PILIHAN
Musda Beringin dan Bayang-Bayang 2031
14 September 2026
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Desa Rawan Karhutla Riau akan Dibangun Kanal Blocking dan Embung
PEKANBARU, Riauin.com - Gubernur Riau Syamsuar akan membuat kanal blocking dan embung terhadap desa di Provinsi Riau yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Syamsuar menyebutkan saat ini ada 188 desa dari 75 kecamatan di Riau berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau rawan Karhutla.
Hal itu disampaikan Gubri Syamsuar saat menjadi narasumber pada kegiatan kuliah umum bersama Kepala BNPB RI, Letjen Doni Munardo dengan tema "Solusi Permanen Bencana Asap: Penyelesaian Akar Masalah Bencana Asap di Provinsi Riau", di Universitas Riau, Selasa (5/11/2019).
"Kami sudah mendapatkan input kemarin adanya kerjasama dengan Menteri Desa, mereka minta agar balai tekonologi pertanian ini membuat pembangunan kanal blocking dan embung air di Riau," kata Syamsuar.
Syamsuar meminta jajarannya untuk untuk memetakan seluruh desa rawan kebakaran. Dengan begitu desa-desa tersebut yang diutamakan untuk dibangun kanal blocking dan embung.
"Kanal blocking dan embung ini fungsinya ganda, yang pertama bisa untuk pertanian dan bisa untuk perikanan, dan juga pada musim panas jika terjadi kebakaran ini menjadi sumber air untuk memadamkan api," terangnya.
"Pak Doni selaku Kepala BNPB juga mendukungan rancangan adanya terhadap kanal blocking dan embung ini. Makanya kita perlu pemetaan agar nanti apa yang kita buat untuk mengantisipasi itu tepat sasaran," pungkasnya.(int/nol)
Syamsuar menyebutkan saat ini ada 188 desa dari 75 kecamatan di Riau berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau rawan Karhutla.
Hal itu disampaikan Gubri Syamsuar saat menjadi narasumber pada kegiatan kuliah umum bersama Kepala BNPB RI, Letjen Doni Munardo dengan tema "Solusi Permanen Bencana Asap: Penyelesaian Akar Masalah Bencana Asap di Provinsi Riau", di Universitas Riau, Selasa (5/11/2019).
"Kami sudah mendapatkan input kemarin adanya kerjasama dengan Menteri Desa, mereka minta agar balai tekonologi pertanian ini membuat pembangunan kanal blocking dan embung air di Riau," kata Syamsuar.
Syamsuar meminta jajarannya untuk untuk memetakan seluruh desa rawan kebakaran. Dengan begitu desa-desa tersebut yang diutamakan untuk dibangun kanal blocking dan embung.
"Kanal blocking dan embung ini fungsinya ganda, yang pertama bisa untuk pertanian dan bisa untuk perikanan, dan juga pada musim panas jika terjadi kebakaran ini menjadi sumber air untuk memadamkan api," terangnya.
"Pak Doni selaku Kepala BNPB juga mendukungan rancangan adanya terhadap kanal blocking dan embung ini. Makanya kita perlu pemetaan agar nanti apa yang kita buat untuk mengantisipasi itu tepat sasaran," pungkasnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah