PILIHAN
Musda Beringin dan Bayang-Bayang 2031
14 September 2026
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
DPRD Riau Minta Diskes Provinsi Monitor Daerah yang Rawan DBD
PEKANBARU, Riauin.com - Setelah peralihan musim dari kemarau ke musim penghujan, membuat sejumlah daerah di Provinsi Riau rawan terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD). Salah satunya ialah Rokan Hilir (Rohil).
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Asri Auzar meminta agar Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau untuk memonitor daerah-daerah yang rawan DBD.
Monitor disini, maksudnya memberikan pengertian kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan lingkungan, dan rutin melakukan fogging pasca peralihan musim.
"Makanya kita minta Diskes provinsi memonitor daerah rawan DBD, termasuk Kota Pekanbaru dan Rohil. Harus rutin fogging, karena ini ada anggarannya. Jangan sampai ada korban lagi baru dibuat, diantisipasi dulu," kata Asri di Pekanbaru, Senin (28/10/2019).
Sebelumnya, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Rohil, memasuki minggu ketiga Oktober, sudah 64 orang terjangkit DBD dan satu orang meninggal.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Asri Auzar meminta agar Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau untuk memonitor daerah-daerah yang rawan DBD.
Monitor disini, maksudnya memberikan pengertian kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan lingkungan, dan rutin melakukan fogging pasca peralihan musim.
"Makanya kita minta Diskes provinsi memonitor daerah rawan DBD, termasuk Kota Pekanbaru dan Rohil. Harus rutin fogging, karena ini ada anggarannya. Jangan sampai ada korban lagi baru dibuat, diantisipasi dulu," kata Asri di Pekanbaru, Senin (28/10/2019).
Sebelumnya, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Rohil, memasuki minggu ketiga Oktober, sudah 64 orang terjangkit DBD dan satu orang meninggal.
Tidak hanya di Rohil, kasus DBD juga semakin meningkat di Kabupaten Meranti. Dari data Diskes setempat, mulai Januari hingga Oktober sudah ada 110 kasus DBD. Angka ini jauh berbeda dari kasus DBD tahun 2018 lalu yang hanya 24 kasus.(int/nol)
Berita Lainnya
Waspada Modus Kuras Rekening, Disdukcapil Pekanbaru Ingatkan Bahaya Tautan APK Bodong
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
Waspada Modus Kuras Rekening, Disdukcapil Pekanbaru Ingatkan Bahaya Tautan APK Bodong
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru