PILIHAN
Musda Beringin dan Bayang-Bayang 2031
14 September 2026
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Kalah dari Sekolah Swasta, Tahun Depan Pemprov Riau Fokus Tingkatkan Mutu Guru SMA/SMK
PEKANBARU, Riauin.com - Peningkatan mutu guru menjadi salah satu fokus Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar, tahun 2020. Sebab siswa cerdas dilahirkan dari guru yang berkualitas.
Salah satu bentuk upaya meningkatkan mutu guru tersebut, Pemprov Riau akan memberikan pelatihan peningkatan kompetensi guru.
"Tahun depan program kami itu pelatihan kompetensi terhadap guru-guru. Karena anak-anak yang berhasil dari guru yang berkualitas," katan Syamsuar kepada wartawan.
Menurutnya, jika guru tidak pernah mendapat pelatihan, maka guru tidak bisa menyesuaikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Makanya pelatihan guru ini penting agar guru bisa menyesuaikan berkembangan ilmu pengetahuan yang akan disampaikan kepada anak-anak. Kegiatan ini sudah kita masukkan di program 2020," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Riau Rudyanto juga sempat mengherankan mutu guru sekolah negeri masih kurang memuaskan dibanding guru swasta. Padahal setiap ada pelatihan peningkatan kompetensi, para guru negeri diundang.
Hal itu disampaikan Rudyanto saat menanggapi passing grade yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI terkait hasil rata-rata nilai Ujian Nasional (UN). Dimana di Riau hanya ada beberapa sekokah yang masuk ke dalam 100 SMA negeri dan swasta peraih NEM tertinggi, yaitu SMA Mutiara Harapan, Pangkalan Kerinci, Pelalawan.
"Saya heran juga kenapa hanya satu sekolah saja. Padahal kalau ada pelatihan dari Kemendikbud yang diundang guru negeri. Itu yang saya tak paham," ungkapnya.
Karena itu, Rudyanto berharap para guru SMA/SMK sederajat di Riau dapat meningkatkan kompetensi dirinya. Sehingga nilai kelulusan siswa saat UN tak kalah dengan sekolah swasta.
"Harusnya mereka kan malu kalau kalah dengan guru swasta. Makanya sekolah di Pekanbaru yang menjadi barometer saya ingatkan tak boleh lagi menambah Ruang Kelas Baru (RKB), tapi bagaimana mutu sekolah itu yang dibenahi. Jangan setiap tahun sibuk RKB, sekarang kita bicara mutu," paparnya.
"Makanya setelah UN ini kita akan lihat untuk evaluasi. Nilai mata pelajaran mana banyak jatuh, itu nanti gurunya kita beri pelatihan lagi," cakapnya.(int/nol)
Salah satu bentuk upaya meningkatkan mutu guru tersebut, Pemprov Riau akan memberikan pelatihan peningkatan kompetensi guru.
"Tahun depan program kami itu pelatihan kompetensi terhadap guru-guru. Karena anak-anak yang berhasil dari guru yang berkualitas," katan Syamsuar kepada wartawan.
Menurutnya, jika guru tidak pernah mendapat pelatihan, maka guru tidak bisa menyesuaikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Makanya pelatihan guru ini penting agar guru bisa menyesuaikan berkembangan ilmu pengetahuan yang akan disampaikan kepada anak-anak. Kegiatan ini sudah kita masukkan di program 2020," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Riau Rudyanto juga sempat mengherankan mutu guru sekolah negeri masih kurang memuaskan dibanding guru swasta. Padahal setiap ada pelatihan peningkatan kompetensi, para guru negeri diundang.
Hal itu disampaikan Rudyanto saat menanggapi passing grade yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI terkait hasil rata-rata nilai Ujian Nasional (UN). Dimana di Riau hanya ada beberapa sekokah yang masuk ke dalam 100 SMA negeri dan swasta peraih NEM tertinggi, yaitu SMA Mutiara Harapan, Pangkalan Kerinci, Pelalawan.
"Saya heran juga kenapa hanya satu sekolah saja. Padahal kalau ada pelatihan dari Kemendikbud yang diundang guru negeri. Itu yang saya tak paham," ungkapnya.
Karena itu, Rudyanto berharap para guru SMA/SMK sederajat di Riau dapat meningkatkan kompetensi dirinya. Sehingga nilai kelulusan siswa saat UN tak kalah dengan sekolah swasta.
"Harusnya mereka kan malu kalau kalah dengan guru swasta. Makanya sekolah di Pekanbaru yang menjadi barometer saya ingatkan tak boleh lagi menambah Ruang Kelas Baru (RKB), tapi bagaimana mutu sekolah itu yang dibenahi. Jangan setiap tahun sibuk RKB, sekarang kita bicara mutu," paparnya.
"Makanya setelah UN ini kita akan lihat untuk evaluasi. Nilai mata pelajaran mana banyak jatuh, itu nanti gurunya kita beri pelatihan lagi," cakapnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Diselimuti Kabut Asap, Bandara SSK II Pekanbaru Tetap Layani 57 Penerbangan
ISPU Tembus 220, Pemko Pekanbaru Liburkan Tatap Muka TK-SMP hingga Jumat
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Warga Diimbau Gunakan Masker Saat Keluar Rumah
Kembali Diberondong Asap Kiriman, Pemko Pekanbaru Bakal Shalat Istisqa Lagi
BMKG Ingatkan Potensi Asap di Riau Saat Terpantau 96 Titik Panas
Investasi Tembus Rp7,35 Triliun, Ekonomi Pekanbaru Lampaui Capaian Nasional
Diselimuti Kabut Asap, Bandara SSK II Pekanbaru Tetap Layani 57 Penerbangan
ISPU Tembus 220, Pemko Pekanbaru Liburkan Tatap Muka TK-SMP hingga Jumat
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Warga Diimbau Gunakan Masker Saat Keluar Rumah
Kembali Diberondong Asap Kiriman, Pemko Pekanbaru Bakal Shalat Istisqa Lagi
BMKG Ingatkan Potensi Asap di Riau Saat Terpantau 96 Titik Panas
Investasi Tembus Rp7,35 Triliun, Ekonomi Pekanbaru Lampaui Capaian Nasional