PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Setelah Diselamatkan Masih Terus Berteriak
Coba Bunuh Diri Terjun ke Laut, Salmiah Diselamatkan Prajurit TNI
Prajurit TNI Yonif Raider 613/Raja Alam berhasil membawa Salmiah ke dermaga. /OkeZone
JAKARTA, RiauIN.com – Seorang ibu rumah tangga, Salmiah (43), terjun ke laut mencoba bunuh diri di Dermaga Pelabuhan Rakyat Ramayana, Kelurahan Selumit Pantai, Kecamatan Tarakan Barat, Kalimantan Utara.
Beruntung aksi nekatnya berhasil digagalkan seorang prajurit TNI yang sedang bertugas. Prajurit Yonif Raider 613/Raja Alam ikut terjun ke laut menyelamatkan Salmiah, dan membawanya ke dermaga.
Danyonif 613/Rja, Letkol Inf Fardin Wardhana mengungkapkan, peristiwa ini bermula pada Minggu (10/5/2020) pukul 10.45 Wita, ketika Salmiah bersama suami dan dua anaknya hendak menyeberang menuju Pulau Sesayap untuk melayat orangtua yang meninggal dunia.
“Namun karena saat sekarang pandemi Covid-19, anggota Yonif R 613/Rja, Satpol PP Kota Tarakan dan petugas dari Dinas Kesehatan yang sedang melaksanakan tugas pengamanan PSBB di pelabuhan, terlebih dahulu memastikan kesehatan keluarga yang bersangkutan,†ujarnya, dalam keterangan tertulis.
Lebih lanjut dikatakan, dari hasil koordinasi dengan petugas kesehatan di Sesayap untuk mengantisipasi wabah Covid-19, mereka tidak diizinkan masuk ke wilayah Sesayap.
“Mendengar dirinya beserta keluarga tidak diizinkan menyeberang, sambil menangis, Salmiah berucap lebih baik mati, dan biarkan berenang untuk menyeberang," ujarnya.
Tak berlangsung lama, entah apa yang merasuki dirinya, Salmiah nekad melompat ke laut dan nyaris tenggelam.
“Beruntung upaya bunuh diri yang dilakukan Salmiah dapat diselamatkan 2 prajurit Raja Alam, Pratu Dodi S dan Pratu Maulana yang bertugas di pelabuhan langsung melompat ke laut untuk menyelamatkan,†tutur Fardin.
Diduga Salmiah nekat melompat ke laut karena depresi saat mendapat kabar orangtuanya di Sesayap meninggal dunia.
“Karena pandemi Covid 19, yang bersangkutan bersama keluarganya tidak diizinkan menyeberang membuatnya nekad melakukannya,†tutur Fardin.
Di tempat terpisah, Pratu Dodi mengungkapkan, upaya penyelamatan yang dilakukannya bersama Pratu Maulana adalah menggiring si ibu dari tengah laut ke tepian atau dermaga.
Beberapa petugas dari instansi lain juga ikut membantu korban, karena kondisinya yang lemah untuk diamankan di dermaga.
Dodi mengatakan, yang dilakukannya ini adalah menjalankan tugas, prajurit TNI dituntut selalu sigap di segala kondisi.
Setelah berhasil mengangkat ke daratan tutur Dodi, ibu dua anak tersebut berteriak histeris terus-menerus.
“Kami pun berupaya menenangkannya, memegangi tangan wanita tersebut, sekaligus menyampaikan yang dilakukannya itu bukan perbuatan terpuji,†tuturnya.
Setelah semuanya terkendali, sang suami beserta dua anaknya membawa Salmiah pulang ke rumahnya di Jalan Bengawan, Kelurahan Juwata Kerikil, Kecamatan Tarakan Utara.(gha)
Sumber : Sumber: OkeZone /
Berita Lainnya
PLN Hidupkan Regenerasi Penenun Muda, Kilau Songket Banyuasin Gerakkan Ekonomi Desa Merah Mata
Dinilai Noda Tradisi dan Lempar Hinaan di Medsos, Polda Sitanggang Dilaporkan ke Polres Kuansing Jumat Esok
PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi
Buntu di Perbatasan: Mengapa Sungai Kuantan Gagal Dipulihkan
Aksi Pamer Tuak di Gelanggang Pacu Jalur Bikin Geram Warga Lokal, PBK Minta Maaf
Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
PLN Hidupkan Regenerasi Penenun Muda, Kilau Songket Banyuasin Gerakkan Ekonomi Desa Merah Mata
Dinilai Noda Tradisi dan Lempar Hinaan di Medsos, Polda Sitanggang Dilaporkan ke Polres Kuansing Jumat Esok
PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi
Buntu di Perbatasan: Mengapa Sungai Kuantan Gagal Dipulihkan
Aksi Pamer Tuak di Gelanggang Pacu Jalur Bikin Geram Warga Lokal, PBK Minta Maaf
Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!