PILIHAN
Said Aqil Komentari Wacana Aksi 505
JAKARTA, Riauin.com -- Ada wacana Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan melakukan Aksi Bela Islam lanjutan (Aksi 505) pada 5 Mei 2017. Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kiai Said Aqil Siroj, demo tidak ada gunanya.
"Kalau ada inspirasi, rekomendasi, kritik monggo disampaikan tidak usah dengan demo. Demo itu menghabiskan energi, waktu, duit kecuali memang ada yang mengongkosin dan mengerahkan," kata Kiai Said Aqil kepada wartawan, Rabu (3/5).
Mengenai vonis Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dinilai terlalu ringan. Menurut Kiai Said, percayakan saja ke pengadilan. "Pengadilan pengadilan kita, jaksa jaksa kita, hakim hakim kita. Mau percaya sama hakim Singapura? Mau percaya pada jaksa Filipina?," ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat percaya kepada penegak hukum. Sebab, kalau tidak percaya mau percaya pada hakim yang mana lagi. Ia mengatakan, adapun ada kekurangan penegak hukum, mari dikritik. Kritik boleh, tapi tidak usah demo.
"Kritik harus objektif, kritik bermutu dan kritik yang membangun, konstruktif bukan kritik yang mencaci maki atau fitnah atau provokasi," jelasnya.(rol)
"Kalau ada inspirasi, rekomendasi, kritik monggo disampaikan tidak usah dengan demo. Demo itu menghabiskan energi, waktu, duit kecuali memang ada yang mengongkosin dan mengerahkan," kata Kiai Said Aqil kepada wartawan, Rabu (3/5).
Mengenai vonis Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dinilai terlalu ringan. Menurut Kiai Said, percayakan saja ke pengadilan. "Pengadilan pengadilan kita, jaksa jaksa kita, hakim hakim kita. Mau percaya sama hakim Singapura? Mau percaya pada jaksa Filipina?," ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat percaya kepada penegak hukum. Sebab, kalau tidak percaya mau percaya pada hakim yang mana lagi. Ia mengatakan, adapun ada kekurangan penegak hukum, mari dikritik. Kritik boleh, tapi tidak usah demo.
"Kritik harus objektif, kritik bermutu dan kritik yang membangun, konstruktif bukan kritik yang mencaci maki atau fitnah atau provokasi," jelasnya.(rol)
Berita Lainnya
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing