PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
LSM EKA dan PM Haze Gelat Gerakan World Clean up Day 2019
MERANTI, riauin.com--Bersempena Hari Bersih se-Dunia, LSM Ekonomi Kreatif Andalan bekerjasama dengan People's Movement to Stop Haze (PM Haze), hari ini Sabtu (21/09/2019) diselenggarakan di Desa Sungai Tohor.
Kegiatan tersebut serentak di 150 negara 34 Provinsi 13 Juta Relawan termasuk Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Kegiatan aksi Hari Bersih se-Dunia yang merupakan inisiasi LSM EKA dikunjungi tamu luar negeri, Benjamin selaku Direktur PM Haze asal Singapura didampingi Koordinator tim Regional PM Haze Sumatera, Ahmad Azhari asal Medan.
Acara yang berlangsung pukul 08.00 pagi di lokasi pembibitan dan kebun andalan, WCD dihadiri Camat Tebing tinggi timur diwakili Iskandar S,Pd I selaku Kasi pelayanan, Efendi SE Kepala Desa Sungai Tohor, dr. Ahmad Kepala UPT Puskesmas, Abdul Manan Dewan penasihat LSM EKA, pemuda setempat beserta guru dan siswa.
Albanik Ketua Ekonomi Kreatif Menengah (EKA) Desa Sungai Tohor mengatakan, dengan adanya kegiatan Hari Bersih se-Dunia ini bisa menumbuhkan kesadaran terhadap kebersihan lingkungan kita sehari-hari.
Dia memgajak untuk mengenal tentang Kebersihan Lingkungan Hidup. Di Desa Sungai Tohor, ada beberapa dalam ekonomi kreatif Andalan Desa Sungai Tohada beberapa orang yang mengolah menanam kayu alam untuk membantu pemerintah dalam Restorasi Gambut.
Kepala Desa Sungai Tohor Efendi SE mengatakan hari ini di Desa Sungai Tohor menjadi sangat luar biasa karena belum pernah digelar acara serupa ini.
Pemerintah desa berharap siapapun dan dari manapun bantuan yang datang ke Sungai Tohor harus didukung penuh oleh masyarakat.
"Meskipun kegiatan ini merupakan kegiatan awal, namun Pemerintah Desa sangat berharap kegiatan ini terus berlanjut. Masyarakat kita tidak terbiasa untuk membuang sampah di tempat sembarangan dan ini kita pelajari dari tidak terjadinya kebakaran lahan di Desa Sungai Tohor. Karena kebakaran lahan ini merupakan faktor manusia," kata Kades.
Untuk itu Kades mengimbau biasakan untuk tidak membuang sampah disembarang tempat dan saling bekerja sama. Sebelumnya pemerintah desa sudah pernah mengajukan permohonan ke Kecamatan untuk pengadaan tempat penampungan sampah, namun sampai saat ini belum terealisasi.
Camat Tebing Tinggi Timur diwakili Kasi Pelayanan, Iskandar S.Pdi mengatakan,kegiatan ini merupakan perdana dilakukan di Desa Sungai Tohor dan Kabupaten Meranti, secara umum.
"Kebersihan ini merupakan suatu kewajiban bagi kita semua, pemerintah kecamatan sangat mensuport atas kegiatan ini dan kedepannya lebih baik lagi. Pemerintah Kecamatan juga berharap kepada LSM EKA untuk kedepannya bisa membuat program yang terbaik, bukan di Desa Sungai Tohor saja, khusunya Di kecamatan Tebing Tinggi Timur Kabupaten Meranti.
Sementara itu Ahmad Azhari sebagai tekhnical staf PM Haze mengatakan PM Haze, ini merupakan sebuah lembaga kemasyarakatan di Singapura yang ingin mengedukasi masyarakat negara tetangganya.
Dikatakannya sampah bukan hanya menjadi masalah sekelompok orang, tetapi sudah menjadi masalah global, karena dilihat pada kasus beberapa bulan lalu ditemukan seekor ikan paus yang mati dipantai kemudian dibelah dan ditemukan isi dalam perut paus tersebut hampir seluruhnya sampah plastik.
"Hari ini tanggal 21 September 150 negara ikut bersama-sama kita dengan 360 juta relawan ikut menjaga bumi ini," ujarnya.
dia berharap Desa Sungai Tohor menjadi pioner mengembangkan pesan positif ini ke desa-desa lain dan kabupaten," tutup Azhari.(syah)
Kegiatan tersebut serentak di 150 negara 34 Provinsi 13 Juta Relawan termasuk Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Kegiatan aksi Hari Bersih se-Dunia yang merupakan inisiasi LSM EKA dikunjungi tamu luar negeri, Benjamin selaku Direktur PM Haze asal Singapura didampingi Koordinator tim Regional PM Haze Sumatera, Ahmad Azhari asal Medan.
Acara yang berlangsung pukul 08.00 pagi di lokasi pembibitan dan kebun andalan, WCD dihadiri Camat Tebing tinggi timur diwakili Iskandar S,Pd I selaku Kasi pelayanan, Efendi SE Kepala Desa Sungai Tohor, dr. Ahmad Kepala UPT Puskesmas, Abdul Manan Dewan penasihat LSM EKA, pemuda setempat beserta guru dan siswa.
Albanik Ketua Ekonomi Kreatif Menengah (EKA) Desa Sungai Tohor mengatakan, dengan adanya kegiatan Hari Bersih se-Dunia ini bisa menumbuhkan kesadaran terhadap kebersihan lingkungan kita sehari-hari.
Dia memgajak untuk mengenal tentang Kebersihan Lingkungan Hidup. Di Desa Sungai Tohor, ada beberapa dalam ekonomi kreatif Andalan Desa Sungai Tohada beberapa orang yang mengolah menanam kayu alam untuk membantu pemerintah dalam Restorasi Gambut.
Kepala Desa Sungai Tohor Efendi SE mengatakan hari ini di Desa Sungai Tohor menjadi sangat luar biasa karena belum pernah digelar acara serupa ini.
Pemerintah desa berharap siapapun dan dari manapun bantuan yang datang ke Sungai Tohor harus didukung penuh oleh masyarakat.
"Meskipun kegiatan ini merupakan kegiatan awal, namun Pemerintah Desa sangat berharap kegiatan ini terus berlanjut. Masyarakat kita tidak terbiasa untuk membuang sampah di tempat sembarangan dan ini kita pelajari dari tidak terjadinya kebakaran lahan di Desa Sungai Tohor. Karena kebakaran lahan ini merupakan faktor manusia," kata Kades.
Untuk itu Kades mengimbau biasakan untuk tidak membuang sampah disembarang tempat dan saling bekerja sama. Sebelumnya pemerintah desa sudah pernah mengajukan permohonan ke Kecamatan untuk pengadaan tempat penampungan sampah, namun sampai saat ini belum terealisasi.
Camat Tebing Tinggi Timur diwakili Kasi Pelayanan, Iskandar S.Pdi mengatakan,kegiatan ini merupakan perdana dilakukan di Desa Sungai Tohor dan Kabupaten Meranti, secara umum.
"Kebersihan ini merupakan suatu kewajiban bagi kita semua, pemerintah kecamatan sangat mensuport atas kegiatan ini dan kedepannya lebih baik lagi. Pemerintah Kecamatan juga berharap kepada LSM EKA untuk kedepannya bisa membuat program yang terbaik, bukan di Desa Sungai Tohor saja, khusunya Di kecamatan Tebing Tinggi Timur Kabupaten Meranti.
Sementara itu Ahmad Azhari sebagai tekhnical staf PM Haze mengatakan PM Haze, ini merupakan sebuah lembaga kemasyarakatan di Singapura yang ingin mengedukasi masyarakat negara tetangganya.
Dikatakannya sampah bukan hanya menjadi masalah sekelompok orang, tetapi sudah menjadi masalah global, karena dilihat pada kasus beberapa bulan lalu ditemukan seekor ikan paus yang mati dipantai kemudian dibelah dan ditemukan isi dalam perut paus tersebut hampir seluruhnya sampah plastik.
"Hari ini tanggal 21 September 150 negara ikut bersama-sama kita dengan 360 juta relawan ikut menjaga bumi ini," ujarnya.
dia berharap Desa Sungai Tohor menjadi pioner mengembangkan pesan positif ini ke desa-desa lain dan kabupaten," tutup Azhari.(syah)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK