PILIHAN
Musda Beringin dan Bayang-Bayang 2031
14 September 2026
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
DPRD Pekanbaru Kembali Kritik Dampak Sosial Akibat Pembangunan IPAL
PEKANBARU, Riauin.com - Jhon Romi Sinaga, Wakil DPRD Kota Pekanbaru turut mengkiritisi soal pengerjaan pembangunan proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum juga selesai di beberapa titik jalan di Kota Pekanbaru.
Jhon Romi Sinaga SE melihat banyak dampak sosial yang ditimbulkan akibat pembangunan yang dirasa belum darurat. Seperti pembangunan di jalan depan Imigrasi, dimana tempat usaha yang biasanya ramai didatangi pelanggan kini sepi.
"Kita ingin tahu sejauh mana penggerjaan proyek dilakukan. Untuk itu, kepada kontraktor PT Wijaya Karya (Wika) dan Hutama Karya (HK) kita akan menjadwalkan pemanggilan guna memberikan solusi efek dari pembangunan IPAL tersebut," ungkap Jhon Romi Sinaga, Selasa 16/7/2019).
Pada dasarnya, lanjut Politisi PDI Perjuangan ini lagi, kegiatan pembangunan IPAL tersebut sebenarnya bagus, tapi seharusnya perusahaan BUMN itu harus memperhatikan lingkungan di sekitarnya agar jangan ada masyarakat yang mencari nafkah dirugikan. Apalagi jika pembangunan sampai satu tahun atau dua tahun, dampak ini harus diperhatikan. Belum lagi adanya pengalihan jalan yang membuat macet.
"Pihak perusahaan hendaknya bekerja secara profesional artinya setiap efek dari pembangunan yang mereka kerjakan disiapkan kajiaan sosial dengan memberikan solusi hingga tidak ada masyarakat kecil dirugikan. Jika ada masyarakat dirugikan tentunya kita sangat sayangkan. Berarti kota butuh percepatan pengerjaan dan pembangunannya. Jangan karena ada pembangunan ini masyarakat dirugikan, pihak perusahaan harus profesional, pikirkan juga masyarakat sekitarnya. Apa mereka mau tanggung jawab," ujar Romi.
Karena kata Romi lagi, dampak dari pembangunan pipa limbah bawah tanah tersebut, bukan hanya pelaku usaha kecil saja dirugikan namun terang dia lagi, seluruh masyarakat pengguna jalan sudah pasti dirugikan karena ada penutupan akses jalan utama. Selain itu juga terjadi penyempitan jalan.
"Harusnya jika mengerjakan di jalanan yang selalu dilalui kendaraan harusnya jangan langsung diambil rute yang sangat panjang, sedikit-sedikit saja agar penutupan jalan tidak terlalu lama. Kita juga minta jalanan yang sudah digali ditutup seperti semula, jangan dibiarkan. Kalau harus diaspal, ya diaspal dong. Mereka tentu ada anggaran untuk itu," tutupnya.(int/nol)
Jhon Romi Sinaga SE melihat banyak dampak sosial yang ditimbulkan akibat pembangunan yang dirasa belum darurat. Seperti pembangunan di jalan depan Imigrasi, dimana tempat usaha yang biasanya ramai didatangi pelanggan kini sepi.
"Kita ingin tahu sejauh mana penggerjaan proyek dilakukan. Untuk itu, kepada kontraktor PT Wijaya Karya (Wika) dan Hutama Karya (HK) kita akan menjadwalkan pemanggilan guna memberikan solusi efek dari pembangunan IPAL tersebut," ungkap Jhon Romi Sinaga, Selasa 16/7/2019).
Pada dasarnya, lanjut Politisi PDI Perjuangan ini lagi, kegiatan pembangunan IPAL tersebut sebenarnya bagus, tapi seharusnya perusahaan BUMN itu harus memperhatikan lingkungan di sekitarnya agar jangan ada masyarakat yang mencari nafkah dirugikan. Apalagi jika pembangunan sampai satu tahun atau dua tahun, dampak ini harus diperhatikan. Belum lagi adanya pengalihan jalan yang membuat macet.
"Pihak perusahaan hendaknya bekerja secara profesional artinya setiap efek dari pembangunan yang mereka kerjakan disiapkan kajiaan sosial dengan memberikan solusi hingga tidak ada masyarakat kecil dirugikan. Jika ada masyarakat dirugikan tentunya kita sangat sayangkan. Berarti kota butuh percepatan pengerjaan dan pembangunannya. Jangan karena ada pembangunan ini masyarakat dirugikan, pihak perusahaan harus profesional, pikirkan juga masyarakat sekitarnya. Apa mereka mau tanggung jawab," ujar Romi.
Karena kata Romi lagi, dampak dari pembangunan pipa limbah bawah tanah tersebut, bukan hanya pelaku usaha kecil saja dirugikan namun terang dia lagi, seluruh masyarakat pengguna jalan sudah pasti dirugikan karena ada penutupan akses jalan utama. Selain itu juga terjadi penyempitan jalan.
"Harusnya jika mengerjakan di jalanan yang selalu dilalui kendaraan harusnya jangan langsung diambil rute yang sangat panjang, sedikit-sedikit saja agar penutupan jalan tidak terlalu lama. Kita juga minta jalanan yang sudah digali ditutup seperti semula, jangan dibiarkan. Kalau harus diaspal, ya diaspal dong. Mereka tentu ada anggaran untuk itu," tutupnya.(int/nol)
Berita Lainnya
ISPU Tembus 220, Pemko Pekanbaru Liburkan Tatap Muka TK-SMP hingga Jumat
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Warga Diimbau Gunakan Masker Saat Keluar Rumah
Kembali Diberondong Asap Kiriman, Pemko Pekanbaru Bakal Shalat Istisqa Lagi
BMKG Ingatkan Potensi Asap di Riau Saat Terpantau 96 Titik Panas
Investasi Tembus Rp7,35 Triliun, Ekonomi Pekanbaru Lampaui Capaian Nasional
Tanpa Bahan dan Data, Komisi IV DPRD Pekanbaru Batalkan Rapat Bersama Dishub
ISPU Tembus 220, Pemko Pekanbaru Liburkan Tatap Muka TK-SMP hingga Jumat
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Warga Diimbau Gunakan Masker Saat Keluar Rumah
Kembali Diberondong Asap Kiriman, Pemko Pekanbaru Bakal Shalat Istisqa Lagi
BMKG Ingatkan Potensi Asap di Riau Saat Terpantau 96 Titik Panas
Investasi Tembus Rp7,35 Triliun, Ekonomi Pekanbaru Lampaui Capaian Nasional
Tanpa Bahan dan Data, Komisi IV DPRD Pekanbaru Batalkan Rapat Bersama Dishub