PILIHAN
Syamsuar: 338 KM Jalan Provinsi Riau Masih Tanah
PEKANBARU, Riauin.com - Gubernur Riau Syamsuar mengatakan masih banyak jalan yang harus dibangun untuk menghubungkan antar kabupaten/kota di provinsi Riau.
"Sebenarnya menyangkut dengan pembangunan jalan memang sangat diharapkan masyarakat, baik jalan provinsi, kabupaten, nasional termasuk juga jalan tol," kata Gubri Syamsuar.
Syamsuar menyampaikan, saat ini masih ada jalan provinsi di kabupaten/kota lebih kurang 338 kilometer (Km) jalan provinsi yang masih tanah.
"Kita masih ada PR soal jalan provinsi, 338 Km jalan tanah ini jadi persoalan. Padahal sudah jalan provinsi, tetapi masih tanah dan masih berlubang," bebernya.
"Itu kondisi yang ada di Riau, jadi kalau dengan APBD untuk mengandalkan jalan provinsi, saya yakin 10 tahun tidak selesai kalau tidak ada terobosan yang akan dibuat," sambungnya.
Karena itu, lanjut dia, Pemprov Riau terus berupaya memacu pembangunan segala bidang melalui APBN dan APBD seiring dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Riau 2019-2024.
"Pemprov Riau juga secara paralel melakukan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Riau tahun anggaran 2020, dan menetapkan prioritas pembangunan daerah tahunan melalui RKPD berdasarkan potensi daerah, kemampuan keuangan daerah dan kondisi daerah," cakapnya.
Untuk diketahui, Pemprov Riau telah mengusulkan pinjaman uang untuk pembangunan infrastruktur sebesar Rp4,4 triliun dalam APBD 2020. Anggaran itu selain untuk mengatasi persoalan jalan provinsi, juga untuk jembatan di kabupaten/kota. (int/nol)
"Sebenarnya menyangkut dengan pembangunan jalan memang sangat diharapkan masyarakat, baik jalan provinsi, kabupaten, nasional termasuk juga jalan tol," kata Gubri Syamsuar.
Syamsuar menyampaikan, saat ini masih ada jalan provinsi di kabupaten/kota lebih kurang 338 kilometer (Km) jalan provinsi yang masih tanah.
"Kita masih ada PR soal jalan provinsi, 338 Km jalan tanah ini jadi persoalan. Padahal sudah jalan provinsi, tetapi masih tanah dan masih berlubang," bebernya.
"Itu kondisi yang ada di Riau, jadi kalau dengan APBD untuk mengandalkan jalan provinsi, saya yakin 10 tahun tidak selesai kalau tidak ada terobosan yang akan dibuat," sambungnya.
Karena itu, lanjut dia, Pemprov Riau terus berupaya memacu pembangunan segala bidang melalui APBN dan APBD seiring dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Riau 2019-2024.
"Pemprov Riau juga secara paralel melakukan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Riau tahun anggaran 2020, dan menetapkan prioritas pembangunan daerah tahunan melalui RKPD berdasarkan potensi daerah, kemampuan keuangan daerah dan kondisi daerah," cakapnya.
Untuk diketahui, Pemprov Riau telah mengusulkan pinjaman uang untuk pembangunan infrastruktur sebesar Rp4,4 triliun dalam APBD 2020. Anggaran itu selain untuk mengatasi persoalan jalan provinsi, juga untuk jembatan di kabupaten/kota. (int/nol)
Berita Lainnya
Dongkrak Indeks Akademis, Pekanbaru Raih Nilai Kompetensi Siswa Tertinggi di Sumatera
Gunakan Alat Berat, Satpol PP Pekanbaru Robohkan Puluhan Lapak di Atas Trotoar Jalan HR Soebrantas
Pemko Pekanbaru Sebar 15 Armada Operasional demi Percepat Penanganan Drainase dan Sampah
Pemko Pekanbaru Siapkan Sanksi Tahan TPP bagi ASN Penunggak Pajak
Kepala Sekolah di Pekanbaru Terancam Sanksi Pidana jika Curang dalam SPMB 2026
Akurasi Data Bansos Pekanbaru Rendah, Pemko Andalkan PIC Tingkat RW
Dongkrak Indeks Akademis, Pekanbaru Raih Nilai Kompetensi Siswa Tertinggi di Sumatera
Gunakan Alat Berat, Satpol PP Pekanbaru Robohkan Puluhan Lapak di Atas Trotoar Jalan HR Soebrantas
Pemko Pekanbaru Sebar 15 Armada Operasional demi Percepat Penanganan Drainase dan Sampah
Pemko Pekanbaru Siapkan Sanksi Tahan TPP bagi ASN Penunggak Pajak
Kepala Sekolah di Pekanbaru Terancam Sanksi Pidana jika Curang dalam SPMB 2026
Akurasi Data Bansos Pekanbaru Rendah, Pemko Andalkan PIC Tingkat RW