PILIHAN
Musda Beringin dan Bayang-Bayang 2031
14 September 2026
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Setelah Ditegur Menpan, Gubri Syamsuar Langsung Pecat Dua ASN Koruptor
PEKANBARU, Riauin.com - Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar, telah menandatangani surat Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PDTH) dua Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Riau yang tersandung kasus tindak pidana korupsi (Tipikor).
Pemberhentian dua ASN itu dilakukan setelah gubernur Riau mendapat surat teguran I dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB).
"Surat PDTH dua ASN itu sudah diteken pak gubernur. Saat ada pemberitaan adanya teguran dari Menpan itu, pak Gubernur langsung teken suratnya," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Kesejahteraan Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau, Trimo Setiono, kepada wartawan, Senin (8/7/2019).
Selanjutnya pihaknya menyerahkan surat tersebut kepada yang bersangkutan. Kemudian diteruskan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kemenpan-RB.
"Jadi terhitung tanggal 4 Juli yang bersangkutan kita berhentikan dengan tidak hormat sebagai ASN Pemprov Riau," bebernya.
Ditanya selain dua ASN itu apakah ada ASN lainnya, Trimo mengatakan untuk yang lain ada, namun saat ini masih dalam proses.
"Seperti kasus pipa transmisi di Indragiri Hilir dan kasus dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad masih proses. Jadi kita tunggu sampai ada keputusan inkrah dari Pengadilan baru kita proses untuk PDTH-nya," cakapnya.(int/nol)
Pemberhentian dua ASN itu dilakukan setelah gubernur Riau mendapat surat teguran I dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB).
"Surat PDTH dua ASN itu sudah diteken pak gubernur. Saat ada pemberitaan adanya teguran dari Menpan itu, pak Gubernur langsung teken suratnya," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Kesejahteraan Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau, Trimo Setiono, kepada wartawan, Senin (8/7/2019).
Selanjutnya pihaknya menyerahkan surat tersebut kepada yang bersangkutan. Kemudian diteruskan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kemenpan-RB.
"Jadi terhitung tanggal 4 Juli yang bersangkutan kita berhentikan dengan tidak hormat sebagai ASN Pemprov Riau," bebernya.
Ditanya selain dua ASN itu apakah ada ASN lainnya, Trimo mengatakan untuk yang lain ada, namun saat ini masih dalam proses.
"Seperti kasus pipa transmisi di Indragiri Hilir dan kasus dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad masih proses. Jadi kita tunggu sampai ada keputusan inkrah dari Pengadilan baru kita proses untuk PDTH-nya," cakapnya.(int/nol)
Berita Lainnya
ISPU Tembus 220, Pemko Pekanbaru Liburkan Tatap Muka TK-SMP hingga Jumat
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Warga Diimbau Gunakan Masker Saat Keluar Rumah
Kembali Diberondong Asap Kiriman, Pemko Pekanbaru Bakal Shalat Istisqa Lagi
BMKG Ingatkan Potensi Asap di Riau Saat Terpantau 96 Titik Panas
Investasi Tembus Rp7,35 Triliun, Ekonomi Pekanbaru Lampaui Capaian Nasional
Tanpa Bahan dan Data, Komisi IV DPRD Pekanbaru Batalkan Rapat Bersama Dishub
ISPU Tembus 220, Pemko Pekanbaru Liburkan Tatap Muka TK-SMP hingga Jumat
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Warga Diimbau Gunakan Masker Saat Keluar Rumah
Kembali Diberondong Asap Kiriman, Pemko Pekanbaru Bakal Shalat Istisqa Lagi
BMKG Ingatkan Potensi Asap di Riau Saat Terpantau 96 Titik Panas
Investasi Tembus Rp7,35 Triliun, Ekonomi Pekanbaru Lampaui Capaian Nasional
Tanpa Bahan dan Data, Komisi IV DPRD Pekanbaru Batalkan Rapat Bersama Dishub