PILIHAN
Musda Beringin dan Bayang-Bayang 2031
14 September 2026
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Gubernur Riau Minta Bupati/Walikota Kendalikan Titik Api
PEKANBARU, Riauin.com - Provinsi Riau memiliki tugas berat sampai Oktober nanti untuk mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Riau. Pasalnya berdasarkan prediksi BMKG, wilayah Riau sampai awal Oktober masih kemarau.
Karena itu, Komandan Satgas Karhutla yang juga Gubernur Riau, Syamsuar, meminta bantuan kepada bupati dan walikota se-Riau untuk berperan aktif melakukan koordinasi dalam mengatasi kebakaran di wilayah masing-masing.
"Harapan kami mohon bantuan dan dukungan bupati/walikota agar titik api ini dapat dikendalikan. Karena prediksi BMKG itu sampai bulan Oktober masih musim kemarau. Jadi selama September ini ada tugas berat kita agar api tidak berkembang," kata Syamsuar.
Menurutnya, persoalan Karhutla ini sudah menjadi perhatian dan pantauan Pemerintah Pusat. Apalagi kalau sampai pergerakan angin arah ke Malaysia dan Singapura, maka persoalan kabut asap bisa sampai ke Presiden.
"Pak Presiden sudah pandai bilang jerebu, padahal jerebu itu asap. Jadi beliau sudah tahu apa yang menjadi pembahasan Malaysia soal jerebu," ujarnya.
Apalagi berdasarkan informasi Konsultan Malaysia di Riau, sebut Syamsuar, kerajaan Malaysia dan wakil menteri luar negeri Malaysia, serta wakil menteri luar negeri Singapura akan berkunjung ke Riau.
"Makanya kita harus jadi tuan rumah yang baik, bagaimana kita bisa menjaga agar kebakaran hutan di Riau tak meluas. Kita juga belum tahu apa yang akan menjadi harapan teman-teman kita dari Malaysia dan Singapura saat berada di Riau nanti," cakapnya.(int/nol)
Karena itu, Komandan Satgas Karhutla yang juga Gubernur Riau, Syamsuar, meminta bantuan kepada bupati dan walikota se-Riau untuk berperan aktif melakukan koordinasi dalam mengatasi kebakaran di wilayah masing-masing.
"Harapan kami mohon bantuan dan dukungan bupati/walikota agar titik api ini dapat dikendalikan. Karena prediksi BMKG itu sampai bulan Oktober masih musim kemarau. Jadi selama September ini ada tugas berat kita agar api tidak berkembang," kata Syamsuar.
Menurutnya, persoalan Karhutla ini sudah menjadi perhatian dan pantauan Pemerintah Pusat. Apalagi kalau sampai pergerakan angin arah ke Malaysia dan Singapura, maka persoalan kabut asap bisa sampai ke Presiden.
"Pak Presiden sudah pandai bilang jerebu, padahal jerebu itu asap. Jadi beliau sudah tahu apa yang menjadi pembahasan Malaysia soal jerebu," ujarnya.
Apalagi berdasarkan informasi Konsultan Malaysia di Riau, sebut Syamsuar, kerajaan Malaysia dan wakil menteri luar negeri Malaysia, serta wakil menteri luar negeri Singapura akan berkunjung ke Riau.
"Makanya kita harus jadi tuan rumah yang baik, bagaimana kita bisa menjaga agar kebakaran hutan di Riau tak meluas. Kita juga belum tahu apa yang akan menjadi harapan teman-teman kita dari Malaysia dan Singapura saat berada di Riau nanti," cakapnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Investasi Tembus Rp7,35 Triliun, Ekonomi Pekanbaru Lampaui Capaian Nasional
Tanpa Bahan dan Data, Komisi IV DPRD Pekanbaru Batalkan Rapat Bersama Dishub
Waspada Modus Kuras Rekening, Disdukcapil Pekanbaru Ingatkan Bahaya Tautan APK Bodong
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Investasi Tembus Rp7,35 Triliun, Ekonomi Pekanbaru Lampaui Capaian Nasional
Tanpa Bahan dan Data, Komisi IV DPRD Pekanbaru Batalkan Rapat Bersama Dishub
Waspada Modus Kuras Rekening, Disdukcapil Pekanbaru Ingatkan Bahaya Tautan APK Bodong
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling