PILIHAN
Musda Beringin dan Bayang-Bayang 2031
14 September 2026
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Banjir Pekanbaru, Firdaus Sebut Anak Sungai Mati dan Normalisasi Drainase
PEKANBARU, Riauin.com - Memasuki musim penghujan, sejumlah kawasan di Pekanbaru kembali direndam banjir. Di antaranya Kecamatan Tampan, Payung Sekaki, Pekanbaru Kota, Sukajadi, Senapelan, dan sejumlah kawasan lainnya.
Wali Kota Pekanbaru Firdaus menyebut banjir yang kerap merendam sejumlah kawasan tersebut disebabkan saluran air dipenuhi oleh sampah sehingga air yang menggenangi permukiman warga ketika hujan turun tidak mengalir dengan baik ke anak sungai.
Selain drainase, kata Firdaus, banjir juga diakibatkan banyaknya anak sungai yang sudah mati. Untuk itu, Pemerintah Kota Pekanbaru akan melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap anak sungai yang mati.
Firdaus menyebut Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) telah menormalisasi drainase dan anak sungai yang mati.
"Seperti di wilayah Tampan dan Payung Sekaki, itu sudah kita masukkan alat berat untuk normalisasi aliran air. Tapi banjir seperti di Sudirman kemarin masih terjadi karena normalisasi tidak dilakukan secara menyeluruh," jelasnya.
Menurut Firdaus, normalisasi anak sungai dan drainase harus dilakukan dengan sistem jaringan karena tidak dapat dilakukan hanya pada titik-titik tertentu.
"Jika satu titik macet, akan mempengaruhi semuanya, makanya harus menyeluruh," sebut dia.
Tak hanya itu, Firdaus juga mengatakan Pemko Pekanbaru akan menyelesaikan peta induk drainase pada akhir tahun ini, sehingga dengan adanya peta induk drainase tersebut persoalan banjir bisa diselesaikan. Wali Kota juga mengajak semua elemen masyarakat menjaga kebersihan saluran pembuangan air atau drainase.
"Karena sudah memasuki musim penghujan, mari kita bersihkan parit dan drainase. Semua komponen mulai dari masyarakat, RT, RW, lurah, camat, swasta dan dinas teknis harus turun tangan mengantisipasi ini sebelum terjadinya banjir," kata Firdaus.(int/nol)
Wali Kota Pekanbaru Firdaus menyebut banjir yang kerap merendam sejumlah kawasan tersebut disebabkan saluran air dipenuhi oleh sampah sehingga air yang menggenangi permukiman warga ketika hujan turun tidak mengalir dengan baik ke anak sungai.
Selain drainase, kata Firdaus, banjir juga diakibatkan banyaknya anak sungai yang sudah mati. Untuk itu, Pemerintah Kota Pekanbaru akan melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap anak sungai yang mati.
Firdaus menyebut Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) telah menormalisasi drainase dan anak sungai yang mati.
"Seperti di wilayah Tampan dan Payung Sekaki, itu sudah kita masukkan alat berat untuk normalisasi aliran air. Tapi banjir seperti di Sudirman kemarin masih terjadi karena normalisasi tidak dilakukan secara menyeluruh," jelasnya.
Menurut Firdaus, normalisasi anak sungai dan drainase harus dilakukan dengan sistem jaringan karena tidak dapat dilakukan hanya pada titik-titik tertentu.
"Jika satu titik macet, akan mempengaruhi semuanya, makanya harus menyeluruh," sebut dia.
Tak hanya itu, Firdaus juga mengatakan Pemko Pekanbaru akan menyelesaikan peta induk drainase pada akhir tahun ini, sehingga dengan adanya peta induk drainase tersebut persoalan banjir bisa diselesaikan. Wali Kota juga mengajak semua elemen masyarakat menjaga kebersihan saluran pembuangan air atau drainase.
"Karena sudah memasuki musim penghujan, mari kita bersihkan parit dan drainase. Semua komponen mulai dari masyarakat, RT, RW, lurah, camat, swasta dan dinas teknis harus turun tangan mengantisipasi ini sebelum terjadinya banjir," kata Firdaus.(int/nol)
Berita Lainnya
Investasi Tembus Rp7,35 Triliun, Ekonomi Pekanbaru Lampaui Capaian Nasional
Tanpa Bahan dan Data, Komisi IV DPRD Pekanbaru Batalkan Rapat Bersama Dishub
Waspada Modus Kuras Rekening, Disdukcapil Pekanbaru Ingatkan Bahaya Tautan APK Bodong
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Investasi Tembus Rp7,35 Triliun, Ekonomi Pekanbaru Lampaui Capaian Nasional
Tanpa Bahan dan Data, Komisi IV DPRD Pekanbaru Batalkan Rapat Bersama Dishub
Waspada Modus Kuras Rekening, Disdukcapil Pekanbaru Ingatkan Bahaya Tautan APK Bodong
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling