PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Andi Rachman Luncurkan Buku Riau The Homeland of Melayu
Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berkomitmen mengangkat sektor pariwisata yang ada dengan mengemas potensi wisata alam untuk dijadikan sektor unggulan pasca terpuruknya sektor minyak dan gas (Migas).
Untuk mengeksplore pesona wisata Bumi Melayu Lancang Kuning itu, Dinas Pariwisata Provinsi Riau gencar melakukan promosi untuk menarik kunjungan wisatawan dari lokal, nasional hingga internasional.
Bahkan baru-baru ini, Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman telah me-launching buku ulasan lengkap sektor pariwisata yang berjudul "Riau The Homeland of Melayu, Apa Mengapa Pariwisata Riau" bertepatan dengan Rakornis Dinas Pariwisata se-Provinsi Riau di Rupat, Bengkalis.
Dalam buku setebal 242 halaman terbitan Best Publisher (Anggota Ikapi) tahun 2016 ini, potensi-potensi wisata yang ada di Riau diulas dengan bahasa apik disertai dokumentasi iven-iven wisata yang menarik. Ini diyakini dapat menjadi magnet tersendiri dalam upaya mendatangkan kunjungan wisata.
"Semua tentang Riau meliputi budaya, destinasi wiata, dan iven wisatanya dikemas dalam buku ini," kata Andi Rachman kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Kamis (9/3/2017).
Andi membocorkan, kekayaan Riau baik alam dan budayanya yang terbentang sepanjang aliran empat sungai besar yaitu Rokan, Siak, Kampar dan Kuantan-Indragiri dijadikan konsep untuk merunut potensi wisata yang ada di Riau.
"Di mulai dari menyisir Sungai Rokan. Di sana dapat kita saksikan tradisi bakoba (berkabar melalui cerita) di Rokan Hilir. Diperkirakan sudah berusia dua abad lebih. Berlanjut pada Sungai Rokan Kiri yang mengalir melintasi Kota Ujungbatu juga menjadi yang tidak dilewatkan. Di Rokan Hulu objek pelancongan berbasis naturalis sangat banyak," urainya.
Menyusuri aliran Sungai Siak yang menjadi jalur perlintasan kesultanan Indragiri dan Kerajaan Pagaruyung dan menghilir sampai Selat Malaka melewati pusat Kesultanan Siak Sri Indrapura sampai muara Bengkalis.
"Merunut dari aliran Sungai Siak, destinasi wisata yang ada di sini berbasis budaya. Terlebih lagi dengan adanya peninggalan-peninggalan sejarah Kerajaan Siak Sri Indrapura," kata Andi.
Berlanjut pada Sungai Kampar yang tentunya memiliki kisah berbeda. Di Negeri Serambi Mekah ini, peninggalan sejarah banyak tercecer mulai dari Candi Muara Takus hingga Kerajaan Gunung Sahilan.
"Waduk PLTA Koto Panjang menjadi salah satu bukti Sungai Kampar yang pernah dihempang menjadi waduk. Ini lah awal munculnya kampung-kampung perikanan air tawar di Kampar," ceritanya.
Kata Andi, Sungai Kampar masih terbentang hingga Kabupaten Pelalawan. Di sinilah gelombang sungai paling panjang dan paling konsisten di dunia ditemukan. Berada di Kuala Kampar, ombak sungai yang menggelombang berjuluk Bono itu kini mendatangkan banyak turis mancanegara.
"Kalau sudah terdengar suara menderu dari kejauhan, bersiaplah menyambut bono. Isle Surf and SUp (situs selancar dunia) menempatkan bono di Sungai Kampar sebagai gelombang sungai terbaik di dunia," kata Andi.
Dari tepian Narosa, Sungai Kuantan, terdapatlah sebuah iven andalan yang disebut Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi. Berlanjut ke Sungai Indragiri yang melintasi Kabupaten Indragiri Hulu (negeri tua) dan terkisah tetang Raja Narasinga II yang bergelar Paduka Maulana Sri Sultan Alaudin Iskandar Syah Johar Zikrullah Fil Alam adalah Sultan Indragiri yang pertama.
"Masih di aliran Sungai Indragiri ini juga, terkisah Kerajaan Keritang dan pesona Pantai Solop di Kabupaten Indragiri Hilir," pungkasnya. (grc)
Untuk mengeksplore pesona wisata Bumi Melayu Lancang Kuning itu, Dinas Pariwisata Provinsi Riau gencar melakukan promosi untuk menarik kunjungan wisatawan dari lokal, nasional hingga internasional.
Bahkan baru-baru ini, Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman telah me-launching buku ulasan lengkap sektor pariwisata yang berjudul "Riau The Homeland of Melayu, Apa Mengapa Pariwisata Riau" bertepatan dengan Rakornis Dinas Pariwisata se-Provinsi Riau di Rupat, Bengkalis.
