PILIHAN
BMKG Sebut Pekanbaru Kembali Diselimuti Asap, Jarak Pandang 2 Kilometer
PEKANBARU, Riauin.com - Kabut asap yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sempat hilang beberapa waktu lalu. Namun kabut asap ini kembali muncul menyelimuti Pekanbaru meski tak separah dan sepekat sebelumnya, tetapi tetap membuat jarak pandang terbatas.
Menurut Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi,Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Marzuki bahwa berdasarkan data yang dimiliki BMKG, kabut asap memang kembali terjadi di Pekanbaru hingga mengakibatkan jarak pandang di Pekanbaru menjadi terbatas.
"Akibat kabut asap, jarak pandang di Pekanbaru pada saat ini hanya 2 kilometer saja. Memang tidak separah yang sebelumnya tetapi jarak pandang sendiri menjadi terbatas," terang Marzuki, Jumat (11/10/2019).
"Dibanding dengan hari yang sebelumnya, jarak pandang memang terpantau menurun. Hari sebelumnya jarak pandang sekitar 2,5 kilometer dan hari ini 2 kilometer, terjadi sedikit penurunan," sebutnya.
Sementara itu, menurut Dedi salah seorang warga yang tinggal di Panam, kabut asap mulai ia rasakan kembali sejak tiga hari belakangan ini.
"Kami melihat asap kembali menyelimuti Pekanbaru meski tak terlalu pekat. Dan saat saya membaca media, yang dilihat itu tidak sepenuhnya terjadi karena asap, itu kata BMKG," ujarnya.
"Mungkin dikarenakan Rimbo Panjang kembali terbakar ya. Dan asapnya sampai ke sini. Karena daerah Rimbo Panjangkan memang sering terjadi kebakaran," tukasnya.
Ia berharap semoga kabut asap tidak pekat seperti yang sebelumnya. Dan kabut asap cepat berakhir. "Dan saya juga berharap hujan kembali turun sehingga bisa secepatnya memadamkan titik-titik api yang kembali muncul," tutupnya.(int/nol)
Menurut Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi,Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Marzuki bahwa berdasarkan data yang dimiliki BMKG, kabut asap memang kembali terjadi di Pekanbaru hingga mengakibatkan jarak pandang di Pekanbaru menjadi terbatas.
"Akibat kabut asap, jarak pandang di Pekanbaru pada saat ini hanya 2 kilometer saja. Memang tidak separah yang sebelumnya tetapi jarak pandang sendiri menjadi terbatas," terang Marzuki, Jumat (11/10/2019).
"Dibanding dengan hari yang sebelumnya, jarak pandang memang terpantau menurun. Hari sebelumnya jarak pandang sekitar 2,5 kilometer dan hari ini 2 kilometer, terjadi sedikit penurunan," sebutnya.
Sementara itu, menurut Dedi salah seorang warga yang tinggal di Panam, kabut asap mulai ia rasakan kembali sejak tiga hari belakangan ini.
"Kami melihat asap kembali menyelimuti Pekanbaru meski tak terlalu pekat. Dan saat saya membaca media, yang dilihat itu tidak sepenuhnya terjadi karena asap, itu kata BMKG," ujarnya.
"Mungkin dikarenakan Rimbo Panjang kembali terbakar ya. Dan asapnya sampai ke sini. Karena daerah Rimbo Panjangkan memang sering terjadi kebakaran," tukasnya.
Ia berharap semoga kabut asap tidak pekat seperti yang sebelumnya. Dan kabut asap cepat berakhir. "Dan saya juga berharap hujan kembali turun sehingga bisa secepatnya memadamkan titik-titik api yang kembali muncul," tutupnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru Sebar 15 Armada Operasional demi Percepat Penanganan Drainase dan Sampah
Pemko Pekanbaru Siapkan Sanksi Tahan TPP bagi ASN Penunggak Pajak
Kepala Sekolah di Pekanbaru Terancam Sanksi Pidana jika Curang dalam SPMB 2026
Akurasi Data Bansos Pekanbaru Rendah, Pemko Andalkan PIC Tingkat RW
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Pemko Pekanbaru Sebar 15 Armada Operasional demi Percepat Penanganan Drainase dan Sampah
Pemko Pekanbaru Siapkan Sanksi Tahan TPP bagi ASN Penunggak Pajak
Kepala Sekolah di Pekanbaru Terancam Sanksi Pidana jika Curang dalam SPMB 2026
Akurasi Data Bansos Pekanbaru Rendah, Pemko Andalkan PIC Tingkat RW
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini