PILIHAN
Musda Beringin dan Bayang-Bayang 2031
14 September 2026
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Akibat Asap Karhutla, Penderita ISPA di Pekanbaru Capai 703 Kasus
PEKANBARU, Riauin.com - Beberapa hari ini kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyelimuti Kota Pekanbaru. Sudah 703 warga terserang Inpeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).
“ISPA tidak hanya terjadi karena kabut asap saja, banyak hal yang mempengaruhi seseorang terkena ISPA,†kata Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, Muhammad Amin, Jumat (2/8/2019).
Amin menyebut, banyak warga yang berobat ke Puskemas karena mengalami batuk. Namun, dimasukkan dalam kategori ISPA. Ia menyebut, penderita ISPA itu belum tentu warga yang berobat akibat dampak dari asap Karhutla.
“Untuk mewaspadai terkait penyakit yang diderita masyarakat, maka kami Diskes memantau perkembangan data yang berobat ke Puskesmas terkait diagnosa penyakit setiap harinya,†jelasnya.
Ia mengimbau, masyarakat tetap waspada dan mengantisipasi berbagai macam penyakit yang dapat menyerang saat kabut asap terjadi. Misalnya seperti ISPA, Asma, iritasi mata, peyakit paru kronik hingga penyakit jantung.
"Jadi masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mengantisipasi semua penyakit, akibat dampak dari kabut asap," tambahnya.
Amin juga meminta Puskesmas untuk menyediakan ruangan khusus bagi pasien ISPA. Fasilitas itu agar akses layanan kesehatan dapat dilakukan dengan cepat.
“Paling rentan itu anak-anak, ibu hamil dan juga lansia. Maka, kami minta sediakan ruangan khusus,†jelasnya.
Ia juga berharap kejadian pada 2015 lalu tidak lagi terulang. Pasalnya, saat itu kondisi udara di Pekanbaru sampai pada level berbahaya bagi masyarakat.
“Maka dari itu, kami selalu berupaya untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah pasien ISPA,†jelasnya. (int/nol)
“ISPA tidak hanya terjadi karena kabut asap saja, banyak hal yang mempengaruhi seseorang terkena ISPA,†kata Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, Muhammad Amin, Jumat (2/8/2019).
Amin menyebut, banyak warga yang berobat ke Puskemas karena mengalami batuk. Namun, dimasukkan dalam kategori ISPA. Ia menyebut, penderita ISPA itu belum tentu warga yang berobat akibat dampak dari asap Karhutla.
“Untuk mewaspadai terkait penyakit yang diderita masyarakat, maka kami Diskes memantau perkembangan data yang berobat ke Puskesmas terkait diagnosa penyakit setiap harinya,†jelasnya.
Ia mengimbau, masyarakat tetap waspada dan mengantisipasi berbagai macam penyakit yang dapat menyerang saat kabut asap terjadi. Misalnya seperti ISPA, Asma, iritasi mata, peyakit paru kronik hingga penyakit jantung.
"Jadi masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mengantisipasi semua penyakit, akibat dampak dari kabut asap," tambahnya.
Amin juga meminta Puskesmas untuk menyediakan ruangan khusus bagi pasien ISPA. Fasilitas itu agar akses layanan kesehatan dapat dilakukan dengan cepat.
“Paling rentan itu anak-anak, ibu hamil dan juga lansia. Maka, kami minta sediakan ruangan khusus,†jelasnya.
Ia juga berharap kejadian pada 2015 lalu tidak lagi terulang. Pasalnya, saat itu kondisi udara di Pekanbaru sampai pada level berbahaya bagi masyarakat.
“Maka dari itu, kami selalu berupaya untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah pasien ISPA,†jelasnya. (int/nol)
Berita Lainnya
ISPU Tembus 220, Pemko Pekanbaru Liburkan Tatap Muka TK-SMP hingga Jumat
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Warga Diimbau Gunakan Masker Saat Keluar Rumah
Kembali Diberondong Asap Kiriman, Pemko Pekanbaru Bakal Shalat Istisqa Lagi
BMKG Ingatkan Potensi Asap di Riau Saat Terpantau 96 Titik Panas
Investasi Tembus Rp7,35 Triliun, Ekonomi Pekanbaru Lampaui Capaian Nasional
Tanpa Bahan dan Data, Komisi IV DPRD Pekanbaru Batalkan Rapat Bersama Dishub
ISPU Tembus 220, Pemko Pekanbaru Liburkan Tatap Muka TK-SMP hingga Jumat
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Warga Diimbau Gunakan Masker Saat Keluar Rumah
Kembali Diberondong Asap Kiriman, Pemko Pekanbaru Bakal Shalat Istisqa Lagi
BMKG Ingatkan Potensi Asap di Riau Saat Terpantau 96 Titik Panas
Investasi Tembus Rp7,35 Triliun, Ekonomi Pekanbaru Lampaui Capaian Nasional
Tanpa Bahan dan Data, Komisi IV DPRD Pekanbaru Batalkan Rapat Bersama Dishub