang akan datang di antaranya, warga Muhammadiyah Jogja 100 orang, Sidoarjo 30 orang, Bandung 30 orang, Bangil dan Pasuruan 15 orang dan Surabaya kurang lebih 100 orang.
Baca juga, Aksi Simpatik 55 Dijamin Konstitusi. (rol)
Wakil Ketua PWM DKI, Abdul Halim mengungkapkan sejak Kamis malam beberapa massa sudah berdatangan ke kantor PWM DKI Jakarta, sebagian mereka dari Surabaya dan Surakarta. PWM DKI Jakarta sebagaimana pada aksi-aksi sebelumnya, memberikan fasilitas bagi warga Muhammadiyah yang ingin ikut serta menyuarakan aspirasinya membela agama Islam.
"Mereka kan tamu, tentu sebagai tuan rumah kita siapkan fasilitas bagi mereka seadanya, tempat beristirahat, minuman makanan dan sarapan pagi," ujarnya kepada wartawan, Jumat (5/5).
Sampai Jumat pagi massa yang telah terdata di PWM DKI berjumlah sekitar 150 orang. Mereka berasal dari Surabaya, dan Surakarta sekitar 50 dan Tegal 22 orang. Ada juga dari Yogyakarta satu bus 60 orang. Laporan yang masuk ke PWM, kata Abdul Halim, masih ada karena ada beberapa orang warga Muhammadiyah dari daerah yang menggunakan kereta dan bus.
"Dari Jogja direncanakan dua bus, dan yang datang baru satu bus, masih ada yang akan datang pakai kereta hingga nanti jelang shalat Jumat," ujarnya.
Sementara laporan massa yang akan datang di antaranya, warga Muhammadiyah Jogja 100 orang, Sidoarjo 30 orang, Bandung 30 orang, Bangil dan Pasuruan 15 orang dan Surabaya kurang lebih 100 orang.
Baca juga, Aksi Simpatik 55 Dijamin Konstitusi. (rol)
Berita Lainnya
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing