PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Bantuan APBN dan APBD
Disnak Sulit Awasi Bantuan Sapi ke Petani
Kepala Dinas Peternakan Riau Askardya Patrinov
Riauin.com, Pekanbaru - Pemerintah pusat melalui Dinas Peternakan Provinsi Riau sepanjang tahun 2016 mendapat bantuan sapi ternak sebanyak 1.450 ekor. Penerima sapi jenis brahman cros yang dialokasikan melalui APBN 2016 diterima tiga provinsi di Sumater, yakni Aceh, Sumut dan Riau.
Sapi-sapi tersebut diterima oleh 59 kelompok tani dengan aksen dari program yang memiliki resiko kematian dan pencurian yang cukup tinggi. Dari 1.450 ekor sapi ternak tersebut puluhan ekor dinyatakan hilang dan ada pula yang mati.
"Program integrasi sapi dan sawit ini aksennya semi aksesif kematian dan pencurian, karena sapi-sapi tersebut dibiarkan lepas diperkebunan rakyat. Tapi dampaknya angka kelahiran sapi banyak, dari program ini sudah tumbuh pengelola-pengelola pupuk dan hasil perkebunan mereka meningkat," kata Kepala Dinas Peternakan Riau, Askardya Patrinov, Selasa (07/02/2017).
Program yang dianggarkan dalam APBN tersebut sudah berjalan selama 3 tahun dengan pola bergulir. Setiap kelompok tani terdiri dari 10 hingga 15 orang dengan jumlah sapi sebanyak 5 ekor per orang.
Sedangkan hibah dari APBD baru tahun ini kembali dialokasikan setelah dua tahun berturut-turut dihentikan. Tahun ini Pemprov Riau mengalokasikan sebanya 1.433 ekor sapi dengan penerima sebanyak 80 kelompok tani.
"Hanya saja kami masih akan membahas pola hibah ini, khawatirnya, ada petani yang nakal. Misalnya, setelah menerima bantuan dari kelompok tani A, kemudian tahun berikutnya pindah ke kelompok tani B. Ini yang harus kita antisipasi," tutur Novi, sapaan akrabnya. (oce)
Sapi-sapi tersebut diterima oleh 59 kelompok tani dengan aksen dari program yang memiliki resiko kematian dan pencurian yang cukup tinggi. Dari 1.450 ekor sapi ternak tersebut puluhan ekor dinyatakan hilang dan ada pula yang mati.
"Program integrasi sapi dan sawit ini aksennya semi aksesif kematian dan pencurian, karena sapi-sapi tersebut dibiarkan lepas diperkebunan rakyat. Tapi dampaknya angka kelahiran sapi banyak, dari program ini sudah tumbuh pengelola-pengelola pupuk dan hasil perkebunan mereka meningkat," kata Kepala Dinas Peternakan Riau, Askardya Patrinov, Selasa (07/02/2017).
Program yang dianggarkan dalam APBN tersebut sudah berjalan selama 3 tahun dengan pola bergulir. Setiap kelompok tani terdiri dari 10 hingga 15 orang dengan jumlah sapi sebanyak 5 ekor per orang.
Sedangkan hibah dari APBD baru tahun ini kembali dialokasikan setelah dua tahun berturut-turut dihentikan. Tahun ini Pemprov Riau mengalokasikan sebanya 1.433 ekor sapi dengan penerima sebanyak 80 kelompok tani.
"Hanya saja kami masih akan membahas pola hibah ini, khawatirnya, ada petani yang nakal. Misalnya, setelah menerima bantuan dari kelompok tani A, kemudian tahun berikutnya pindah ke kelompok tani B. Ini yang harus kita antisipasi," tutur Novi, sapaan akrabnya. (oce)
Berita Lainnya
PLN UIP3B Sumatera Salurkan 40 Ekor Sapi dan 12 Ekor Kambing, Ribuan Masyarakat Rasakan Manfaatnya
FWK Minta Presiden Benahi MBG & Naikkan Subsidi Kebutuhan Pokok
Duka di Serdang Bedagai, Prajurit yang Gugur di Lebanon Itu Dikenal Sosok Ramah dan Pekerja Keras
Gerakan APPMBGI: Mengawal Gizi dari Desa Hingga Kota
Pemprov Riau Perketat Penggunaan Dana Bagi Hasil Sawit
Perkuat Tulang Punggung Listrik Riau, PLN Lakukan Final Check Relokasi Tower SUTT 150 kV
PLN UIP3B Sumatera Salurkan 40 Ekor Sapi dan 12 Ekor Kambing, Ribuan Masyarakat Rasakan Manfaatnya
FWK Minta Presiden Benahi MBG & Naikkan Subsidi Kebutuhan Pokok
Duka di Serdang Bedagai, Prajurit yang Gugur di Lebanon Itu Dikenal Sosok Ramah dan Pekerja Keras
Gerakan APPMBGI: Mengawal Gizi dari Desa Hingga Kota
Pemprov Riau Perketat Penggunaan Dana Bagi Hasil Sawit
Perkuat Tulang Punggung Listrik Riau, PLN Lakukan Final Check Relokasi Tower SUTT 150 kV