Dalam buku setebal 242 halaman terbitan Best Publisher (Anggota Ikapi) tahun 2016 ini, potensi-potensi wisata yang ada di Riau diulas dengan bahasa apik disertai dokumentasi iven-iven wisata yang menarik. Ini diyakini dapat menjadi magnet tersendiri dalam upaya mendatangkan kunjungan wisata.
"Semua tentang Riau meliputi budaya, destinasi wiata, dan iven wisatanya dikemas dalam buku ini," kata Andi Rachman kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Kamis (9/3/2017).
Andi membocorkan, kekayaan Riau baik alam dan budayanya yang terbentang sepanjang aliran empat sungai besar yaitu Rokan, Siak, Kampar dan Kuantan-Indragiri dijadikan konsep untuk merunut potensi wisata yang ada di Riau.
"Di mulai dari menyisir Sungai Rokan. Di sana dapat kita saksikan tradisi bakoba (berkabar melalui cerita) di Rokan Hilir. Diperkirakan sudah berusia dua abad lebih. Berlanjut pada Sungai Rokan Kiri yang mengalir melintasi Kota Ujungbatu juga menjadi yang tidak dilewatkan. Di Rokan Hulu objek pelancongan berbasis naturalis sangat banyak," urainya.
Menyusuri aliran Sungai Siak yang menjadi jalur perlintasan kesultanan Indragiri dan Kerajaan Pagaruyung dan menghilir sampai Selat Malaka melewati pusat Kesultanan Siak Sri Indrapura sampai muara Bengkalis.
"Merunut dari aliran Sungai Siak, destinasi wisata yang ada di sini berbasis budaya. Terlebih lagi dengan adanya peninggalan-peninggalan sejarah Kerajaan Siak Sri Indrapura," kata Andi.
Berlanjut pada Sungai Kampar yang tentunya memiliki kisah berbeda. Di Negeri Serambi Mekah ini, peninggalan sejarah banyak tercecer mulai dari Candi Muara Takus hingga Kerajaan Gunung Sahilan.
"Waduk PLTA Koto Panjang menjadi salah satu bukti Sungai Kampar yang pernah dihempang menjadi waduk. Ini lah awal munculnya kampung-kampung perikanan air tawar di Kampar," ceritanya.
Kata Andi, Sungai Kampar masih terbentang hingga Kabupaten Pelalawan. Di sinilah gelombang sungai paling panjang dan paling konsisten di dunia ditemukan. Berada di Kuala Kampar, ombak sungai yang menggelombang berjuluk Bono itu kini mendatangkan banyak turis mancanegara.
"Kalau sudah terdengar suara menderu dari kejauhan, bersiaplah menyambut bono. Isle Surf and SUp (situs selancar dunia) menempatkan bono di Sungai Kampar sebagai gelombang sungai terbaik di dunia," kata Andi.
Dari tepian Narosa, Sungai Kuantan, terdapatlah sebuah iven andalan yang disebut Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi. Berlanjut ke Sungai Indragiri yang melintasi Kabupaten Indragiri Hulu (negeri tua) dan terkisah tetang Raja Narasinga II yang bergelar Paduka Maulana Sri Sultan Alaudin Iskandar Syah Johar Zikrullah Fil Alam adalah Sultan Indragiri yang pertama.
"Masih di aliran Sungai Indragiri ini juga, terkisah Kerajaan Keritang dan pesona Pantai Solop di Kabupaten Indragiri Hilir," pungkasnya. (grc)
Berita Lainnya
Sebabkan Penurunan Produktivitas Kerja, PNS Dilarang Main Game Online
Hari Listrik ke-75 di Batam Jadi Berkah Masyarakat Selat Nenek dan Pulau Jaloh
Imbas Corona, Kurs Rupiah Kian Dekati Rp17 Ribu per Dolar AS
Semprot Desinfektan, Wiraland Berupaya Lindungi Penghuni dari Bahaya Covid-19
Pemprov Riau Telah Terima Hasil Evaluasi Pejabat Eselon II dari KASN
Gubri Hadiri Rakor dengan Menteri PPN Bahas RKP Prioritas 2021
Sebabkan Penurunan Produktivitas Kerja, PNS Dilarang Main Game Online
Hari Listrik ke-75 di Batam Jadi Berkah Masyarakat Selat Nenek dan Pulau Jaloh
Imbas Corona, Kurs Rupiah Kian Dekati Rp17 Ribu per Dolar AS
Semprot Desinfektan, Wiraland Berupaya Lindungi Penghuni dari Bahaya Covid-19
Pemprov Riau Telah Terima Hasil Evaluasi Pejabat Eselon II dari KASN
Gubri Hadiri Rakor dengan Menteri PPN Bahas RKP Prioritas 2021