PILIHAN
Musda Beringin dan Bayang-Bayang 2031
14 September 2026
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Disdik Pekanbaru: Guru Harus Siap dengan Perkembangan Teknologi
PEKANBARU, Riauin.com - Menciptakan sumber daya manusia yang unggul melalui penyebarluasan praktik baik di sekolah, dapat meningkatkan kompetensi siswa dan guru. Untuk penyebarluasan praktik baik modul 1 program PINTAR (Pengembangan Inovasi Untuk Kualitas Pembelajaran) Tanoto Foundation, yakni pembelajaran aktif, budaya baca, manajemen berbasis sekolah (MBS), pemantauan sekolah, dan rencana tindak lanjut (RTL).
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, H Abdul Jamal MPd. Dimana guru yang mendampingi mampu mendorong kompetensi yang dimiliki siswa. Guru pun harus siap menghadapi perubahan pola mengajar yang tetap mengacu pada kurikulum 13.
"Guru pun harus siap dengan perkembangan teknologi sekarang ini. Banyak hal positif yang dapat diambil, sejalan dengan program PINTAR Tanoto Foundation yang sudah diterapkan di sekolah mitra yang ada di Pekanbaru," kata Abdul kepada GoRiau.com, Rabu (30/10/2019) usai pembukaan penyebarluasan praktik baik Tanoto Foundation ke MKKS swasta dan negeri yang diikuti 135 kepala sekolah SMP se Pekanbaru.
Untuk bisa menghadapi tantangan kedepannya, sambung Abdul, bagaimana guru bisa membuat siswa memiliki kompetensi keterampilan dan berkarakter sesuai dengan program PINTAR Tanoto Foundation di sekolah mitra.
"Sebagai kepala sekolah, harus bisa mengukur kekuatan dan kelemahan yang dimiliki. Keberhasilan suatu pendidikan terletak pada keterampilan kepala sekolah dalam mempraktikkan penyebarluasan praktik baik kepada guru dan diterapkan kepada siswa," ujarnya.
Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Kota Pekanbaru, Asbullah SPd MPd mengungkapkan, program PINTAR Tanoto Foundation telah mengajarkan bagaimana pembelajaran aktif yang memiliki manajemen berbasis sekolah, disertai budaya literasi dan peran serta masyarakat.
"Hanya saja cara pembelajarannya saja yang berbeda dengan kurikulum 13. Dimana siswa lebih aktif menyampaikan gagasan dan lebih senang belajar. Peningkatan nilai sejalan dengan karakter siswa mampu menyelesaikan semua pembelajaran," ucap Asbullah.
Ketua MKKS SMP Swasta Kota Pekanbaru, Fernando SPd mengatakan, bahwa mengingat banyaknya kepala sekolah swasta tingkat sekolah menengah pertama yang baru, dengan program PINTAR Tanoto Foundation mengajarkan kepala sekolah untuk lebih profesional dalam menjalankan sekolah.
"Melalui program yang diberikan Tanoto Foundation ini, mengajarkan kepala sekolah dan guru jadi lebih profesional, meskipun sarana sekolah masih minim. Untuk itu, kepala sekolah yang sarananya masih minim, bisa mengembangkannya dengan sarana yang sudah ada terlebih dahulu," kata Fernando yang juga Kepala Sekolah Muhammadiyah 1 Pekanbaru.(int/nol)
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, H Abdul Jamal MPd. Dimana guru yang mendampingi mampu mendorong kompetensi yang dimiliki siswa. Guru pun harus siap menghadapi perubahan pola mengajar yang tetap mengacu pada kurikulum 13.
"Guru pun harus siap dengan perkembangan teknologi sekarang ini. Banyak hal positif yang dapat diambil, sejalan dengan program PINTAR Tanoto Foundation yang sudah diterapkan di sekolah mitra yang ada di Pekanbaru," kata Abdul kepada GoRiau.com, Rabu (30/10/2019) usai pembukaan penyebarluasan praktik baik Tanoto Foundation ke MKKS swasta dan negeri yang diikuti 135 kepala sekolah SMP se Pekanbaru.
Untuk bisa menghadapi tantangan kedepannya, sambung Abdul, bagaimana guru bisa membuat siswa memiliki kompetensi keterampilan dan berkarakter sesuai dengan program PINTAR Tanoto Foundation di sekolah mitra.
"Sebagai kepala sekolah, harus bisa mengukur kekuatan dan kelemahan yang dimiliki. Keberhasilan suatu pendidikan terletak pada keterampilan kepala sekolah dalam mempraktikkan penyebarluasan praktik baik kepada guru dan diterapkan kepada siswa," ujarnya.
Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Kota Pekanbaru, Asbullah SPd MPd mengungkapkan, program PINTAR Tanoto Foundation telah mengajarkan bagaimana pembelajaran aktif yang memiliki manajemen berbasis sekolah, disertai budaya literasi dan peran serta masyarakat.
"Hanya saja cara pembelajarannya saja yang berbeda dengan kurikulum 13. Dimana siswa lebih aktif menyampaikan gagasan dan lebih senang belajar. Peningkatan nilai sejalan dengan karakter siswa mampu menyelesaikan semua pembelajaran," ucap Asbullah.
Ketua MKKS SMP Swasta Kota Pekanbaru, Fernando SPd mengatakan, bahwa mengingat banyaknya kepala sekolah swasta tingkat sekolah menengah pertama yang baru, dengan program PINTAR Tanoto Foundation mengajarkan kepala sekolah untuk lebih profesional dalam menjalankan sekolah.
"Melalui program yang diberikan Tanoto Foundation ini, mengajarkan kepala sekolah dan guru jadi lebih profesional, meskipun sarana sekolah masih minim. Untuk itu, kepala sekolah yang sarananya masih minim, bisa mengembangkannya dengan sarana yang sudah ada terlebih dahulu," kata Fernando yang juga Kepala Sekolah Muhammadiyah 1 Pekanbaru.(int/nol)
Berita Lainnya
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah