PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Putuskan Mata Rantai Covid-19
Seluruh Mahasiswa LN Karantina Sudah Jalani Rapid Test, Ini Hasilnya
Gubernur Riau H Syamsuar melakukan video conference bersama mahasiswa luar negeri yang sedang dikarantina di Pekanbaru. /mcr
PEKANBARU, RiauIN.com - Sebanyak 29 mahasiswa Riau asal luar negeri yang dikarantina di Balai Diklat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Riau telah melakukan rapid test. Hasilnya menunjukkan negatif.
"Alhamdulillah seluruh mahasiswa Riau dari luar negeri telah dilakukan rapid test dan hasilnya negatif," kata Syamsuar usai Video Conference (Vidcon) bersama mahasiswa yang dikarantina, Sabtu (9/5/2020).
Sebanyak 29 mahasiswa Riau dari luar negeri saat ini tengah menjalani karantina di Gedung Balai Diklat BPSDM Jalan Ronggowarsito Pekanbaru sejak Kamis 7 Mei 2020.
Mahasiswa yang dikarantina tersebut 24 di antaranya adalah mahasiswa Riau dari Arab Saudi, kemudian satu mahasiswa dari Thailand dan empat santri dari Malaysia.
Syamsuar mengatakan, jika selama karantina nanti terdapat mahasiswa yang memperlihatkan gejala Covid-19, pihaknya akan segera melakukan swab.
Dia berharap dengan telah dilakukannya rapid test, mahasiswa yang dikarantina bisa mematuhi dan mengikuti prosedur karantina yang telah ditetapkan protokol kesehatan.
Setelah masa karantina selesai dan mahasiswa telah dipulangkan, ia berharap mahasiswa tetap memakai masker baik dirumah maupun diluar rumah demi saling menjaga sesama keluarga.
"Seandainya nanti mahasiswa sudah dipulangkan kerumahnya, supaya tidak melakukan kontak langsung dengan siapapun seperti berjabat tangan," pesannya.
Dalam Vidcon, Gubri didampingi langsung Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau Chairul Riski dan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir.(mcr/fbh)
Berita Lainnya
Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 112,8 µg/m³
DPRD Riau Buat Opsi Sanksi Tutup Paksa Tambang Galian C Ilegal di Kampar
Diskes Riau Minta Tambahan 850 Ribu Masker ke Pusat Akibat Karhutla
Ancam 1.248 Hektare Kebun Kelapa, Pemprov Riau dan Pemkab Inhil Fokus Tangani Abrasi Kuala Selat
Pemprov Riau Usul Bantuan Pusat untuk Penataan Pesisir Inhil
Beda Data PPh Migas WK Rokan, Pemprov Riau Minta Penjelasan DJP dan SKK Migas
Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 112,8 µg/m³
DPRD Riau Buat Opsi Sanksi Tutup Paksa Tambang Galian C Ilegal di Kampar
Diskes Riau Minta Tambahan 850 Ribu Masker ke Pusat Akibat Karhutla
Ancam 1.248 Hektare Kebun Kelapa, Pemprov Riau dan Pemkab Inhil Fokus Tangani Abrasi Kuala Selat
Pemprov Riau Usul Bantuan Pusat untuk Penataan Pesisir Inhil
Beda Data PPh Migas WK Rokan, Pemprov Riau Minta Penjelasan DJP dan SKK Migas