PILIHAN
Musda Beringin dan Bayang-Bayang 2031
14 September 2026
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Gubernur Riau Susun Strategi agar Karhutla Tak Terulang Lagi
PEKANBARU, Riauin.com - Pasca kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang mengakibatkan kabut asap, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah menyiapkan strategi agar persoalan Karhutla tidak terulang kembali.
Pemprov Riau akan memberikan pemahaman dan solusi terhadap masyarakat agar tidak membakar saat membuka lahan untuk berkebun.
"Agar masyarakat tidak membakar lahan ke depan kita akan melakukan sosialisasi dan penyuluhan," kata Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar kepada wartawan.
Menurutnya, pemerintah maupun petugas tidak bisa mengawal secara utuh terhadap orang yang membakar lahan, makanya sikap membakar dengan membuka lahan ini harus diubah.
Syamsuar mengatakan, bahwa misinya ke depan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dengan cara tidak membakar.
"Tahun depan kita merubah dengan cara memberikan peralatan mengolah tanaman kepada kecamatan-kecamatan yang rawan kebakaran. Ini salah satu misi kita memberikan pemahaman dengan cara tidak membakar dan memberikan solusi peralatan pengolah tanaman," terangnya.
Mantan Bupati Siak dua periode ini menganjurkan, bahwa jika ingin menanam tanaman, masyarakat dapat menanam tanaman yang ramah terhadap lingkungan.
"Jadi tidak sawit yang ditanam untuk dimanfaatkan, jika sawit ditanam di lahan gambut dampaknya besar terhadap kekeringan, sehingga ketika kemarau mudah terbakar," pungkasnya.(int/nol)
Pemprov Riau akan memberikan pemahaman dan solusi terhadap masyarakat agar tidak membakar saat membuka lahan untuk berkebun.
"Agar masyarakat tidak membakar lahan ke depan kita akan melakukan sosialisasi dan penyuluhan," kata Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar kepada wartawan.
Menurutnya, pemerintah maupun petugas tidak bisa mengawal secara utuh terhadap orang yang membakar lahan, makanya sikap membakar dengan membuka lahan ini harus diubah.
Syamsuar mengatakan, bahwa misinya ke depan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dengan cara tidak membakar.
"Tahun depan kita merubah dengan cara memberikan peralatan mengolah tanaman kepada kecamatan-kecamatan yang rawan kebakaran. Ini salah satu misi kita memberikan pemahaman dengan cara tidak membakar dan memberikan solusi peralatan pengolah tanaman," terangnya.
Mantan Bupati Siak dua periode ini menganjurkan, bahwa jika ingin menanam tanaman, masyarakat dapat menanam tanaman yang ramah terhadap lingkungan.
"Jadi tidak sawit yang ditanam untuk dimanfaatkan, jika sawit ditanam di lahan gambut dampaknya besar terhadap kekeringan, sehingga ketika kemarau mudah terbakar," pungkasnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Investasi Tembus Rp7,35 Triliun, Ekonomi Pekanbaru Lampaui Capaian Nasional
Tanpa Bahan dan Data, Komisi IV DPRD Pekanbaru Batalkan Rapat Bersama Dishub
Waspada Modus Kuras Rekening, Disdukcapil Pekanbaru Ingatkan Bahaya Tautan APK Bodong
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Investasi Tembus Rp7,35 Triliun, Ekonomi Pekanbaru Lampaui Capaian Nasional
Tanpa Bahan dan Data, Komisi IV DPRD Pekanbaru Batalkan Rapat Bersama Dishub
Waspada Modus Kuras Rekening, Disdukcapil Pekanbaru Ingatkan Bahaya Tautan APK Bodong
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling